Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 59


__ADS_3

Nahya pun mengambil inisiatif untuk menyudahi pembicaraan yang diruangan bos nya, karena bos nya slalu menggoda nya membuat diri nya semakin gugur dibuatnya, pakai ga tahan dengan jantungnya setiap kali berdekatan dengan bos nya, seperti saat ini, bos nya terlalu dekat dengan nya dan menatapnya seperti ingin menelannya hidup hidup.


"Tuan, maaf saya lagi banyak kerjaan, jadi saya undur diri dulu, "ucap nahya sambil menatap bryan yang menatapnya juga, walau pun jantungnya ga normal, dibuatnya serilex mungkin agar tidak dicurigai bos nya.


"Kenapa kamu begitu gugup ay,apa kamu tidak merindukan saya, 2 minggu loh kita ga ketemu"tanya bryan menatap nahya pingin memeluknya tapi ga mungkin.


Nahya yang mendengar nama nya hanya dipanggil ay mengerutkan dahinya." Siapa ay, "pikirnya.


"maaf tuan nama saya bukan ay, "ucap nahya protes pada bryan.


"Hahahaha, tapi saya suka memanggilmu ay, nama panggilan sayangku padamu, "goda bryan yang tertawa melihat raut wajah nahya yang mengedipkan matanya membuat semakin lucu dimata bryan.


"Tuan apa maksud tuan berkata seperti itu, "ucap nahya semakin malu dengan godaan bryan. "Apa kamu tidak suka dengan panggilan saya, kalau begitu kamu mau dipanggil apa?, "tanya bryan yang menatap nahya dan mengedipkan matanya sebelah membuat pipi nahya merona merah dan jantung berdetak kuat, rasanya iya mau pingsan mendengar kata bos arogan nya. Bryan mengacak rambut nahya karena ga tahan melihat nahya dengan ekspresi wajahnya yang membuat bryan gemas.


Bryan pun menghentikan mengganggu nahya yang sudah menutup wajahnya karena malu dengan godaan bryan.


"Ya sudah kamu kembali, aku takut aku ga tahan melihatmu ay, "ucap bryan sambil balik berjalan kekursi kebesaran nya.

__ADS_1


"takut apa tuan, "tanya nahya polos.


"Hahahaha, takut aku memakan mu, "jawab bryan asal membuat nahya semakin ga mengerti, "emang aku makanan apa, "pikirnya dan memanyunkan bibirnya.


"Permisi tuan, "ucap nahya jalan menuju pintu sebelum membuka pintu bryan angkat bicara.


"Nanti pulang, tunggu saya di halte depan ada yang mau saya omongi, "ucap bryan membuat nahya menghentikan membuka pintu dan berbalik melihat bryan yang sedang memeriksa dokumen.


"Hem, Tuan emang apa yang mau diomongin, kalau begitu sekarang aja tuan, ngapain nunggu nanti, "jawab nahya karena iya takut kalau dilihat karyawan kalau iya masuk kedalam mobil bryan saat jumpa dihalte nanti.


Nahya berbalik dan membuka pintu karena malu melihat tingkah bos nya yang aneh, suka sekali menggodanya, padahal sudah punya calon istri, "dasar bos mesum, "bathin nahya ga mau pakai hati karena nahya takut tergoda pada bryan yang setaunya sudah punya calon, iya ga mau dianggap pelakor.


Nahya menghirup nafasnya karena bisa keluar dari ruangan presdir, "kanapa tiap didekat pria itu jantung ku seperti mau copot "pikirnya.


Iya berjalan masuk keruangannya setelah menghirup udara, karena kalau diruang presdir seperti ga ada udara didalam ya pikirnya dan duduk dikursinya sambil berpikir" apa yang mau diomongin presdir padaku, membuat aku jadi penasaran saja, tapi aku malas sekali bertemu dengan nya, kalau iya bukan bos sudah ku pastikan aku pasti menolaknya, apalagi kalau ketauan calon istrinya bisa gawat aku, calon istrinya galak lagi"ucapnya sendiri pada dirinya sampai ga sadar kalau teman nya sinta dan cindi datang ingin mengajaknya makan bareng dikantin, karena dihubungi daritadi hp nahya tapi ga diangkatnya, sampai sinta dan cindi menghampiri nahya keruangannya.


"woy, melamun aja, "ucap cindi sambil menepuk bahu nahya biar sadar dari Lamunan.

__ADS_1


Nahya pun terkejut dengan tepukan dibahunya dan melihat siapa yang menepuknya.


"Apa, ganggu aja pun, "ucap nahya cemberut karena mengganggu lamunan nya aja.


"Kamu kenapa nay, apa ada masalah?, cerita donk pada kami, "kata cindi.


"Ga ada apa apa, ada apa kesini, tumben, "cibir nahya yang biasanya iya yang menemui temennya.


"Ya mau mengajak kamu makanlah dikantin, "ucap sinta memutar bola matanya malas dengar ucapan nahya.


"Oh tapi ko tumben, "tanya nahya.


"Kamu sih ditelpon ga diangkat, sms ga dibalas, "ucap cindi.


"Seperti judul lagu tuh, "jawab nahya mengejek teman nya.


"Ya sudah cepat, nanti abis waktu istirahat kalau kita ngobrol terus ga abis abis, "ucap sinta dan menarik nahya keluar dari ruangan menuju kantin, mira sudah menunggu dikantin dan mencarikan meja untuk iya dan teman temannya.

__ADS_1


__ADS_2