Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 102


__ADS_3

Dokter pun datang dengan seorang perawat dibelakang nya untuk memeriksa nahya.


Bryan dan anggi pun mundur agar dokter dapat memeriksa nahya.


Setelah diperiksa oleh dokter, "gimana keadaan calon istri saya dokter, "tanya bryan pada dokter tersebut.


"syukurlah nona sudah sadar, tapi jangan buat nona terlalu banyak pikiran agar trauma nya cepat menghilang, kalau kondisi nona baik baik saja, "ucap dokter tersebut.


"alhamdulillah, terima kasih dok, "ucap anggi.


"iya sama sama nona,jangan lupa beri makan dan minum obatnya, kalau begitu kami permisi, kalau ada apa apa panggil kami kembali, nanti kami pun akan datang memeriksa kembali kondisi nona, "ucap dokter tersebut dan keluar dari kamar inap nahya.


Setelah kepergian dokter, nahya pun membuka mata nya, terlihat masih ada kesedihan dimata nahya.


"sayang, apa kamu mendengar yang kami bicarakan tadi, mas mohon jangan terlalu banyak berpikir, mas akan slalu melindungi kamu, "ucap bryan sungguh sungguh.


Nahya menatap ke bryan dan tersenyum,agar calon suami nya tidak bersedih lagi.


"terima kasih mas telah menemukan ay dan menyelamatkan ay, ay ga tau apa yang terjadi kalau mas ga datang tepat waktu, "


"shut, sayang jangan bicara seperti itu, itu kewajiban mas untuk melindungi kamu, kalau terjadi sesuatu padamu ay, entah apa yang terjadi pada mas, "


Anggi yang melihat sepasang kekasih tidak menganggap keberadaan nya pun, "ehm, seperti nya gue tak terlihat ya, sampai sampai yang jomblo nih diabaikan, "ledek anggi, melihat sepasang kekasih yang sedang mencurahkan isi hati.


"mas seperti nya ada suara tapi ga ada orang nya, "canda nahya.

__ADS_1


Bryan pun ikut mempermainkan anggi, "iya ay, seperti nya rumah sakit ini ada hantu nya, "


Anggi yang mendengar ucapan kedua orang itu pun memonyongkan bibir nya.


"hahahaha, udah jangan monyong kali tuh bibir, "ledek nahya.


"habis nya kalian memamerkan kemesraan didepan seorang jomblo, "jawab anggi kesal.


"maka nya cari pacar, biar ga jomblo lagi, "ledek nahya.


"cih mentang mentang sudah punya calon suami, diriku dilupakan, "rajuk anggi.


"hahahaha, iya iya maaf deh, "ucap nahya menatap sahabatnya yang slalu ada untuk nya.


Bryan yang melihat nahya sudah kembali seperti sedia kala, merasa senang, karena nahya sudah mau bercanda dengan sahabatnya.


Nahya pun menganggukan kepalanya, bryan pun mengambil makanan yan diberikan dari rumah sakit dan menyuapi nahya,


sedangkan anggi duduk disofa sambil memegang ponsel nya, ingin menghubungi orangtua nahya, sebelum memberitahukan keadaan nahya, anggi pun meminta persetujuan dari nahya.


"ay, apa orangtua mu ga diberi kabar, "tanya anggi.


Nahya melihat ke bryan ingin meminta pendapat, bryan pun paham dengan tatapan nahya.


"kalau menurut mas sih, kabari aja ay, agar ayah dan bunda tidak cemas, "

__ADS_1


"Hem, tapi jangan bilang ay dirumah sakit, ay ga mau ayah dan bunda tau, "


"Ya sudah, anggi ngerti ko apa yang harus anggi sampaikan, "


Anggi pun segera menghubungi bunda sisi.


Tut


"Assalamualaikum bunda"ucapnya.


"waalaikum salam, ada apa gi, jangan bilang tanya nay, karena nay janjian dengan mu, "


"hehehe, bunda pun, gigi kan belum ngomong, bunda sudah cerocos duluan, "


"mana taukan, kamu cari nay, "


"Ya enggaklah bun, gigi hanya mau bilang nay hari nih nginep tempat gigi, bolehkan bunda, "


"tapi gigi ga bohong kan, kalau nay nginep dirumah, "


"Is bunda, kayak gigi suka bohong aja sama bunda, gigi kan gadis paling imut, cantik dan baik hati, "ucap anggi memuji dirinya sendiri.


"cih narsis, "kata bunda.


"hahahaha, ya udah lah bunda, gigi hanya ingin menyampaikan itu saja, "

__ADS_1


"eh tunggu dulu, kalau gigi sama nay, nay nya mana, bunda mau ngomong,karena ponsel nay ga aktif, "


Anggi melihat ke nahya, apa nahya mau ngomong sama bunda nya apa enggak.


__ADS_2