Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 115


__ADS_3

Nahya dan orangtua nya tidak diberitahukan oleh bryan kedatangan mereka, Ryan ingin memberi kejutan pada nahya.


Di meja makan keluarga nahya telah berkumpul untuk sarapan, mereka makan dengan diam tidak ada yang berbicara, seusai makan ayah dan nasya memilih duduk diruang, bunda membersihkan meja dan piring bekas makan mereka dibantu oleh nahya.


Diruang tamu seusai membersihkan meja dan piring nahya dan bunda pun ikut bergabung dengan ayah dan nasya.


"nay, apa kakak boleh minta sesuatu padamu, "ucap nasya membuka pembicaraan dengan nahya adik nya.


Nahya dan orangtua pun mengerutkan alisnya mendengar nasya meminta sesuatu pada nahya adiknya.


"Huuuft, kakak mau minta apa sama nay, kalau bisa pasti nay beri, "nahya menarik nafas baru berucap pada nasya.


Melihat wajah nasya merasa senang, nahya pun bingung, dan berpikir apa yang diinginkan kakak nya.


"tapi nay mau kan Memberinya,kalau kakak bilang dan ayah bunda kita jadi saksi nya, "ucap nasya, nasya melihat wajah nahya yang seperti sedang berpikir.


"nay, "


"hem, iya kak, "

__ADS_1


"kenapa dengan wajahmu, apa nay ga mau memberi nya, "


"Apa yang kakak minta, kalau bisa nay beri walau tanpa saksi pun, itu kalau nay bisa memberinya, nay ga janji, "jawab nahya yang takut terjebak dalam permainan kakak nya, nahya tau kakaknya licik.


"kenapa ga janji nay, janjian kalau nay akan memberikan apa yang kakak minta, "ucap nasya memohon.


"Apa yang mau kakak minta, sebut saja, kalau nay ada pasti nay beri, "jawab nahya.


"bener ya nay, janji, "ujar nasya.


"nahya ga mau janji kak, kalau bisa nay beri kak, "ucap nahya kesel dengan permintaan kakaknya yang meminta berjanji.


Nahya dan orangtua nya melihat konyol permintaan nasya.


"Apa maksudmu sya, "tanya bunda.


"kakak hanya meminta bryan bunda, masa kakak dilangkahi oleh nahya, "


"kalau kakak ga mau dilangkahi cari calo suami sendiri, bukan minta calon suami nahya, kamu pikir bryan itu bola bisa dioper kesana kemari, "bentak ayah karena permintaan konyol nasya.

__ADS_1


Nahya hanya melihat tak percaya kakak nya meminta calon suami adik nya sendiri, seperti meminta barang atau makanan.


Nahya hanya menggelengkan kepala nya ga percaya. Begitu juga dengan kedua orangtuanya.


"kak, kalau meminta sesuatu dipikir dulu, jangan asal meminta saja, "ucap bunda mendekat kesana mengelus rambut nasya memberi pengertian pada nasya.


Nasya mengerutkan wajahnya karena permintaan nya dianggap konyol oleh keluarganya.


"kakak sudah berpikir bunda,makanya kakak minta bryan pada nahya, bryan kan punya nay makanya kakak minta padanya, bukan merebut nya dari nay, "ucap nasya seperti orang ga waras.


Nahya hanya bisa mendengar perdebatan nasya dan orangtua nya dulu, setelah itu nahya akan berbicara pada nasya.


"Apa maksudmu sya dengan merebut milik nay, ha, "tanya bunda emosi.


"maksud nasya bun, lebih baik nasya meminta langsung pada nay dari pada merebut nya dari nay, kan lebih baik, "ucap nasya tanpa bersalah sedikit pun dengan omongan nya.


Orangtua nya hanya menggelengkan kepalanya sedih, "apa nasya harus kespikolog, karena nasya sekarang berbeda tidak memikirkan perasaan orang lain, apa ini ada kaitannya dengan hilangnya nasya, jadi sikap nya seperti itu, "pikir ayah dan bunda bersamaan didalam hati mereka.


Nahya menghembus kan nafas pelan pelan dan angkat bicara, karena seperti nya orangtua nya sudah diam melihat kelakuan kakak nya yang ga bisa dibilangi lagi oleh orangtua nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2