
"Author minta dukungannya dengan cara like, vote dan komennya. Agar lebih semangat up nya makasih. "
^^^...ππππππππππ...^^^
Bryan merasa heran melihat tingkah wanita ini yang hanya ingin magang diperusahaan nya, sampai menghadang dirinya diparkiran, bryan mengerutkan dahinya masih berpikir, "apa maksud wanita ini masuk keperusahan, apa lagi adik kembarnya juga disini, kalau diberi masuk takutnya menghambat pendekatan nya dengan gadisnya, ". Karena malas melayani wanita itu bryan pun menjawab seadanya saja. "itu bukan urusanku, tentang mahasiswa yang magang, semua itu sudah ada prosedur nya, "ucap bryan dan berjalan menjauh kearah mobilnya setelah bicara yang seperlunya, karena iya sudah sangat terlambat janjian dengan nahya.
Nasya yang ditinggal begitu saja sangat kesal, "kenapa pria ini susah sekali ditaklukan, kalau aku sampai masuk magang diperusahaan nya aku akan membuatmu takluk padaku, "Itulah pikiran nasya padahal iya bisa saja minta bantuan sama Rey han untuk magang diperusahaan keluarga nya, karena begitu obsesinya nasya pada bryan membuatnya buta, walau pun Rey han tak sekaya bryan.
Bryan melajukan mobil kearah halte tempat pertemuan nya dengan nahya, Sampainya disana bryan tak melihat nahya disana, iya melihat sekeliling halte tapi juga tak terlihat batang hidung nahya. Iya pun melihat jam ditangan nya, ternyata iya sudah telat satu jam, pantas saja iya sudah tidak ada, "semua gara gara wanita sialan itu, jadi nya aku telat ketemuan dengan nya, "ucapnya sendiri.
Bryan pun mengambil hp nya untuk menghubungi Seseorang.
__ADS_1
Tut begitulah panggilan hp nya.
"Assalamualaikum, "ucap yang diseberang.
"Waalaikum salam, kamu dimana, "tanya nya.
"Aku dibus, ini dengan siapa, "tanya yang diseberang karena nomernya yang ga ada nama.
Sedangkan Bryan melajukan mobilnya kearah halte yang dekat dengan rumahnya nahya, iya akan menemuinya disana, pasti nahya akan pulang, karena setau bryan nahya ga suka keluar rumah kalau tidak penting atau berjumpa dengan sahabatnya. Bryan sampai lebih dulu dari bus yang nahya tumpang, bryan memarkirkan mobilnya disekat halte sampai bus itu sampai dan menurunkan nahya, dengan sabar bryan menunggu nahya sampai, gak lama bus pun sampai dihalte bryan melihat dari kaca spion mobilnya, iya melihat satu persatu orang yang turun dari bus itu, bryan melihat nahya turun yang terakhir, saat bus tuh mulai jalan kembali bryan pun keluar dari mobil untuk menemui nahya.
"Ay, "teriak bryan yang memanggil nahya yang berjalan kearah rumahnya.
__ADS_1
Nahya yang mendengar ada yang memanggil orang dengan sebutan ay, seperti pernah mendengar nama itu, nahya pun berbalik dan melihat siapa yang dipanggil. Nahya terkejut tak menyangka tuan nya datang menemuinya dihalte dekat rumahnya. "Tuan kenapa ada disini, "tanya nahya dengan gugur karena mereka janjian dihalte dekat kantor, karena kelamaan nunggu, nahya pun pergi menaiki bus.
"ay sih, sudah disuruh tunggu, bukannya nunggu, "jawab bryan memelas.
"Tuan si kelamaan, satu jam aku menunggu, "ucap nahya ga mau disalahkan.
Bryan pun menarik tangan nahya dan membawanya kemobil, bryan membukakan mobil untuk nahya, nahya bingung mau dibawa kemana. "kita mau kemana, kenapa tuan menarik aku masuk mobil, "tanya nahya yang bingung melihat tuan nya.
Bryan tak menjawab, iya pun menutup pintu mobil dan memutar untuk masuk kedalam mobil juga. Setelah masuk kedalam mobil duduk dikemudi, iya mendekat kearah nahya, nahya yang melihat tuan nya semakin dekat membuat takut, "Tuan mau npain, "tanya nahya gugup karena tuan nya begitu dekat.
πlike, vote dan komen ditunggu ya...
__ADS_1