
Sudah hampir dua minggu mereka tidak bertemu, hidup nahya pun aman aman saja ga ada yang lagi bulian seperti waktu itu, semua karyawan sudah kembali baik pada nahya ga ada lagi yang sinis padanya. Saat nahya mengerjakan tugas yang diberikan oleh staf karyawan, tiba tiba iya dikejutkan dengan datangnya sekretaris bryan, loli memintanya untuk datang keruangan presdir.
"Nona, anda disuruh keruangan presdir sekarang dan bawa berkas yang ada dimeja ruangan asisten, "ucap loli.
Karyawan yang ada diruangan pada menatap kearah nahya, karena sekembali nya presdir dari luar kota, kenapa anak magang yang disuruh keruangan nya." Kenapa bukan sekretaris tuan surya, "pikir mereka.
"Maaf mbak loli, kenapa harus saya, bukannya sekretaris tuan surya ada, "jawab nahya agak keras karena ga mau ada lagi kesalah pahaman pada staf yang ada diruangan nya.
"Saya juga tidak tau nona, saya hanya disuruh, "ucap loli yang kasihan melihat nahya yang merasa gugup, apa lagi para staf diruangan nya pada menatap nahya sinis."kenapa kalian menatap anak magang ini seperti itu, kalau kalian ingin komplin sama presdir sana, jangan menakutinya, "ucap loli tegas pada staf tersebut.
"Kalau kami berani sudah komplin, "gumam staf itu.
"Kalau ga berani, ya sudah diam aja dan cari aman jangan sampai dipecat, "ucap loli geram lihat tingkah staf wanita yang mengagumi presdir, walau pun dirinya juga tapi iya sadar diri.
Nahya jadi ga enak dengan staf diruangannya dan cepat melangkah kemeja tuan surya dan mengambil berkas yang menumpuk dimeja dan membawa nya keluar diikuti loli membawa nya keruangan presdir. Loli mengetuk pintu presdir Clek loli membuka pintu dan menyuruh nahya masuk kedalam.
"Tuan, nona nahya sudah datang, "ucap loli.
Bryan hanya mengangkat tangannya memberi isyarat untuk keluar pada sekretarisnya, nahya hanya diam disebelah loli, setelah melihat isyarat presdir nya, loli pun keluar dan menutup pintu ruangan kembali. Bryan yang melihat nahya yang diam saja dengan tumpukan berkas ditangan.
"Apa tanganmu tidak sakit?, "tanya bryan sambil menatap nahya yang didepan meja nya.
__ADS_1
Nahya bingung, kenapa bos nya menanyakan itu, "tangannya emang ga sakit, "pikirnya.
Nahya mengangkat kepalanya dan mata mereka pun bertemu membuat nahya gugup, "Tuan tangan saya tidak sakit ko, "ucap nahya yang belum paham maksud bryan.
"Apa bener, "goda nya.
"iya tuan, "jawab nahya semakin ambigu dengan ucapan bryan.
"Ya sudah, kamu pegang saja terus berkas itu, sampai tanganmu sakit, "ejek bryan sekalian menggoda nahya yang belum juga paham maksudnya.
Nahya baru sadar kalau berkas yang diminta bos ya masih ada ditangan nya.
"Astagfirullah, maaf tuan saya lupa, "jawab nahya baru paham, sambil nyengir, "pantas tangan nya ko merasa agak berat gitu, "pikirnya.
"hehehe, maaf tuan saya lupa, kalau saya membawa berkas, pantas tangan saya merasa pegel, "ucap nahya malu dan juga gugup.
"Hahahaha, kamu lucu sekali ay, apa kamu grogi aku pandangi, "goda bryan pada nahya dan membuat pipi nahya memerah.
"Ma..na ada tuan, "jawab nahya gugup.
"Masa sih, "tanya bryan sambil bangkit dari kursi kebesaran berjalan kearah nahya, nahya yang melihat bos nya bangkit dari kursi merasa berdebar jantungnya, "apaan nih dengan jantungku, "tanya nya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kamu kenapa gugup gitu, aku hanya membantumu untuk mengambil alih dokumen, "ucap bryan yang mengambil berkas dari tangan nahya, nahya semakin grogi apalagi sampai tercium wangi maskulin bos nya. "Wangi, "gumam nahya tapi masih didengar bryan.
"Beneran aku wangi, "ucap bryan dengan senyum tipisnya.
"Aa apa tuan bilang, "gugup nahya melihat punggung bos nya yang gagah saat berbalik untuk meletakkan berkas dimeja nya.
"Hahahah, kenapa kamu jadi salah tingkah seperti itu, "tanya bryan menertawai tingkah nahya yang grogi.
"hehehe, "nyengir nahya menampakkan gigi putihnya yang kecil kecil.
"tadi kamu bilang saya wangi"goda bryan sambil menatap nahya.
Nahya agak malu dengan ucapan sendiri ternyata didengar oleh bos nya. "kayaknya aku mengucapnya dalam hati, kenapa tuan nya dengar, "pikirnya.
"Mana ada saya bilang begitu tuan, mungkin tuan salah dengar, "jawab nahya menutupi grogi nya.
"hahahaha, saya dengar ko kamu bilang begitu, apa perlu saya lihatlah cctv ruangan saya, "ancam bryan padahal kalau dilihat pun mana mungkin terdengar suaranya, nahya bicara seperti berbisik gitu.
Mendengar ancaman bryan, nahya akhirnya mengakuinya walau pun malu rasanya pingin mencari lubang dan masuk kedalam nya.
Terimakasih author ucapkan pada semua yang telah mendukung karya author dan saya ucapkan selamat tahun baru, semoga menjadi hari yang baru buat kita semua.
__ADS_1
Bersambung