
Bryan ga peduli dengan tatapan para karyawan yang melihatnya berdekatan dengan peserta magang diperusahaan, yang terpenting bryan bisa membawa nahya pulang bareng, karena sudah seminggu bryan ga merasakan masakan nahya, nahya merasa bingung kemana bryan membawanya.
"Tuan kita mau kemana?, saya mau pulang, "tanya nahya.
Hening.... !!!
Sampaikan mereka didepan gedung apartemen bryan, nahya memperhatikan sekeliling.
"Tuan npai kita keapartemen, "ucap nahya takut.
"Cepat turun, apa mau saya gendong, "kata bryan.
Nahya pun cepat cepat turun dari mobil. Bryan langsung meraih tangan nahya masuk kedalam gedung apartemen. Sesampainya didepan apartemen dan menekan kode, pintu pun terbuka.
Ceklek... "masuk, "kata bryan.
Nay pun masuk dengan perasaan was was. Bryan melihat nahya melamun membuat bryan ingin menggoda nya.
"Jangan takut aku ga macam ko cuma satu macam saja, "ucap bryan menatap nahya dengan senyum tipis.
"Apaan sih, cuma satu macam, ga usah mesum, "ucap nahya.
"Siapa yang mesum, otak kamu yang mesum, "jawab bryan.
"Jadi npai aku dibawa kesini, "ucap nahya.
"Buatan aku makan malam, udah seminggu kamu ga masakin aku, "ucap bryan.
"Siapa suruh kamu pergi ga bilang bilang, "ucap nahya ga mau kalah.
__ADS_1
"Emang kalau bilang kamu mau ikut, tuk masakin aku, "ucap bryan lagi.
"Enak saja, siapa yang bilang, "ucap nay lagi.
"Tuh kan kamu yang bilang tadi, "ucap bryan.
"Aku pergi ga bilang bilang, emang kamu siapa aku, sampai aku harus bilang kekamu, "tanya bryan mengerutkan keningnya.
"Aku kan pembokat kamu, "ucap nahya polos.
"Ya udah masakin aku, aku mau mandi dulu, apa mau ikut mandi juga, "goda bryan.
"Ogah, "ucap nay malu dan langsung melangkah kedapur.
Bryan terkekeh melihat tingkah nahya yang lucu menurutnya. Bryan langsung melangkah masuk kekamar untuk mandi dan ganti pakaian. Sedangkan nahya sedang melihat isi kulkas apa yang akan nahya masak. Akhirnya nahya memasak ayam crispy balado dan sayur capcay. Nay juga membuat juice mangga untuk minumnya. Selesai masak nay menunggu bryan yang belum keluar dari kamarnya. Sudah satu jam bryan belum ada tanda tanda keluar, sedang masakan nya sudah mau dingin.
"kemana tuan aneh itu ga keluar keluar, apa aku panggil saja, iya panggil saja, "bathin nay.
Tok... Tok... Tok.
"Tuan.... Tuan..... Tuan, "jerit nay memanggil bryan.
Tapi ga ada sahut dari kamar.
"Gimana nih, apa aku harus masuk saja, takutnya tuan aneh tuh lagi ganti baju, "dalam hati nay. "aaaaaa... Bikin pusing aja pungutan nay masih berperang dengan pikirannya"
Ceklek... "tuan.. tuan, "panggil nay tapi ga ada sahutan, nay membuka pintu lebar dan mata nya melihat sekeliling, ga ada bryan disana. Akhirnya mata melihat kekasur.
"Ya ampun, dipanggilin ga ada jawaban, pantas saja yang dipanggil lagi mimpi indah, "bathin nahya sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Nay pun masuk menuju pinggir ranjang tempat bryan tidur, nay memperhatikan bryan yang tidur dengan lelap nya tanpa terganggu suara brisik.
"Tampan juga nih cowok aneh, "gumam nay sambil memperhatikan bryan yang tidur.
Tiba tiba mata bryan terbuka lebar.... "aaaaaarrrrt"kejut nay.
"Apa yang kamu lakukan, " ucap bryan sambil menutup telinganya.
"Tuan sih kalau mau bangun bilang bilang, jadi aku ga terkejut, "ucap nay sambil memanyunkan bibirnya.
"Mana ada orang bangun bilang bilang, "jawab bryan dan bangkit dari ranjang.
"npai kamu kekamarku, mau nyuri ya, "ucap bryan tanpa direm tuh mulut.
"Mana ada mau nyuri, yang ada mau panggil tuan, daritadi ditunggui dimeja makan ga keluar keluar, ya aku datangilah, eh malah molor, "ucap nay dengan wajah sedih karena dituduh mau mencuri.
"Oooo... Tapi kenapa muka begitu, "ucap bryan tanpa bersalah.
"Ga apa apa tuan, "jawab nay dan keluar dari kamar bryan berlari mengambil tas karena nay mau pulang, nay sakit hati atas ucapan bryan yang menuduhnya. Nay keluar dari apartemen bryan dan menyetop taxi untuk pulang kerumah karena sudah malam.
Sedangkan diapartemen, bryan lagi memakai baju, karena tadi bryan hanya tidur memakai boxer aja, bryan pun keluar kamar menuju meja, tapi ga ada tanda tanda nay disana, dicarinya diruang tv juga ada.
"Nahya.... Nahya.... Nahya, "panggil bryan tapi ga ada juga sahutan,
Bryan berlari mengambil hp untuk menghubungi nahya tapi ga juga diangkat malah dirijek. Bryan mengambil kunci mobil dan keluar dari apartemen nya mau mengejar nahya, sesampainya didepan gedung ga ada tanda tanda nya nay disitu, akhirnya bryan pun balik kembali keapartemen dan makan sendiri dengan pikiran serba salah.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca dengan cara like, vote, favorit dan komen, tanpa dukungan teman teman kami ga bisa berkarya dan membuat kami ga bersemangat membuat karya lagi.
Terimakasih.
__ADS_1
Bersambung