
Nahya keluar dari ruangan bryan dengan hati yang berbunga bunga karena pertama kalinya nahya mempunyai hubungan dengan seorang pria, biasanya setiap kali nahya dekat dengan seorang pria selalu direbut oleh nasya, tapi iya tidak mempermasalahkannya, mungkin bukan jodohnya, itu yang slalu dimasehati oleh bundanya, kalau seorang pria dekat dengan kita, tiba tiba iya dekat wanita lain, itu bukan jodoh kita, kalau jodoh kita iya tidak akan terpikat oleh wanita lain, secantik apa pun wanita itu, itulah yang slalu menjadi kan nahya slalu bersikap acuh pada semua pria dan tidak ingin pakai hati, kalau jodoh tak kemana, pikirnya slalu. Beda dengan bryan, iya melihat kesungguhan dimatanya, mungkin bryan lah jodohnya, tapi nahya tidak ingin terlalu memperlihatkan bahwa iya mencintai bryan karena iya tidak ingin kecewa, menurutnya pasti banyak nya wanita yang menggilai seorang bryan, iya tampan, mapan dan kaya siapa yang tidak ingin dengan bryan, jika bryan mau tinggal menunjuk saja wanita mana yang iya mau.
Nahya memasuki ruangan, syukur nya teman teman yang lain belum pada selesai makan siangnya,jadi iya sedikit lega karena ga akan ada yang curiga dengannya. Nahya melanjutkan kerjaan yang diberikan oleh teman satu ruangannya, walau pun iya anak magang tapi iya menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh karyawan yang satu divisi dengannya.
Saat iya sedang mengerjakan tugasnya, karyawan sudah pada balik dari makan siang dan iya mendengar bisik bisik mereka mengenai nasya yang dipanggil presdir dan saat keluar dari ruangan presdir iya menangis, entah apa yang terjadi padanya, nahya yang mendengar mengerutkan dahinya, "apa yang terjadi pada kakaknya, kenapa mas bryan tak memberitahukan aku soal nasya, "pikirnya.
Sedangkan direstoran surya baru saja ketemuan dengan klien, karena bryan ga bisa bertemu klien bila ga terlalu penting menurutnya, jadi iya menyerahkan pada surya, saat iya keluar dari ruangan vip iya menabrak orang, "aw, kalau jalan lihat lihat donk, "ucap orang tersebut.
"eh, bukannya kamu yang nabrak saya, "ucap surya dan melihat orang yang bertabrakan dengannya.
Deg
"cantik juga nih cewek, tapi sayang agak jutek, "
__ADS_1
"Apa lihat lihat?, bukannya minta maaf, malah bengong, "ucap wanita itu.
"he, perasaan, ga usah geer ya, aku lihat kamu karena kenapa ada cewek yang cerewet kayak kamu, "sindir surya.
"Kamu ya, "ucap wanita yang tabrakan dengan surya.
"apa?, "nyolot surya.
Anggi pun pergi malas menanggapi pria yang bertabrakan dengannya, menurutnya ga penting.
"Hei, kenapa pergi bukannya minta maaf, "ucap surya.
Anggi yang mendengar ucapan surya, membalikan badannya dan menatap surya, "apa kamu bilang saya yang salah, kamu yang tabrak saya, kamu bilang saya yang tabrak kamu, kalau ga percaya lihat cctv biar jelas siapa yang nabrak siapa, "ucap anggi ga terima karena disalahkan.
__ADS_1
"salut aku lihat cewek ini, biasanya cewek kalau lihat saya langsung salting, tapi cewek nih emang beda, "ucapnya dalam hati surya.
"kenapa?, takut ya, "ucap anggi meremehkan pria yang didepannya.
"Ah sudahlah, malas menanggapi cewek cerewet kayak kamu, "ucap surya menyudahi perdebatan dengan anggi.
"hu bilang aja takut, "ucap anggi dan malas menanggapi surya iya pun masuk mencari meja, karena iya janjian dengan papa nya untuk makan siang.
"he, siapa yang takut, cuma malas saja menanggapi cewek cerewet, cewek kan slalu benar, "gerutunya dan keluar dari restoran dengan senyum tipis tapi ga bisa lihat siapa pun kecuali dirinya sendiri.
"emang aku sih yang salah tadi, karena membawa berkas ini, sampai ga lihat ada orang didepan ku, "pikirnya dan lucu sendiri kalau mengingatnya.
"wanita yang menarik, "pikirnya lagi dan masuk kedalam mobilnya dan melajukan kembali keperusahan.
__ADS_1