
Keesokan harinya, angel tidak mau menyia nyiakan waktu nya untuk mendekati bryan, apa lagi sudah ada lampu hijau dari mama bryan. Pagi-pagi angel sudah siap siap untuk datang kekantor bryan, iya mau mengambil hati bryan, iya sudah berdandan cantik dan memakai baju yang ****.
Sampainya iya digedung kantor bryan melangkah masuk menuju lobbi dimana resepsionis berada, iya melenggang dengan angkuh karena merasa iya adalah nyonya bryan yang punya gedung ini.
"Selamat pagi nona, ada yang bisa kami bantu, "sapa resepsionis tersebut.
"Saya ingin bertemu presdir disini, "jawab angel angkuh.
"Maaf nona, apa nona sudah buat janji, "tanya resepsionis itu ramah.
"Belum, bilang saja angel ingin bertemu, "ucap angel memberitahu resepsionis itu.
"Maaf nona, tapi presdir lagi tidak ada ditempat, "jawab resepsionis itu.
"Kemana presdir kalian, "tanya angel.
"Presdir lagi meeting diluar nona, "jawab resepsionis itu.
"Kalau begitu biar saya tunggu saja diruangan nya, "ucap angel pada resepsionis itu.
"Maaf nona, nona tidak boleh masuk keruangan presdir, karena itu ruang privasi presdir ga ada yang boleh masuk tanpa seizin presdir, "ucap resepsionis itu memberitahukan peraturan dikantor ini.
"Cih sombong sekali cuma resepsionis saja sudah melarang saya, "gumam angel dalam hati nya.
Iya pun mengambil ponselnya dan menghubungi orang diseberang.
Tut
"Halo tante, "ucap angel.
"Ya angel, ada apa pagi-pagi telpon tante, "tanya mama bryan.
__ADS_1
"Maaf tante, apa angel ganggu, "ucap angel dengan suara memelas.
"Ga sayang, ada apa, "tanya mama bryan.
"Gini tante, angel sekarang ada dikantor bryan, tapi bryan ga ada ditempat lagi meeting diluar, jadi angel mau nunggu, tapi resepsionis nya ga memberi ijin menunggu diruangan Ryan tante, angel kan pingin kasih surprise tante, "ucap angel meminta bantuan mama bryan.
"Oh begitu, ya sudah kasih telpon angel ke resepsionis biar tante yang ngomong, "ucap mama bryan yang merasa kasihan pada angel yang sudah jauh jauh datang kekantor anaknya pikir mama bryan.
"Makasih tante, tante baik deh, "raya angel.
Angel pun memberikan telpon nya pada resepsionis itu. Resepsionis yang heran melihat angel memberikan telpon nya pun bertanya.
"Untuk apa telpon nona berikan kesaya, "tanya resepsionis itu.
"Ada yang mau ngomong sama kamu, mama mertua saya, "ucap angel dengan pede nya.
Resepsionis itu pun menerima telpon yang diberikan angel karena penasaran siapa mama mertua nona ini.
"Iya halo, saya mama sofia, mamanya bryan, tolong kamu biarkan angel masuk keruangan bryan, nanti biar saya yang ngomong sama anak saya, "perintah mama bryan memberitahukan resepsionis itu.
Resepsionis itu bingung, kalau dibiarkan masuk keruangan presdir iya kena masalah, tapi ini katanya mama nya presdir, emang sih nama mamanya presdir sofia monolog sendiri resepsionis itu.
"Halo nona, apa nona masih disitu, "tanya mama bryan.
"Iya maaf nyonya, masih, "jawab resepsionis itu.
"Gimana nona, nanti saya yang tanggung jawab kalau anak saya marah kepadamu, kalau boleh tau siapa namamu, "tanya mama bryan.
"Saya nita nyonya, "ucap resepsionis itu.
"Ya sudah itu saja, kamu berikan kembali ponselnya pada nona angel, "perintah mama bryan.
__ADS_1
"Iya nyonya, "jawab nita sang resepsionis.
Nita pun memberikan ponselnya pada angel kembali dan angel pun menerima telpon nya.
"Halo tante, gimana sudah dibilang sama resepsionis itu, "tanya angel pada mama bryan.
"Iya sudah tante bilang, sekarang tinggal kamu menaklukkan hati anak tante, "ucap mama bryan.
"Iya tante, makasih tante.. Muach, "ucap angel dan memberikan ucapan terimakasih dengan ciuman jarak jauh.
"Hahahaha.."tawa mama bryan mendengar ciuman dari angel.
Mama bryan pun menutup telpon dari angel, karena mama nya lagi sarapan pagi dengan suami tercinta.
"Siapa mah, "tanya papa William.
"Menantu mu pah, "jawab mama sofia menggoda suami nya.
"Siapa menantu kita mah, "tanya papa William.
"Angel pah, "jawab mama sofia.
"Hahahah, emang bryan mau mah sama angel, "tanya papa William.
"Nama nya usaha pah, biar kita cepat dapat cucu, "jawab mama sofia cemberut.
"Mah jangan terlalu dipaksa kan, kalau sudah datang jodoh nya, pasti bryan akan menikah mah, "ucap papa William bijak.
"Iya pah, mama cuma kasihan lihat angel sepertinya iya sangat menyukai anak kita pah, "ucap mama sofia.
"Iya mah, papa tau, tapi biarkan bryan yang menentukan, "ucap papa William.
__ADS_1
"Iya pah, ini yang terakhir membantu angel, kalau bryan ga suka, mama ga masalah pah, "ucap mama sofia sambil memakan sarapan nya.