Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 9


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok,


"masuk," kata bryan.


"Nih tuan kopi nya, "kata loli sekretaris bryan.


"Hm.. taruk disitu aja, "ucap bryan.


"Apa ada yang lain lagi tuan, kalau tidak ada, saya permisi tuan." Kata loli.


Dimobil nasya masih kepikiran pria yang menatapnya direstoran," apa pria tampan itu tertarik sama aku ya, tapi siapa sih yang tidak suka denganku, aku kan cantik dan ****," bathin nasya dengan sombongnya.


"Aku harus mendapatkan pria tampan itu, apa pun caranya, "dalam hati.


"pasti semua orang iri dengan ku karena bisa mendapatkan pria tampan dan kaya raya, aku pasti akan bangga, apa lagi nahya pasti iri denganku, "batin nasya sambil senyum senyum sendiri.


Nasya lupa kalau nasya masih didalam mobil dengan Rey pacarnya.


"Kenapa nasya senyum sendiri, apa yang dipikirkan ya, apa bener nasya sudah ada yang lain, ah itu ga boleh, awas aja kalau emang benar,"Pikir rey.


"Sayang kamu kenapa ko senyum sendiri, apa yang kamu pikirkan Hm," tanya Rey.


Dilihatnya rey yang sedang megang kemudi,


"Kenapa, "tanya nasya balik.


"Aku tanya sayang, kenapa kamu senyum sendiri, apa yang kamu pikirkan, "kata Rey.


"Ga ada, kenapa rupanya, suka suka akulah," kata nasya dengan sinis memandang Rey.


"Bukan gitu sayang, kamu bikin aku curiga tau, "Kata rey menatap nasya tajam.


"Ga usah menatap gitu kali, "kata nasya kepada Rey.


"Kenapa sayang, apa aku ga boleh menatap kekasihku lagi, "goda Rey.


Nasya diam malas membalas godaan Reyhan,karena nasya masih memikirkan cara terlepas dari Rey. Sekarang target nasya pria yang dilihatnya direstoran.


Nasya ga pernah berpikir bagaimana dulu nasya mengejar reyhan, segala cara dilakukan nasya sampai menggoda reyhan yang dulu menyukai nahya, karena godaan nasya reyhan jadi berpaling ke nasya.


Reyhan merasa bersalah karena telah mengambil mahkota nasya, membuat reyhan ketagihan sentuhan nasya, karena pertama kali melakukan hanya kepada nasya, walau pun reyhan terkenal playboy.


Sesampainya didepan rumah nasya mobil rey berhenti, saat mau membukakan seatbelt nasya menolak.


"biar aku aja rey, "tolak nasya.


"Kenapa sya, "tanya Rey.

__ADS_1


Nasya diam saja sambil membuka sabuk mobil yang melekat dipinggangnya.


"Sya kamu kenapa sih, ga seperti biasanya, "tanya Rey lagi.


"Udahlah Rey, ga usah banyak tanya, "jawab nasya.


"hmmm, "saat mau ngomong Rey langsung menabrak bibir nasya, karena ga ada penolakan Rey makin memperdalam ciumannya. Karena dilihatnya nasya sudah mau kehabisan napas langsung dilepasnya dan nasya langsung mengambil nafas banyak banyak.


"Kamu mau bunuh aku ya, "bentak nasya.


"Mana mungkin aku bunuh kamu sya, "jawab Rey sambil menatap nasya penuh minat.


"Tapi mana mungkin melakukan didalam mobil, "pikir Rey.


Nasya mau membuka pintu mobil, tapi ditahan oleh Rey.


"Sya, kamu ga marah lagi kan sama aku, "tanya Rey.


"Enggak, ya udah kamu pulang dan hati hati, "jawab nasya.


"Kalau kamu ga marah, sun aku sya, "ucap Rey.


Nasya pun mencium bibir Rey sekilas.


