
Saat ini dua keluarga besar sedang berada diaula tempat resepsi diadakan, nahya menggunakan gaun pernikahan dari desainer terkenal begitu juga dengan bryan yang menggunakan stelan jas, pengantin wanitanya tampak cantik dan anggun, sedangkan pengantin pria nya tampak gagah, terlihat wajah pengantin dengan senyum yang bahagia, sorot lampu mengarah pada pengantin yang berjalan menuju panggung.
Tangan bryan tidak pernah lepas menggandeng tangan nahya, bryan sangat bahagia akhir nya iya sudah menikahi nahya.
Sampai dipanggung nahya dan bryan disambut kedua orang tua mereka yang sudah berada lebih dulu dipanggung.
Kedua orangtua bryan duduk dikanan kiri pengantin, tempat yang sudah disediakan.
MC mulai membuka acara, para tamu sudah pada berdatangan mulai dari karyawan bryan, klien, para pejabat dan juga para artis yang bekerja sama dengan perusahaan, teman teman bryan maupun teman nahya, juga diundang.
Mereka tidak menyangka nahya bisa menjadi istri seorang pengusaha kaya.
bryan Alexander pengusaha muda yang banyak diincar para kaum hawa, setiap media cetak mau pun media elektronik menayangkan pernikahan bryan dan nahya, putra dari William Alexander pengusaha no 1 se Asia.
Para wanita dari kalangan atas mau pun bawah yang mengenal pengusaha tersebut patah hati melihat pria yang mereka suka sudah menikah.
Sebenarnya nahya ingin pernikahan yang sederhana saja, tapi orangtua bryan ingin menggelar pesta yang besar untuk putra satu satunya. Mau ga mau nahya menurut, iya tau bryan adalah anak satu satunya.
Pesta mewah sedang berlangsung, kedua orangtua sangat bahagia melihat wajah anak anaknya yang berseri.
Bryan membawa nahya menginap dihotel, dimana pesta digelar.
__ADS_1
Setelah tau para tamu sudah pada pulang, orangtua bryan dan nahya juga menginap dihotel yang sebenarnya milik keluarga bryan.
Dikamar hotel tempat bryan dan nahya dihias seperti kamar pengantin pada umum nya dengan kelopak bunga mawar diranjang size. Nahya saat masuk kekamar sangat terpukau dengan kemewahan kamar tersebut. Nahya tidak menyangka dirinya bisa merasakan kebahagian.
Bryan menatap nahya sulit diartikan dengan kata kata, melihat wanita nya yang sangat bahagia, nahya yang merasa dilihati, menoleh kepria yang melihatnya, iya tersipu malu dengan masih berbalut gaun pengantin, begitu juga dengan bryan yang masih memakai stelan jas.
Ryan mendekat kenahya dan menarik pinggang nahya dengan lembut mendekap tubuhnya dengan tubuh bryan. Nahya dan bryan saling tatap, dada nahya sudah berdetak kuat dan juga gugup, karena wajah bryan yang begitu dekat dengan wajahnya.
Bryan membelai wajah nahya dengan jemari nya, hingga nahya menutup matanya terbuai dengan sentuhan bryan, "apa ay sudah siap memberikan hak pada mas, "bisik bryan.
Mendengar bisikan bryan membuat tubuh nahya berdesir, nahya langsung membuka mata nya dan mendorong tubuh bryan spontan.
Melihat tingkah nahya yang malu malu membuat bryan tersenyum senang telah menggoda nahya.
"jangan lama lama ya, mas sudah ga tahan meminta hak mas, "ucap bryan dengan suara keras dengan tawa yang menghiasi ucapan nya.
Nahya yang berada didalam kamar mandi merasa malu dan juga gugup mendengar ucapan bryan, yang meminta hak nya.
Nahya ingin membuka gaun pengantin nya tapi kesusahan, ingin meminta bantuan pada bryan tapi malu.
Dengan hati hati iya membuka gaun nya, agar tidak rusak walau pun susah, iya ga mau meminta bantuan pada bryan, sedangkan bryan mandi dikamar mandi sebelah.
__ADS_1
Setelah nahya bisa membuka gaun nya, nahya berendam untuk merileks kan otot yang kaku karena lama berdiri. Saat selesai mandi iya ingin keluar dari kamar mandi tapi nahya mengintip terlebih dahulu, ingin melihat bryan apa masih berada dikamar karena daritadi iya tidak mendengar suara bryan.
Nahya keluar dengan lilitan handuk ditubuhnya, karena nahya lupa membawa baju ganti, dilihatnya bryan tak ada, nahya memberanikan diri keluar dari kamar mandi.
Nahya berjalan kearah lemari yang sudah tersedia dikamar hotel. Iya melihat didalam lemari hanya tersedia baju tipis yang tidak diketahui nahya baju apa.
"apaan baju kok begini, kayak jaringan ikan, "gumam nahya sambil merentangkan baju tipis tersebut.
Nahya ga mengetahui bryan masuk kedalam kekamar. Melihat nahya masih memperhatikan pakaian jaringan ikannya, bryan tersenyum melihat tingkah nahya.
"dari pada ga ada baju, pakai ajalah, "gerutu nahya dan melepas handuk nya, tanpa tau bryan ada disana.
Bryan melihat nahya membuka handuknya menelan salivanya sendiri melihat pemandangan didepan matanya.
"sayang, kamu menggodaku, "ucap bryan dengan suara lembut.
Membuat nahya terkejut mendengar suara yang dikenalnya. Nahya langsung menoleh kesumber suara. Nahya terbengong melihat bryan tanpa pakaian cuma handuk yang menutupi tempat terlarangnya dengan rambut basah terlihat sangat menggoda mata, apa lagi melihat tubuh atletis bryan, membuat nahya menelan salivanya.
"sayang, "nahya terkejut lagi melihat bryan yang sudah ada didepan matanya, membuat makin gugup.
"iya apa, "kata nahya sambil mengedipkan matanya yang terlihat sangat lucu dimata bryan.
__ADS_1