
Setelah memaki maki Rey, nasya langsung mengganti pakaian nya, nasya ingin menemui Rey diapartemen nya, karena Rey tidak bisa dihubungi, tapi sebelum itu nasya ingin makan dulu dicafe dekat apartemen Rey, karena nasya sangat lapar nasya tidak selera makan dirumah, nasya sudah biasa makan makanan enak, jadi melihat masakan bunda ya hanya tumis kangkung dan tempe goreng.
Nasya telah memesan taksi dan taksi sudah ada didepan rumah nya, nasya langsung keluar dari rumahnya, pas mau keluar nasya bertemu bunda ya yang baru pulang belanja.
"Nasya kamu mau kemana?, "tanya bunda.
" Eh... Bun nasya mau keluar bentar jumpai teman, "jawab nasya.
" Ya sudah hati hati, "ucap bunda.
" Iya bun... Nasya pergi dulu, "jawab nasya.
Nasya pun keluar dan langsung masuk kedalaman taksi yang sudah dipesan ya.
" Kejalan xx ya pak, "ucap nasya.
Supir pun menjalankan mobilnya. Sesampainya dicafe nasya membayar ongkos dan keluar dari mobil masuk kedalam Cafe, saat sedang mencari tempat duduk, nasya melihat bryan yang juga sedang makan siang bersama klien nya, tapi diruangan khusus yang dinding nya kaca jadi tampak dari luar, nasya pun mendatangi meja bryan dan menyapanya.
Dibukanya pintu kaca dan nasya masuk kedalam, "selamat siang tuan," ucap nasya tanpa malu dan tersenyum manis.
"Siang juga, "jawab varel klien bryan.
" Maaf, apa saya mengganggu, "tanya nasya karena yang menjawab bukan bryan tapi orang lain.
" Enggak ko nona, kami sudah selesai metting nya dan sekarang lagi makan siang, "jawab varel.
" Makasih tuan, apa saya boleh bergabung, "tanya nasya.
" Mari silahkan nona, "ucap varel ramah karena varel orang nya ramah dan mudah bergaul.
" Apa tuan mengenal nona ini, "tanya varel pada bryan, tapi yang menjawabnya surya.
__ADS_1
" Ya kami mengenalnya tuan, "jawab surya.
Bryan hanya menatap nasya dengan datar, karena bryan tidak suka lihat nasya yang sok akrab padanya.
" Apa nona sudah pesan, "tanya varel.
" Belum tuan, karena tadi saya langsung kesini karena melihat tuan bryan dan tuan surya, "jawab nasya.
".....", varel pun menganggukan kepala nya.
Varel pun memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk nasya. Pelayan pun datang dan nasya pun memesan makanan dan minuman.
Tak berapa lama datanglah pelayan membawa makanan dan minuman yang dipesan. Mereka pun makan sambil mengobrol tentang kerja sama mereka, sedangkan nasya hanya mendengarkan saja, karena nasya ga tau apa yang dibahas. Selesai makan varel dan asisten nya pun undur diri.
"Kalau begitu saya permisi duluan, karena masih ada kerjaan lagi, "ucap varel berdiri dari tempat duduk nya.
Bryan dan surya pun ikut berdiri dan berjabat tangan.
" Saya permisi nona, sampai ketemu lagi, "ucap varel pada nasya.
" Iya tuan.. Hati hati, "ucap nasya.
Jadi tinggal lah bryan, surya dan nasya diruangan. Mereka tidak ada yang membuka obrolan, nasya pun berinisiatif mengajak bryan bicara.
" Maaf tuan, apa saya mengganggu, karena saya lihat tuan diam saja, "tanya nasya.
" Menurut nona, "ucap bryan malas.
Sombong kali nih cowok, ga ada manis manis nya, aku harus menaklukkan nih cowok," ucap nasya dalam hati.
"Enggak sih, "jawab nasya dengan pede nya.
__ADS_1
Setelah itu bryan dan nasya sama sama diam dengan pikiran masing masing.
Surya pun memanggil pelayan dan meminta Bill tanpa menghiraukan dua orang yang sedang berdebat. Setelah membayar, bryan pun mengajak surya keluar dari Cafe, sebelum keluar surya bertanya pada nasya.
"Nona kami akan kembali kekantor, apa nona mau tetap disini, apa keluar juga bersama kami, "tanya surya.
" Apa saya boleh ikut kekantor?, "tanya nasya balik.
Nasya pun sampai lupa dengan urusannya dengan Rey.
" enggak, "jawab bryan bukan surya yang menjawab.
" Emang kenapa tuan, saya kan hanya ingin kenal lebih dekat dengan tuan, "ucap nasya dengan muka memelas.
" Kalau saya bilang enggak ya enggak, "jawab bryan dan keluar dari ruangan sebelum dijawab nasya.
" Huuuuffff," nasya pun menghembuskan nafas nya dan ikut keluar.
Bryan dan surya pun langsung masuk kemobil tanpa menawarkan tumpangan pada nasya.
Nasya pun mengingat tujuannya dan langsung bergegas keapartemen Rey yang dekat dengan Cafe. Sesampainya didepan pintu apartemen nasya pun menekan sandi apartemen Rey, karena sudah diberitahu Rey semenjak mereka pacaran.
Ceklek.. Pintu apartemen pun terbuka, tapi tidak siapa siapa didalam apartemen, nasya mengambil hp nya didalam tas dan mencoba menghubungi Rey, tapi juga tidak diangkat, akhirnya nasya pun menunggu Rey diapartemen ya...
Apa Rey akan kembali keapartemen atau ke mansion orangtuanya... ???
Tunggu kelanjutan ya..... Dan dukung saya dengan like, vote dan favorit biar lebih semangat saya menulis nya.
Makasih.
Bersambung
__ADS_1