"Cup" setelah itu nasya keluar dari mobil Rey, Rey yang melihat tingkah nasya geleng geleng kepala. Rey langsung menghidupkan mobil nya setelah melihat nasya masuk kedalam rumahnya.


Sedangkan nasya saat masih didepan pintu memberi salam.


"Assalamualaikum, nasya pulang bunda," ucap salam nasya.


"Waalaikum salam, "jawab bunda sisi.


"Sudah pulang sayang,"tanya bunda sisi.


"ya udah bersih bersih sana, abis tuh makan, "suruh bunda.


"Oke bunda,"jawab nasya.


Nasya pun masuk kekamarnya, meletakkan tasnya dan mengambil handuk hendak bersih bersih.


Setelah bersih dan ganti pakaian rumah, nasya keluar untuk makan siang. Ternyata bunda dan nahya sudah menunggu dimeja makan. Nasya pun duduk dan mengambil nasi dan lauk, begitu juga dengan nahya dan bunda. Mereka makan sambil bercerita, cuma nasya yang diam aja mendengarkan bunda dan nahya. Nahya pun bertanya pada kakaknya.


"Sudah lama kakak pulang, "tanya nay.


"Baru aja, "balas nasya.


"Kakak tadi ga kekamu, karena ga nampak kakak, "tanya nay.

__ADS_1


"Kenapa kalau kakak ga nampak, kepo kali pun, "bentak nasya.


"Ga apa sih kak cuma tanya aja, karena ga nampak kakak tadi dikampus, "jawab nahya tunduk.


"Kan emang kita ga satu fakultas ya wajar donk kalau kita ga jumpa.",kata nasya malas.


Nahya terdiam karena dibentuk kakaknya nasya. Lalu nasya mengalihkan pembicaraan mengenai pacar nya senior nahya dikampus.


"Gimana hubungan kakak dengan kak rey, "tanya nahya.


"Kenapa kamu tanya tanya, suka kamu ya sama rey, kalau suka ambil gih, aku sudah bosan dengannya,"Ucap nasya sinis.


"Astagfirullah nasya, apaan sih kamu, kenapa ngomongnya seperti itu, "kata bunda bukan nahya yang jawab


"Kenapa rupanya bun, emang nasya sudah bosan dengan rey, "ucap nasya emosi.


"karena ada target baru yang lebih tampan dan kaya, lebih dari rey,"kata nasya


"Kak jangan kasar gitu sama bunda, apa ga bisa ngomong baik baik, bukan langsung marah, kan bener yang dibilang bunda, "bentak nahya sambil menahan amarah karena bunda nya dibentak bentuk sama kakaknya.


"Sudah sudah, jangan bertengkar lagi, bunda ga apa nahya, "ucap bunda sedih.


"Bukan begitu bunda tapi kakak sudah kelewatan membentak bunda," lirih nahya.


"Ya sudah ga apa nahya," kata bunda.


Bunda pun bertanya kepada nasya dengan baik baik.


" kamu kenapa nasya dengan rey, kamu jangan egois gitu, kalau kamu sudah ga suka dengan rey kamu bicarakan baik baik, jangan menyakiti rey, jangan sampai kamu menyesal, "kata bunda


"Alah ga usah nasehatilah bunda, nasya sudah besar tau, tau mana yang baik untuk nasya, ga usah bunda dan nahya ikut campur urusan nasya, "marah nasya sambil meletakkan sendok makan nya dengan membanting sendok.


"trang " bunyi sendok yang dibanting.


Nasya berdiri dan melangkah masuk kedalam kamar dan membandingkan pintu.


"Brak"


"Astagfirullah, kenapa kakak seperti itu ya bun," tanya nahya.


"Sudah ga usah dipikirin ya nay, sudah tabiat ya seperti itu, "kata bunda.


Setelah baca saya harap tinggal jejak dengan cara like, vote dan komen biar lebih semangat up nya.


Terima kasih.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2