Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 78


__ADS_3

Nasya cemberut karena diusir sama bryan, "Hem, cuma gini aja, apa kita ga ngobrol dulu bryan, aku ingin dekat denganmu, beri aku kesempatan, apa kamu tidak menyukaiku, semenjak kita bertemu kamu slalu memperhatikan aku, aku kira kamu menyukaiku, "oceh nasya pada bryan mencurahkan isi hatinya, kapan lagi bisa bicara dengan bryan, selagi ada kesempatan maka digunakan nasya sebaik baiknya.


Bryan menaikkan alisnya mendengar oceh dari nasya, emang sih diakuinya dulu iya memperhatikan nasya karena dikiranya adalah nahya, "Sudah selesai bicaranya, kalau sudah selesai keluar dari ruangan saya, saya tidak mau ada yang salah paham nantinya, kalau kamu lama lama. Diruangan saya, "ucap bryan.


"Apa maksudmu, siapa yang salah paham, kamu kan belum punya kekasih setau saya, "sungut nasya mendengar ucapan bryan, "siapa yang salah paham, "pikirnya.


"itu bukan urusan kamu, jadi sekarang keluar dari ruangan saya, jangan sampai saya pakai kekerasan, "


"kenapa kamu begitu kejam kepada saya, aku menyukaimu bryan, kenapa kamu tidak memberi kesempatan padaku, "


"tapi aku tidak menyukaimu, jaga batasanmu, kamu hanya anak magang diperusahaan ku, tidak lebih, "tegas bryan.


Nasya keluar dari ruangan dengan menangis, sampai karyawan yang melewati ruangan yang melihat nasya bertanya tanya, apa yang terjadi pada nya. "Alah mungkin iya dikeluarkan oleh presdir, jadi dia ga terima dan nangis, kan banyak yang komplen tentang nya, biar saja dia rasain, sok dekat dengan presdir padahal presdir tak menyukainya, pria bodo yang suka dengan nya, melihat kelakuan seperti itu, "ucap para karyawan yang menggosipi nasya saat keluar dari ruangan presdir.


Surya yang melihat banyak orang berkerumun, membubarkan para karyawan, "apa yang terjadi, kalian disini bekerja apa bergosip, "ucap surya asisten bryan.


Semua karyawan ketakutan dan membubarkan diri dan kembali bekerja. Sedangkan surya masuk keruangan bryan untuk mengantarkan berkas yang telah diperiksanya untuk ditandatangani oleh bryan. Surya melihat bryan yang duduk dikursi kebesaran nya dengan memijit pangkal hidungnya karena pusing memikirkan pengakuan nasya tadi.


"Tuan, apa tuan sakit, "tanya surya.


Bryan mengangkat kepalanya melihat surya yang sudah berdiri didepan meja kerjanya dengan berkas ditangannya.


"biasalah, cuma pusing sedikit, "

__ADS_1


"ada apa tuan, apa ada yang bisa saya bantu, "


"Ga perlu, hanya tikus penggoda saja, "


Surya pun mengerti maksud bryan, adalah wanita wanita penggoda, "Itulah risikonya kalau menjadi pria tampan, mapan dan kaya pasti banyak saja yang menggoda, "pikirnya.


"Apa yang kamu bawa itu, "


"ini tuan berkas yang sudah saya periksa dan perlu tanda tangan, kalau tuan tidak percaya bisa tuan periksa kembali, "


Bryan pun menganggukan kepalanya bahwasanya iya sudah percaya pada asistennya yang sudah dianggapnya saudara. "ga perlu, aku percaya padamu, taruk saja dimeja, "


Surya pun langsung meletakkan berkas itu dimeja, "apa tuan mau makan siang, "tanya surya karena melihat bryan ingin bangkit dari kursi.


"baik tuan, "


Surya pun keluar dari ruangan bryan untuk mencari ob untuk membeli pesanan untuk bryan, sedangkan bryan duduk disofa sambil menghubungi nahya untuk mengajaknya makan siang diruangan nya.


Tut, "halo ay, kita makan siang bareng ya diruangan mas, "


"Apa harus mas, ay ga enak dengan karyawan lain kalau ay masuk keruangan mas, "


"Ga apa-apa, nanti mas bilang ke loli untuk memanggil kamu ya ay, "

__ADS_1


"emh, ya sudah terserah mas saja, "


"Ya sudah mas tutup dulu ya, i love you, "


"love you to, "jawab nahya dengan wajah yang sudah seperti tomat karena ucapannya sendiri.


Nahya pun membereskan kertas kertas yang ada dimeja nya sambil menunggu loli sekretaris bryan memanggilnya.


Tak lama loli pun datang keruangan nahya untuk memanggil nahya untuk datang keruangan presdir, padahal nahya sudah tau kalau bryan yang menyuruh loli, tapi iya pura pura ga tau, "emang ada apa mbak presdir memanggil saya, "tanya nasya.


"Saya kurang tau nahya, "ucap loli. Nahya pun hanya menganggukan kepalanya dan mengikuti loli. Keruangan presdir, Clek, "Tuan nona nahya sudah datang, "


"Ya sudah suruh masuk dan kamu sudah bisa istirahat, "ucap bryan.


Nahya pun masuk keruangan bryan dan duduk disamping bryan, karena loli sudah keluar makanya nahya berani duduk disamping bryan. Bryan tak membuang kesempatan dan langsung memeluk nahya mencium ceruk leher nahya. "ih mas geli tau, "


"sebentar aja ay, "


Nahya pun membiarkan bryan mencium ceruk lehernya.


Tok tok


Like, vote dan komen.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2