
Setelah mendengar cerita dari mama nya Rey langsung bersiap siap sesudah mama nya pulang, Rey ingin menemui nasya dirumahnya. Rey bersenandung kecil karena mengetahui nasya sudah ada dirumahnya,orang suruh Rey tidak mengetahui jika nasya sudah kembali, karena semenjak kejadian penculikan nahya dan nasya juga diculik oleh suruh bryan, nasya sejak kembali tidak pernah keluar rumah, karena ingatan nya dihilangkan anak buah bryan atas suruh bryan.
"maksudnya bukan dihilangkan seperti anak bayi ya sahabat pembaca semua, tapi dihilangkan ingatan nya sebagian saja, yang disana belum ketemu dengan bryan dan rey"
Sebab itu anak buah yang disuruh Rey tidak dapat menemui nasya, nasya baru keluar saat acara ulang tahun perusahaan, karena itu pun diajak orangtua nya.
Rey sudah bersiap dan keluar dari apartemen nya menuju rumah nahya mengendarai mobil sport nya.
Sampai dipekarangan rumah nasya sudah ada beberapa mobil didepan rumah nasya, saat memarkirkan dan keluar dari mobil, Rey sudah disambut bunda nasya yang berdiri didepan pintu rumahnya.
Rey pun disuruh masuk kerumah ya setelah mencium tangan bunda, Rey pun masuk kedalam rumah dan disana sudah banyak orang, salah satu nya adalah nasya kekasih ku yang duduk disebelah pria tampan, membuat kecemburuan dihati Rey keluar dan bertanya apa, "apa kedatangan ku tepat waktu, dan ku dengar bunda bersyukur akan kedatangan ku, apa nasya saat ini sedang dilamar, "itu lah yang ada dipikiran ku saat ini.
"Assalamualaikum, "salamku pada orang disana, semua orang menatapku dan menjawab salam ku.
"waalaikum salam, "jawab mereka semua yang disana.
Nasya kekasih ku menatap ku seperti tak mengenalku, nasya hanya diam tanpa menyapa ku sama sekali membuat diriku serba salah.
__ADS_1
Rey pun mencium tangan orang yang lebih tua dari ku dan juga berjabat tangan dengan pria yang duduk disebelah nasya kekasihku.
"oh ya perkenalkan, ini nak Rey, kekasih nya nasya, "ucap bunda memperkenalkan Rey pada orang yang ada disana.
Nasya terkejut mendengar penuturan bundanya, "apa maksud bunda dia adalah pacar nasya bun, "tanya nasya ga suka.
"sayang, apa kamu tak mengenalku, "tanya Rey heran, Rey mendekat pada nasya.
Nasya hanya menggelengkan kepalanya, kalau iya benar tak mengingat Rey.
Karena penasaran, Rey pun meminta jawaban pada orangtua nasya.
Bunda yang mengerti pun langsung menjelaskan pada Rey, semua yang terjadi.
Rey pun mengerti, mungkin nasya kebentur kepalanya sampai lupa ingatan. Rey pun disuruh duduk disebelah nasya, Rey tak bergeming menatap nasya, ingin rasanya iya memeluk nasya memberikan semangat untuk wanitanya. Tapi apa daya, nasya saja tak mengenalinya.
Ayah nahya pun memulai pembicaraan nya kembali, "apa kita bisa melanjutkan pembicaraan kita yang tadi, "
__ADS_1
"yaa,jadi gimana bryan, apa kamu sudah menentukan keputusan, "tanya papa bryan.
"sudah pah, bryan tetap memilih ay sebagai istri bryan, bryan ingin nikah nya disegerakan, agar tidak ada lagi halangan, bryan juga bisa menjaga ay, "
"iya, lebih cepat lebih baik, hal yang baik harus disegerakan, "ucap mama bryan.
"kalau kamu gimana nay, "tanya ayah nahya.
"kalau nay sih terserah ayah dan bunda, mana baik nya saja, "jawab nahya.
"kalau kamu nasya, apa kamu iklas, jika adek kamu nikah sama bryan, "tanya ayah.
Nasya hanya diam dan menoleh pada bryan, "apa ga ada lagi kesempatan untuk ku mas, "tanya nasya pada bryan.
Bryan pun melihat ke nasya, "nasya, kamu lihat disamping mu, mungkin dia memang jodoh mu, iya adalah pacar mu, jangan kau sia sia kan dia yang mencintaimu, kalau bryan hanya mencintai satu wanita, yaitu nahya mahendra, "jawab bryan tulus dan tegas, bryan ga ingin ada lagi kesalah pahaman, memberikan kesempatan pada wanita yang menyukainya.
Terimakasih untuk semua sahabat author, untuk saat ini dan maaf hanya satu up yang bisa author tulis, karena author ada urusan.
__ADS_1