Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 86


__ADS_3

Keesokan hari nya bryan bangun dari tidurnya, iya bersiap siap untuk pergi kekantor bersama dengan surya, surya sudah datang pagi pagi keapartemen bryan untuk menjemput bryan dan menyiapkan sarapan pagi yang setiap hari dibeli oleh surya untuk mereka sarapan. Bryan tidak suka menggunakan pelayan diapartemen nya, iya hanya menyewa orang untuk membersihkan apartemen nya setiap hari karena bryan sangat suka kebersihan, semenjak nahya selesai kontrak nya dengan bryan, iya tidak pernah lagi makan makanan rumahan,membuatnya sangat rindu akan kebersamaannya dengan nahya, tapi iya harus menahannya, karena permintaan nahya.


Setelah mereka makan, mereka pun berangkat keperusahan, saat didalam mobil, "surya, apa kegiatan ku hari ini, "


"jam 10 tuan akan bertemu dengan klien kita yang baru datang dari korea untuk menandatangani kerjasama, jam. 3 siang kita ada rapat dengan pemegang saham, setelah itu tidak ada lagi tuan, "


Bryan memijit pangkal hidungnya, karena hari ini pasti pekerjaan nya sangat banyak, apalagi banyak dokumen yang harus diperiksanya.


Sampainya diperusahaan, bryan turun dari mobil mewahnya setelah dibukakan pintu mobil oleh satpam perusahaan, iya berjalan melewati lobbi, banyak karyawan yang menyapanya, seperti biasa bryan hanya menampakkan wajah datarnya saja, tanpa ada senyum, tiba tiba iya dihadang oleh nasya, "Bryan, ada yang ingin aku tanyakan padamu, "


Bryan merasa tidak suka, karena dihentikan jalannya oleh nasya, surya langsung memberi kode kepada satpam untuk mengantisipasi nasya untuk menghadang nasya yang ingin menyentuh bryan, karena melihat wajah bryan yang sudah merah, sepertinya sangat kesal dan marah, "nona tolong jangan membuat onar, "ucap satpam tersebut.


Karena iya ditahan oleh satpam membuat nasya geram, "siapa yang ingin membuat onar, saya kan hanya bertanya pada bos kalian, "ketus nasya pada satpam tersebut.

__ADS_1


"tolong nona kerja sama nya nona, "jawab satpam tersebut.


Bryan pun memberi kode dengan tangannya dan melepaskan nasya, "apa yang ingin anda tanya nona, "tanya bryan menatap nasya dengan sorotan mata yang tajam.


"tapi tuan bisa kita bicaranya hanya berdua saja, "


Bryan pun dibuat bingung oleh sikap nasya, "apa sebenarnya yang ingin ditanyakan oleh nasya, "bathin bryan.


Mereka bertiga pun melangkah kearah lift menuju ruangan bryan, sedangkan satpam kembali ketempat nya, saat sampai didepan ruangan bryan, tak sengaja nahya pun lewat didepan mereka, "Selamat pagi tuan, "sapa nahya sambil menundukan kepalanya.


Sedangkan nasya melihat nahya seperti mengejek, karena iya bisa dekat dengan bryan, seperti yang diucapkan nya semalam pada nahya, tapi nahya melihatnya hanya biasa saja walau pun dalam hatinya merasa cemburu, tapi diurungkannya, "kalau emang jodoh pasti bersama, "Itulah pedomannya selalu, agar tidak terlalu sakit hatinya bila ditinggalkan.


"Pagi juga ay, nona, "jawab bryan dan surya,beda dengan nasya yang tidak suka melihat bryan yang menjawab sapaan nahya.

__ADS_1


Setelah itu nahya pun melangkah pergi meninggalkan mereka, karena iya sudah ga tahan ingin ketoilet, sedangkan bryan merasa ga enak, melihat perubahan wajah nahya, "apa iya marah melihatku bersama kakaknya, "Itulah yang dipikirkan bryan, padahal nahya sudah ga tahan ingin ketoilet, karena perutnya mules.


Bryan pun membuka pintu ruangannya, cklek, bryan pun masuk dan diikuti oleh nasya dan surya dibelakangnya, bryan langsung menuju kursi kebesaran nya, sedangkan surya dan nasya berdiri didepan meja kerja bryan.


"Apa ingin kamu tanyakan, "ucap bryan to the point, iya ga ingin buang buang waktu bersama nasya.


Tapi nasya ga menjawab karena disana masih ada surya, "kenapa diam, "


Nasya memberi kode melihat kearah surya, surya pun mengerti dan mengundurkan diri keluar untuk kembali keruangan nya.


Bryan melihat kenasya, memberi isyarat untuk bicara, saat ingin bicara, tiba tiba ada yang mengetuk pintu.


Tok, tok.

__ADS_1


__ADS_2