Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 119


__ADS_3

Bunda menghampiri orangtua bryan dan semua yang ada disana mengajak mereka semua untuk makan. Tak terkecuali anak buah bryan yang ada diluar.


Mereka semua pun menuju meja makan, untuk makan bersama, setelah makan orangtua nahya dan orangtua nasya kembali keruang tamu, hanya nahya dan bunda saja yang masih didapur membersihkan bekas makan mereka.


Orangtua bryan, ayah dan nasya kembali keruang tamu, papa bryan bicara dengan ayah nahya, papa bryan ingin memberitahu kedatangan saat ini.


Setelah berbicara dengan ayah nahya, karena yang bersangkutan belum datang, mereka berdua menundanya, menunggu semua nya berkumpul.


Nasya masih saja terus menempel pada bryan, membuat bryan sangat jijik dan juga risih.


Nasya pun sangat berani menggoda bryan dengan mengelus kaki bryan dengan kakinya. Saat bryan kebawa bryan merasa terkejut melihat kaki bryan yang dielus pakai kaki nasya.


"Kamu !, berani nya kamu berbuat begitu pada adik iparmu sendiri, "bentak bryan sambil menatap tajam pada nasya.


Tetapi nasya tidak merasa takut dengan bentakan dan tatapan tajam dari bryan. Walau bentakan nya tidak sekuat bila membentak anak buah nya, bryan masih menghargai orangtuanya dan orangtua pujaan hati nya.

__ADS_1


Meskipun bryan merasa sangat geram dengan tingkah nasya yang terus menggoda nya tanpa rasa malu sedikit pun, sampai sampai orangtua bryan juga melirik nasya yang terus mendekat pada putranya.


Orangtua bryan membiarkan nasya kakaknya Nahya mendekati putranya, papa dan mama bryan ingin mengetes kesetiaan putra nya, apa putranya akan tergoda pada saudari nahya sendiri atau sebaliknya.


Lama menunggu akhirnya nahya dan bunda nya pun ikut bergabung diruang tamu, "maaf jeng kelamaan ya menunggunya, "


"Ga apa apa jeng, ga lama, sayang sini dekat mama, "jawab mama bryan dan meminta nahya untuk duduk ditengah mama papa bryan.


Nasya yang mendengar orangtua bryan memanggil nahya mendekat, membuat rasa kesal dan iri melanda hatinya.


Bryan melihat wajah nahya membuat dirinya ingin sekali memeluk nahya, tapi apa daya nahya seperti menghindar dari nya, entah apa sebab nya bryan juga merasa bingung, semalam seingatnya mereka baik baik saja, apalagi melihat tingkah nasya yang bertingkah aneh padanya.


Nasya melihat bryan mengerutkan alisnya, melihat mata bryan yang tertuju pada nahya tanpa berkedip sama sekali. Membuat nasya merasa sangat kesal dan marah.


"Apa sih bagus nya sih nahya, cantikan aku lagi dan tubuhnya lebih seksi aku lagi, entah apa yang dilihatnya dari nahya, "ucap nasya dalam hati membandingkan dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"mas bryan, "nahya menyenggol tangan bryan dengan lengan nya.


Bryan melihat wanita yang disampingnya dengan tatapan jijik.


"Apa, "ketus bryan.


"mas bryan kenapa ketus begitu sih denganku, apa aku tidak cocok bersanding dengan mas bryan, apa kurangnya aku mas dibandingkan dengan adik ku, kami sama mas, apalagi mas bisa bandingkan, lebih cantikan aku lagi darinya, kenapa mas bryan tidak pernah melirik aku sedikit pun, "ungkap nasya pada bryan.


Bryan menaikkan alisnya mendengar ocehan wanita yang disebelah nya, apa lagi membandingkan dirinya dengan wanita yang sangat dicintainya.


"Wanita ku jauh lebih dari segalanya, ga bisa dibandingkan dengan diri mu, wanita ku adalah wanita luar biasa dimataku, tak ada yang bisa menggantikannya termasuk dirimu, "ungkapan hati bryan yang berbicara sambil menatap nahya.


Mendengar ungkapan bryan, nasya merasa geram, ingin rasanya nasya membunuh nahya agar bryan menjadi miliknya.


"ehm, seandainya nay, menyerahkan mas bryan padaku, dan nay tak ingin bersama mas bryan,memutuskan hubungan kalian, "ucap nasya dengan memprokasi bryan agar bryan marah pada nahya.

__ADS_1


"itu tidak mungkin, karena kami saling mencintai, "jawab bryan itulah yang dirasakan bryan selama ini pada nahya.


"itu kan seandainya,apa yang akan mas lakukan, "bujuk nasya masih memprokasi bryan.


__ADS_2