
Disebuah vila ditengah hutan yang dibangun bryan yang dijadikan markas, divilla itu juga ada ruangan bawah tanah untuk menyiksa para musuhnya, apabila orang itu telah menyinggung keluarga dan orang yang disayangi nya, jangan harap bisa hidup tenang.
Nasya yang baru sadar dari obat bias, mengedarkan matanya melihat sekeliling, "uh pusing nya kepalaku, dimana ini?, kenapa gelap sekali, "lenguh nasya saat tersadar.
"sudah sadar nona, "
Nasya tersadar, ternyata iya tidak sendiri, ada suara bariton yang menyapanya.
"Hem, dmana ini?, kenapa aku diikat?, bukannya kamu orang yang saya suruh untuk menculik saudaraku, kenapa aku yang kalian culik, aku sudah bayar mahal untuk itu,"tanya nasya dengan ketus, karena malah dia yang diculik, "apa orang ini ga bisa bedakan, apa?"tanya nya dalam hati.
Anak buah bryan hanya tersenyum tipis melihat wanita yang terus bertanya padanya.
"kenapa kamu diam, buka kan nih ikatan nya, "pinta nasya yang tak terima, karena dia yang di culik bukan nya nahya.
"sabar nona, jangan marah marah mulu, nanti cepat tua loh, "ledek anak buah bryan.
"bangsat, cepat buka, "jerit nasya pada anak buah bryan.
"hahahaha, kenapa nona cantik cantik ko judes sih, "
"huuu, bikin kesal saja, kalau terbuka ikatan ini, ku pukul tuh cowok bangsat tuh, "gerutu nasya.
Nasya hanya memutar bola mata nya malas.
"dimana teman mu, tadi menghubungi katanya sudah selesai misi yang saya berikan, tapi kenapa saya yang ditangkap, "ucap nasya kesal.
"hahahaha, maksud anda nona nahya, "
__ADS_1
"iya, mana dia, "
"Saya yang mau bertanya, dimana nona nahya?, "
Nasya pun bingung dengan pertanyaan pria didepan nya.
"bukan nya kau orang suruhan ku, "
"menurut nona, "
"kenapa balik tanya sih, tinggal jawab saja, apa susah nya sih, "ucap nasya dengan marah.
"hahahaha, jangan marah marah donk nona, "
Pria itu mendekat ke nasya dan berbisik ditelinga nasya, "nona suruh bawa kemana nona nahya, kalau nona tak beri tahu, nona akan membusuk disini, "ancam anak buah bryan.
"Ga perlu kau ancam aku, aku ga takut dengan ancaman mu, siapa kau sebenarnya, seperti nya kau bukan orang suruhan ku, "bentak nasya.
"hahahaha, besar juga nyali anda nona, "
"Ga usah basa basi, apa mau mu, "
"ini yang aku suka nona, baiklah, dimana nona nahya dibawa oleh orang suruhan anda nona, "
"cih, kalau tau pun, ga akan aku beritahu pada anda, "
"Kalau bos ga melarang menyakiti wanita ini," pasti nya sudah ku bunuh wanita ini, mulutnya tajam juga, ga ada anggun nya, pantas bos tak menyukai nya, "ucap anak buah bryan dalam hati.
__ADS_1
"hahahaha,"
" kalian tidak akan bisa menemukan saudara kembarku, dia akan mati dan aku yang akan menggantikan nya, menikah dengan bryan, "ucap nasya dalam hati.
"kenapa anda tertawa nona, kau emang wanita ular demi diri mu sendiri kau ingin melenyapkan saudaramu sendiri, cih menjijikan, "ucap anak buah bryan yang merasa jijik melihat kelakuan wanita yang ada dihadapan nya ini.
"hahahaha, kalau aku tidak bisa mendapatkan nya saudari ku juga tidak, walau pun aku harus mati, "oceh nya sambil tertawa merasa senang.
Pria itu sudah merasa emosi, dia pun mengambil pistol disaku jaket ya dan mengarahkan ke nasya.
"sekali lagi aku tanya, dimana nona nahya sekarang, "
"aku tidak tau, aku hanya menyuruh orang untuk menyingkirkan nya saja dan ga tau dibawah kemana,"ucap nasya ketakutan karena pistol yang diarahkan dikepalanya, keberanian nasya hilang melihat pistol tersebut.
"hahahaha, anda takut nona, dimana keberanian anda tadi, "
Nasya hanya diam saja, karena takut melihat pistol yang ada ditangan pria itu.
"percuma juga aku bertanya pada anda nona, anda juga akan membusuk disini, "
Lalu pria tersebut meninggalkan nasya seorang diri disana.
Sedangkan Bryan sudah melihat introgasi anak buah nya pada nasya melalui cctv dibawah tanah tersebut.
Bryan pun akhirnya menyuruh anak buahnya yang dapat meretas cctv jalan. Karena nasya tidak bisa diharapkan lagi.
Bryan ga ingin terjadi hal yang tak diinginkan pada nahya."gue harus menemukan nahya secepatnya, "
__ADS_1
Iya pun permisi dengan anggi untuk mencari nahya ke rumah sakit sejahtera yang diberitahukan anggi, sambil menunggu informasi dari anak buah nya.