
Maaf ya para pembaca setia author, berapa hari ini author ga dapat menulis karena sakit dan saat ini baru bisa menulis kembali, semoga kita semua dalam keadaan sehat sehat semua amiin.
...💗💗💗💗💗💗💗💗💗...
Bryan melajukan mobil nya kesebuah butik ternama, bryan memarkirkan mobil nya pas didepan butik, nahya yang melihat bryan menghentikan mobil disebuah butik merasa heran, ingin bertanya dengan bryan tapi ternyata bryan sudah turun dari mobil untuk membuka kan pintu mobil untuk nahya. "Ayo keluar ay, "ucap bryan pada nahya dan mengarahkan tangannya dikepala nahya agar tidak kepentok, "eh iya say, ngapain kita kesini say, "tanya nahya yang merasa bingung dengan kelakuan bryan yang menurut nahya sangat romantis.
"Sudah kita masuk aja dulu ay, "ucap bryan dan menggandeng nahya untuk masuk kebutik.
"Selamat siang tuan, ada yang bisa kami bantu, "tanya pelayan butik tersebut dengan ramah.
"Kamu cari kan gaun yang bagus dan indah untuk calon istriku dan dandani iya secantik mungkin, "ucap bryan dengan tegas.
"Baik tuan, "jawab pelayan butik tersebut dan membawa nahya kedalam untuk memperlihatkan gaun rancangan desainer terkenal dengan harga fantastis hingga membuat mata nahya sangat takjub.
"Mbak harganya emang bener nih, seperti dibandrolnya, "tanya nahya pada pelayan itu.
"Iya bener nona, "jawab pelayan tersebut.
"Apa ga bisa kurang mbak, "tanya nahya menawar harga gaunnya.
__ADS_1
"Maaf mbak ini bukan pasar yang bisa tawar menawar, kalau nona ga ada uang jangan datang kebutik ini, "ucap pelayan butik itu dengan sinis.
"Kenapa mbak bicara seperti itu, saya kan cuma tanya, kalau ga bisa ya sudah bilang aja jangan merendahkan, "ucap nahya tampak emosi sedangkan pelayan itu mencebik bibirnya mengumpati nahya yang sok kaya masuk kedalam butik terkenal walau dengan seorang pria, mungkin saja pria itu hanya seorang supir pikir pelayan tersebut.
Emang sih pakaian yang dipakai nahya bukan pakaian yang mahal, karena nahya suka memakai pakaian yang enak dipakainya, iya enggak ngerti tentang pakaian mahal, menurutnya enak dipakai itu sudah cukup.
Karena nahya merasa direndahkan, akhirnya nahya keluar dari ruangan yang dibawa oleh pelayan tersebut. Bryan yang melihat nahya keluar dengan pakaian yang tadi dipakainya merasa heran, "loh ay, kenapa belum ganti bajunya, "tanya bryan.
"Hem, untuk apa ganti pakaian say, emang kita mau kemana, "tanya nahya pada bryan.
Bryan pun mengacak rambut depan nahya karena gemas, "udah pilih aja baju mana yang kamu mau ay, aku ingin mengajak untuk kesuatu tempat, jadi rahasia, "ucap bryan berbisik ditelinga nahya membuat nahya tersipu malu.
Mendengar nahya direndahkan oleh pelayan wanita tersebut membuat panas hati bryan, bila nahya direndahkan sama dengan iya merendahkan seorang bryan juga.
Bryan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, "halo nanci kamu dimana?, aku sekarang ada dibutikmu, aku tunggu 5 menit, "ucap bryan dan mematikan panggilannya tanpa ada jawaban dari sana.
"Dasar bos gila, belum dijawab sudah main matiin aja, "Gerutu nanci diseberang.
Nanci tergesah gesah turun dari lantai atas untuk menemui bryan, "huft... halo hani swety bunni weleh weleh, "ucap nanci pada bryan dan ingin memeluk bryan tapi ditahan oleh bryan.
__ADS_1
"stop, jangan mendekat, "ucap bryan.
Nanci pun mengerucutkan bibirnya, "hani bunni, kenapa sih distop, "ucap nanci sok manja.
"ih najis, "ucap bryan spontan memikirkan perasaan nanci.
"ih eke kan kangen ama kamu bos, "ucap nanci tanpa malu dan baru sadar kalau disebelah bryan ada seorang gadis cantik.
"eh maaf nona, kami hanya berteman ga usah diambil hati ye, "ucap nanci dengan gemulainya.
Nahya yang melihat perdebatan bryan dan nanci merasa lucu melihat wanita jadi jadian dan iya adalah desainer terkenal.
"Ada apa nih bos datang ketempat nanci, apa kangen sama nanci, "ucap nanci menggoda bryan.
Tapi bryan tak mudah tergoda, "nanci kamu suruh semua pelayan yang ada dibutikmu untuk menghadap saya sekarang, "ucap bryan dengan tegas dan berwibawa.
Melihat bryan yang begitu emosi, nanci ga berani lagi untuk menggodanya.
"Baik bos, "ucap nanci.
__ADS_1
Nanci pun menepuk tangan tiga kali untuk memanggil semua karyawan nya untuk menghadap.