Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 39


__ADS_3

Mentari telah menampakkan sinarnya membuat semua orang memulai aktivitas seperti biasa. Nahya keluar dari kamarnya, iya berencana melihat kondisi kakaknya yang diusir semalam dari kantor BS group. Iya melihat bundanya sedang bersantai dengan ayah sambil menonton drama tv disaluran burung terbang. Lantai iya jalan menuju kamar kakaknya, iya mengetuk pintu kamar kamar kakaknya tapi ga ada sahutan, lalu iya memberanikan diri untuk memutar handel pintu kamar kakaknya.


Clek.. Dilihatnya sekeliling kamar, tapi ga ada tanda tanda kakaknya ada didalam, iya pun keluar kamar dan menutup kembali kamar kakaknya. Iya menuju dimana orangtuanya berada, iya mau menanyakan dimana kakaknya.


Sampai diruang tamu iya pun mendudukan bokongnya disana. Melihat ayah dan bundanya lagi serius menatap layar tv tanpa menghiraukan kedatangan nya. Iya hanya mencebik kan bibirnya "kalau sudah menonton drama kesukaan, ada pencuri masuk pun tak terlihat"ucap nay dalam hati sambil menggelengkan kepalanya. Pas iklan baru orangtuanya menoleh padanya.


"Eh ada orang rupa nya disini, tapi kenapa ga ada suaranya ya, "canda bunda gurau melihat nahya yang cemberut.


"Bukan orang bunda, tapi dedemit, "dibalas nahya canda bundanya sambil memonyongkan bibirnya.


"Hust, ada aja kamu, masa dedemit cantik, "gurau ayahnya tersenyum melihat nahya.


"Habisnya dari nay datang ga ada yang menyapa, pada sibuk melihat layar tv, nay ada disini bunda bukan dibayar tv, "ucap nahya menirukan iklan yang pernah dilihatnya.


"Hahahaha "tawa ayah dan bundanya.


"Namanya ceritanya lagi seru nay, kalau menyapa kamu keburu habis ceritanya, "ucap bunda masih menertawai tingkah nay.


"Iya.... Iya tv lebih menarik dari nay, "ucap nay cemberut.


"Sudah sudah, jangan bercanda mulu, "kata ayah.


"Kamu sudah makan?, kalau belum, makan dulu sana, "ucap bunda.


"Belum bun, belum lapar, nanti aja, "jawab nahya.

__ADS_1


"Ya wes, seperti nya ada yang mau ditanya nih sama bunda, "tanya bunda.


"Hehee, bunda tau, "kata nahya.


"Ya tulah, wong dimuka mu ada tulisan nya, "canda bunda.


"Ist.. Mana ada begitu bunda, emang muka nay papan tulis apa, "ucap nahya kesel.


"Hahahaha "


"Jelek tau mukamu seperti itu, "ucap bunda menggoda nahya yang sedang kesal.


"Udahlah bun, "rajuk nahya.


"Hahahaha "


"Kakak mana bun?, daritadi ga nampak, "tanya nahya.


"oh cuma tanya itu aja toh, "ucap bunda.


"iya bun, "ucapnya.


"Semalam kakakmu ga pulang, iya pamit nginep dirumah teman nya yang lagi ultah, "jawab bunda.


"Oh syukurlah, kalau kakak baik-baik saja ga sedih, "lirih nahya.

__ADS_1


"Sedih kenapa, "tanya bunda karena masih terdengar suara nahya walau kecil.


"Hehehe"kekeh nahya sambil menggaruk tengkuknya yang ga gatal.


Nahya menghindari pertanyaan bundanya iya cepat cepat masuk kamar, takut ditanya kembali.


Ayah menatap bundanya ingin bertanya, tapi bunda hanya mengedik kan bahunya tanda tak tau.


Sementara digedung apartemen Reyhan sedang memasuk keluarkan jaguarnya kekandang menikmati apa yang tidak iya dapatkan selama seminggu, karena kandang jaguar sedang merajuk. Iya melampiaskan sampai berkali-kali pelepasan, sampai yang punya kandang lemas, tapi iya tidak perduli yang penting iya puas, entah sudah gaya apa saja dibuat sama sijaguar pada kandangnya.


"Rey capek, "ucapnya manja.


"Bentar sayang, sebentar lagi jaguar muntah, "jawab Rey masih dengan memasuk keluarkan jaguarnya kedalam kandangnya.


"Cepatlah Rey, aku sudah ga tahan, "ucap nya.


"Ya sudah sekarang yang, jaguar sudah mau muntah, "jawab Rey dengan mempercepat memasuk keluarkan jaguarnya.


"akhirnya, makasih sayang, "ucap Rey mencium kening wanitanya.


Rey pun menjatuhkan badannya disebelah wanitanya dengan berukuran keringat. Dilirik wanitanya ternyata sudah tertidur pulas.iya pun membenarkan selimut wanitanya dan masuk juga kedalam selimutnya.


Terimakasih atas dukungan dan tinggalkan jejak setelah membaca dengan cara like, vote dan komen.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2