
Diapartemen bryan..
Nay terkejut saat membuka mata sudah ada Ryan yang memandangnya sambil memegang hp nya.
Reflek nay terkejut " aaaaarrrt" jerit nay karena melihat Ryan yang begitu dekat dengan wajahnya.
Ryan pun kaget dan terjatuh menimpah badan nay dengan bibir menempel.
"Aaaaartt ciuman pertamaku"jerit nay dalam hati.
Ditolaknya badan Ryan agar menjauh, bukan menjauh Ryan masih melihat wajah cantik nay.
"Cantik dan manis juga bibirnya, "ucap Ryan dalam hati, mana berani Ryan ngomong langsung, gengsi donk.
"Awas, "teriak nahya sambil mendorong tubuh bryan.
Ryan terkejut dan langsung bangkit dari tubuh nay, menggaruk kepalanya yang ga gatal "hehehe, "tawa Ryan canggung.
"Dasar mesum "ucap nay.
Bryan marah karena dibilang mesum sama nahya.
"Siapa yang mesum ha, bukan nya kamu sudah sering ciuman ga usah sok suci lah nona, tadi aku ga sengaja, kamu aja yang menderita membuatku kaget, "bentak bryan ga suka dibilang mesum.
Nay marah sambil melototi Ryan.
"Kenapa kamu menatap seperti itu, marah dengar ucapanku tadi!, kan bener yang aku bilang, jadi jangan sok suci, "ucap bryan tanpa merasa bersalah.
"Apa maksudmu tuan, "tanya nahya ambigu dengan perkataan bryan.
"Kamu kan sudah sering ciuman, jadi ngapain marah, "ucap bryan.
"Jangan sok tau tuan, jadinya fitnah, "ucap nahya marah.
"Siapa yang fitnah sih, "tanya bryan balik.
"Ah sudahlah malas tanggapi yang ga bener, "jawab nahya.
Nay menarik nafas dan membuang, untuk mengontrol diri agar tidak emosi.
"Tuan sudah siap sarapan nya dan apartemen juga sudah bersih, "ucap nahya.
__ADS_1
"Sekarang aku mau pulang tuan, dari tadi panggil tuan dikamar tidak ada sahutan, jadi saya menunggu dan sambil nonton, eh malah ketiduran, "ucap nay menjelaskan.
"Hem, kamu kenapa bisa masuk, aku kan belum memberitahumu nomor kode apartemen, "tanya bryan.
"Waktu aku sampai apartemen, aku bel tapi ga ada yang buka pintu, lalu aku telpon tuan tapi ga diangkat, akhirnya aku hubungi tuan surya, Tuan surya yang memberitahu ku, "ucap nahya menjelaskan.
Bryan mengangguk ngerti yang dijelaskan nahya.
"Ya sudah temani aku makan, aku ga mau makan sendiri, "pinta bryan.
"Sepertinya makanannya sudah dingin tuan, apa perlu saya panas dulu, "ucap nahya.
"Boleh juga, biar aku tunggu di meja saja, "jawab bryan.
Nay pun langsung melangkah kedapur untuk memanasi makanan tadi iya masak. Setelah selesai iya menghidangkan makanan itu di meja. Nahya pun mengambilkan nya untuk bryan, mereka pun Akhirnya makan bersama dalam diam. Selesai makan nahya pun membersihkan piring kotor bekas makan mereka dan mencuci piring bekas makan dan masak, sementara bryan menuju ruang tamu dan memainkan hp nya.
Setelah selesai dan terlihat sudah rapi, nahya pun menuju ruang tv dimana tuan nya berada, iya ingin pamit pulang, karena waktu sudah siang. Apalagi nih hari weekend, biasanya nahya kalau hari libur iya akan bermalas malasan dikamar atau membantu bunda nya beberes rumah.
"Tuan saya permisi mau pulang, "ucap nahya pada bryan yang sedang memeriksa pekerjaannya dari hp.
Bryan mendongakan kepalanya melihat nahya yang berdiri didepannya.
"Apa"
"Nanti, temani aku dulu disini, "pinta bryan
"Haaa, Tuan aku gak bisa, semua sudah beres aku kerjakan, masa disuruh lagi temani tuan, "cicit nahya malas.
"Kenapa?, kamu janjian sama pacar kamu, "tanya bryan.
"Haa..apa maksud tuan, "tanya nahya heran.
"Mana ada aku pacar, aneh nih tuan menfitnah orang saja kerjanya"batin nahya.
Bryan yang melihat nahya diam, mengerutkan dari nya.
"Kenapa kamu tanya maksudku, apa kamu ga dengar yang aku tanya tadi, "ucap bryan.
"Kenapa tuan kepo dengan urusanku,, "kata nahya yang menatap tuan nya yang banyak tanya.
"Kenapa, ya sudah pokoknya temani aku bentar, ini perintah, "ucap bryan ga ada penolakan.
__ADS_1
"Huft"
"Dasar tuan pemaksa "
Dimansion orangtua bryan, Mamah dan papah Ryan heran karena Ryan pergi tanpa pamit.
"Mau kemana anak itu ya pah?, kenapa hari libur juga harus kerja, "tanya mama sofi.
"Mungkin ada janji mah, maka tergesah gesah mah, "jawab papa William bijak.
Mama melirik angel yang hanya diam aja mendengar obrolan mama dan papa Ryan.Mama sofi yang ga enak dengan angel pun, meminta maaf kepada angel atas kelakuan Ryan.
"Angel maafin Ryan ya, Ryan emang gitu anaknya kalau belum kenal, "ucap mama sofi.
"Iya tante, ga apa apa, "jawab angel padahal dalam hati sangat marah karena dicuekin bryan.
Karena ingin terlihat baik dimata orangtua bryan, angel memasang wajah sedih, biar orangtua bryan simpati.
"kita lihat aja nanti Ryan, aku akan merebut hatimu, bagaimana pun caranya, "ucap nya dalam hati.
Karena ga tahan melihat bryan yang meninggalkan nya, tanpa kata pun, angel pamit kepada orangtua bryan.
"Tante kalau begitu angel permisi dulu ya, takutnya terlambat, "ucap angel dengan raut wajah yang dibuat sedih.
"Oh ya sudah hati hati kamu, biar diantar surya aja, "ucap mama bryan.
Surya yang diminta mengantar angel, mau ga mau, mau menolak ga enak sama orangtua angkatnya. Surya sangat kesal sam bryan, ini semua karena nya. Surya pun menghembuskan nafas nya dan bangkit dari kursinya untuk mengantar angel.
"Makasih ya tante udah diijini nginep sini, "ucap angel.
Mama angel mengantar angel sampai depan pintu. Angel pun naik kedalam mobil surya dan membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya,.
"Hati hati bawa mobilnya Sur, "ucap mama angkatnya.
Mobil surya pun keluar dari mansion menuju tempat pemotretan angel.,didalam mobil ga ada pembicaraan, surya mau pun angel diam dengan pemikiran mereka masing masing-masing.
Diapartemen bryan, nahya sedang menemani bryan yang sedang kerja, iya hanya disuruh membuat minum dan makanan ringan menemani nya bekerja.
"huft"
Bryan akhirnya mengijini nahya pulang juga.
__ADS_1
Bersambung