
Tok, tok
Clek, seseorang langsung masuk ingin menyerahkan berkas materi metting pada bryan, yang tidak mengetahui ada orang didalam ruangan bryan, loli terkejut karena orang didalam ruangan bryan, "permisi tuan, saya hanya ingin memberikan berkas materi untuk metting, "ucap nya gugup, karena iya tidak tau kalau ada orang didalam ruangan bryan.
"Hem, letakan saja dimeja, nanti saya periksa, "
Sedangkan nasya sangat kesal karena ada saja yang mengganggu, setiap iya bersama bryan.
Loli pun meletakkan berkas tersebut dan berjalan keluar dari ruangan bryan, beda dengan bryan suasana hati bryan saat ini tidak enak karena terlihat iya sedang bersama nasya oleh nahya, apalagi melihat wajah nahya yang terlihat marah dengan wajah yang merah, "padahal nahya mules, jadinya wajahnya merah, hehehe "
Setelah loli pergi bryan langsung bertanya pada nasya, apa yang ingin ditanyakan, karena iya tidak suka berduaan dengan nasya diruangan tertutup, iya takut nahya salah paham padanya.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?, cepat aku ga ada waktu melayani pertanyaan mu, apabila tidak penting, "ketus bryan pada nasya.
Nasya yang mendengar ucapan bryan sedikit sakit hati, karena terlihat bryan tidak suka berdekatan lama lama bersama dengan nya, apalagi dikatakan pertanyaan yang tidak penting.
__ADS_1
"Hem, saya cuma tanya, apa hubungan bryan sama nahya?, "Bryan mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan nasya.
"Apa maksudmu, aku ga ngerti, "
"Saya melihat bryan, nahya dan surya jalan kemall, dan bryan bergandengan tangan dengan nahya, "Bryan terkejut mendengar bahwa nasya melihat iya bergandengan dengan nahya.
"Apa iya melihat, saat aku menggandeng nahya, "bathin nya. Bryan jadi bingung untuk menjawabnya, iya takut salah, karena nahya minta hubungan mereka dirahasiakan dulu, bryan takut kalau iya bilang ada hubungan nahya marah padanya, bryan menjadi serba salah.
"Kamu siapa?, yang ingin tau urusan saya, "
"hahahaha, percaya diri sekali kamu nona, emang apa hubungan Anda dengan nahya, sampai nona bisa menyimpulkan begitu, "Bryan sudah tau hubungan nasya dan nahya adalah saudara, jadi bryan pura-pura tidak tau, untuk melihat nasya mengakui apa tidak nahya adalah saudara kembarnya.
Nasya merasa kesal karena ditertawai oleh bryan, apa lagi ditanya hubungan apa antara dirinya dan nahya, membuat iya bingung untuk menjawabnya, akhirnya iya terdiam sejenak, memikirkan apa yang harus iya jawab.
Iya pun menghembuskan nafasnya, "kami ada hubungan atau enggak itu tidak penting, yang saya tanyakan, apakah hubungan bryan dengan nahya itu saja, "
__ADS_1
Karena kesal bryan malas menjawab pertanyaan nasya, iya pun mengusir nasya dengan halus, "kamu tidak perlu tau hubunganku dengan nahya, kamu bukan siapa siapa saya, jadi saya minta nona keluar dari ruangan saya, karena masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, "
"tapi kan bryan belum menjawab pertanyaan saya, "ucap kesal nasya.
"Apa pedulimu, saya minta baik-baik agar nona keluar dari ruangan saya, saya tidak suka nona ikut campur urusan saya, "
Nasya keluar dengan hati yang kesal karena tidak mendapat kan jawaban, kalau gak ditatap dengan tajam sama bryan sampai nasya ketakutan, ga ingin nasya keluar.
Saat nasya keluar iya berjumpa dengan nahya yang lagi berjalan menuju ruangan membawa berkas ditangannya, karena iya disuruh surya untuk meminta berkas laporan pada setiap staf divisi, "wah wah rajin nya, pagi-pagi sudah membawa banyak berkas, beda denganku, pagi-pagi aku disuruh keruangan bryan dan hanya berdua untuk bermesraan dengannya, "ucap nasya ingin memprokasi nahya agar cemburu padanya.
Tapi nahya hanya cuek menanggapi ucapan nasya, karena iya percaya pada bryan.
"kenapa kamu diam, kamu takut ya bersaing denganku, "
"aku disini magang kak, bukan pacaran, "ucap nahya telak dan pergi meninggalkan nasya yang masih terbengong dengan ucapan nahya.
__ADS_1
"Apa bener mereka ga ada hubungan, "ucap nasya dalam hati melihat nahya yang berlalu dari hadapannya masuk kedalam ruangannya.