
Sedangkan nay baru nyampe dikantor dengan perasaan tak menentu, masih terpikir ucapan kakaknya. Saat melangkah masuk kegedung kantor nay teringat kalau dia harus keapartemen bryan.
"Astagfirullah, ko bisa lupa keapartemen pria aneh itu, pasti dia marah, "gumam nay pelan.
"Alah biarin ajalah, kalau ditanya bilang aja ga sempat karena terlambat bangun, "ucap nay dalam hati lagi.
Saat sedang melangkah sambil komat kamit memikirkan apa yang terjadi nanti, cindi dan mira menghampiri nay yang lagi menuju lift, cindi dan mira juga baru nyampe.
"Nahya.... "jerit cindi memanggil.
Nahya pun membalikkan badannya dan melihat yang siapa yang memanggil.
"huf.. "cindi dan mira pun tarik napas.
"Kenapa kalian, ko kayak dikejar hantu, "tanya nay.
"Kami ngejarmu lah nay, "ucap cindi dan mira sambil melangkah masuk kedalam lift.
Nay pun angguk anggukan kepalanya.
"Btw sinta mana, "tanya nay.
Cindi dan mira hanya mengangkat bahunya, pertanda ga tau.
"Oh ya nay, yang semalem itu kamu kenapa dengan presdir, "tanya cindi dan diangguki mira.
Nay bingung mau jawab apa, tiba tiba pintu lift terbuka. Nay pun langsung menghindar pertanyaan temannya.
"Nay tunggu, jelasin, "jerit mira.
"Iya nanti makan siang, "jawab nay dengan bahasa bibir.
"Oke, "kata cindi dan mira dengan isyarat tangan.
Akhirnya mereka pun masuk keruangannya masing masing, sesampainya diruangan nay ditatap dengan staf yang ada diruangan. Nasya jadi ga enak karena semalam.
"Habislah aku,jadi target para fans presdir, "bathin nay sambil menunjukan kepalanya karena ga enak hati.
Nay pun mengangkat kepalanya dan memberanikan diri menatap.
"Maaf mbak ada yang bisa saya bantu, "tanya nay pada staf tersebut.
"Ga ada, diam aja disitu, "jawabnya ketus staf tersebut pada nay ga seperti biasanya.
__ADS_1
"Huuuuffft, "nay pun menarik napas panjang.
"Ya sudahlah, lebih baik aku diam saja sambil mencari naskah skripsi, "bathin nay.
Disebuah hotel berbintang bryan dan surya lagi metting direstoran dengan klien ,untuk kerja sama dalam membangun objek wisata dikota B, tapi dari pertemuan pikiran bryan ga ada disana, bryan masih memikirkan nay yang ga pamit semalam dan apalagi tadi pagi juga ga datang keapartemen nya. Sampai klien tersebut telah selesai menjelaskan.
"Gimana tuan, apa tuan bryan berminat kerjasama dengan kami, "tanya klien tersebut.
Surya yang melihat bos nya melalui, langsung menyentuh bryan.
"Ah ya maaf tuan, keputusannya saya serahkan keasisten saya saja, "ucap bryan.
"Dan saya permisi duluan karena ada yang mau saya urus, "kata bryan ambigu.
Surya dan klien tersebut yang melihat bryan sampai heran, "ada apa dengan tuan, "dalam hati surya.
"eh iya tuan, "ucap klien tersebut.
"Sur aku bawa mobilmu, nanti saya suruh supir menjemputmu, "ucap bryan.
"Iya tuan, "ucap surya.
Selesai bersalaman dengan klien bryan langsung melangkah keluar dari hotel dan langsung keparkiran untuk mengambil mobil, bryan melajukan mobil ya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai kekantor untuk menemui nay. Sampai ya didepan kantor bryan keluar dari mobil dan menyerahkan kunci mobil pada sekurity, bryan langsung masuk kedalam lift untuk menuju ruangan nya.
Ting
"Selamat pagi tuan, "ucap sekretaris tersebut.
"Hem"
Bryan mendekati sekretaris tersebut untuk menyuruh memanggil seseorang.
"Coba kamu panggilkan nahya peserta magang suruh menghadap saya, "ucap bryan.
"Ya tuan, "jawab sekretaris tersebut.
Bryan pun masuk kedalam ruangan sambil menunggu nahya, sedangkan sekretaris tersebut sedang menuju ruangan nahya.
Tok.. Tok.. Tok.
Cklek, "yang bernama nahya anak magang disuruh menghadap presdir sekarang, "kata sekretaris tersebut.
Semua staf diruangan itu pada melirik nay dengan sinis dan ada yang biasa aja.
__ADS_1
"Ada apa ya bu, "tanya nay.
"Saya tidak tau nona, tolong cepat sedikit nona jangan sampai tuan marah, "ucap sekretaris tersebut.
Nay pun mengikuti sekretaris tersebut menuju ruangan presdir.
Setelah nay keluar dari ruangan staf diruangan pada mencibir nay.
"Berani sekali anak magang mendekati presdir kita, anak baru aja sudah sok, iya aku kira anak nya polos ternyata murahan, "ucap para staf wanita yang mencibir nay.
Sedangkan nay sudah didepan pintu ruangan presdir.
Tok.. Tok... Tok.
Cklek, "permisi tuan, nona nahya sudah datang, "ucap sekretaris tersebut.
"Ya suruh masuk dan kamu boleh kembali, "kata bryan tegas.
Nay masuk kedalam ruangan dan sekretaris tersebut keluar.
Bryan memperhatikan nay yang menunduk kan kepalanya ga berani menatap bryan.
"Akhem.. Kenapa kamu menunduk, angkat kepalamu, "ucap bryan ga senang.
Nay pun mengangkat kepala nya dan menatap bryan mereka pun saling menatap. Nay pun langsung memutuskan pandangannya. Karena dada nay berdetak kuat.
"kenapa dengan hatiku, apa aku punya sakit jantung, "bathin nay sambil memegang dada nya.
Bryan masih memandang nahya membuat nahya grogi tapi dibuatnya setelan mungkin.
"Ada apa tuan memanggil saya, "tanya nay ga mau terlalu dekat dengan bryan.
Bryan berdiri dari duduk dan mendekati nay, tapi nay malah mundur.
"Tuan tolong jangan begini, "ucap nay takut karena bryan makin mendekat.
Apa yang mau dilakukan bryan pada nahya ya??? Tunggu kelanjutannya.
Tinggalkan jejak setelah membaca dengan cara like, vote dan komen.
Terimakasih.
Bersambung
__ADS_1
.