
Setelah selesai acara ulang tahun perusahaan nahya pulang diantar oleh bryan, orangtua nahya juga nasya dan orangtua bryan pulang diantar oleh supir.
Bryan membawa nahya kerestoran mewah untuk makan malam, karena dilihat bryan kalau nahya tak menyentuh makanan saat diacara.
"mas ngapain kita kesini, "tanya nahya pada bryan.
"kita makan ya ay, tadi mas lihat ay belum makan, "jawab bryan.
"ay sudah kenyang mas, "ucap nahya tapi tiba tiba perut nahya berbunyi.
"hahahaha, katanya sudah kenyang, "ejek bryan.
Nahya menunduk malu, perutnya ga bisa diajak kompromi.
"jangan malu ay, "ucap bryan sambil mengacak rambut nahya.
"mas, Is ay malu lah, tapi ay emang lagi tak selera makan, "ujar nahya mengerucut kan bibirnya.
Bryan gemas melihat nahya yang merajuk,"makan ya ay, sikit pun jadilah ay, mas ga mau ay sakit, "kata bryan.
"hem, iya lah mas, "jawab nahya.
Mereka pun mencari meja kosong, nahya tak mau makan diruangan vvip, nahya minta makan didekat kaca agar tampak lihat luar restoran. Syukur nya restoran tak ramai, karena sudah jam 10 malam.
Nahya pun memesan steak daging dan lemon teh, sedangkan bryan memesan spaghetti dan air mineral.
"ay, boleh mas bicara serius, "ucap bryan.
Nahya menatap bryan dan tersenyum.
"Ya ngomong aja mas, " jawab nahya.
"ay, gimana kalau pernikahan kita dipercepat, apa ay mau, mas ingin slalu dekat dengan ay dan juga menjaga ay sampai maut memisahkan kita, "ucap bryan.
__ADS_1
Nahya terharu mendengar ucapan bryan, sampai mata nya berkaca kaca.
"ay, kenapa mau nangis, ay ga mau ya, "tanya bryan dengan wajah sendu.
"ay ga apa mas, ay mau, "ucap nahya saat bryan ingin memeluk nahya pelayan datang membawa pesanan nya.
"ganggu aja pun pelayan, "gumam bryan dalam hati.
"kenapa mas, "tanya nahya melihat bryan mengangkat tangan nya tiba tiba bryan menggaruk kepala nya sendiri membuat nahya bingung menaik kan alisnya.
"hehehe, ga apa ay, ya sudah makan dulu ya ay, "ajak bryan.
Bryan pun mengambil steak daging nahya dan memotong kecil kecil steak nya agar nahya bisa makan.
"makasih mas, "
Sedangkan iya sayang, "
"ay, bener mau kan kita menikah secepat nya, "
"kan sudah ay jawab tadi mas, "
"biar lebih jelas loh sayang, "
"iya, ay mau, "
"kalau begitu nanti mas ngomong sama orangtua mas ya,agar orang tua mas yang mempersiapkan pernikahan kita semua nya, "
"iya, terserah mas saja, nanti ay juga bicara dengan orangtua ay, "
"baiklah sayang, kalau begitu kita pulang ya, ini sudah malam, "
"iya mas, "
__ADS_1
Bryan pun memanggil pelayan untuk meminta Bill, setelah membayar, bryan menggandeng nahya keluar dari restoran, bryan keluar dengan wajah datar karena banyak wanita pada menatapnya.
"Hem, senang ya mas banyak yang melihati mas, "
"mas sih ga suka sayang dilihati, kayak mas punya hutang saja pun, eh kenapa tanya begitu sayang, cemburu ya, "ucap bryan sambil menggoda nahya.
"Is ga lah mas, "nahya pun membuang wajah nya kesamping.
"hahahaha, kalau cemburu juga ga apa sih sayang, mas suka kalau dicemburui, "tawa bryan.
"Is mas, "
"hahahaha, iya iya sambil merangkul nahya dan membuka kan pintu mobil untuk nahya.
Setelah itu bryan juga masuk kedalam mobil, menuju kejalan raya balik kerumah nahya.
Sampai dirumah nahya, saat nahya ingin keluar mobil, bryan memegang tangan nahya, nahya pun heran karena dipegang tangan nya.
"Hem, kenapa mas, "
Bryan mendekatkan wajahnya, "mas, "
"hem,boleh ya, "
Nahya pun menganggukan kepalanya, bryan pun ga mau kehilangan kesempatan iya langsung memegang tengkuk nahya dan menempelkan bibir nya, lalu me**mat bibir nahya dengan lembut nahya juga membalas ciuman nya sampai nafas mereka berdua hampir habis baru bryan menghentikan nya.
"makasih ya sayang, "
Nahya malu hanya menganggukan kepala nya saja dengan wajah merona.
Maaf ya sahabat author, hari ini author hanya bisa up satu bab, soal nya author ada acara hajatan dirumah saudara.
Terimakasih 😘😘😘
__ADS_1