
Reyhan masih diam saat mendengar ucapan Suci, ia tidak mungkin mengajak Suci kawin lari kalau tidak di setujui oleh orang tua Suci, ia sudah pernah merasakan kehilangan itu sangat menyakitkan, di saat mamanya meninggal dan papanya sibuk dengan bisnis, ia merasakan kehilangan segalanya dan ia yakin kalau sampai nekad, maka ke dua orang tua Suci juga akan merasakan hal yang sama
" Aku akan berusaha."
Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Reyhan setelah ia dari tadi diam. Suci hanya mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum
" Rey, aku akan melakukan apapun untuk kamu, aku mencintai kamu dari pandangan pertama dan aku tidak bisa kehilangan kamu. Aku tau kamu tidak bisa untuk kawin lari, karena kamu memiliki sifat baik yang tidak pernah bisa aku miliki dan hanya orang-orang bodoh yang menilai kamu arogan." batin Suci
Gus Wahyu langsung menarik tangan Suci yang sedang berdiri bersama Reyhan
" Ikut Om!"
Suci merutuki kebodohannya karena tadi lupa kalau di sana ada Gus Adnan dan Gus Wahyu, ia bisa melihat kalau Gus Wahyu sedang menahan amarah dan ia terus di seret paksa oleh Gus Wahyu, ia ingin sekali melawan, tapi melihat Reyhan yang menggeleng-gelengkan kepalanya, itu membuat ia hanya patuh. Inilah sifat Suci, masih tetap sama seperti dulu, ia akan tetap patuh apa yang Reyhan katakan, tapi ia juga berteriak pada Reyhan
" Reyhan! Aku mencintaimu...!"
Reyhan hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya saat mendengar ucapan dari Suci, ia juga tidak peduli dengan tatapan Gus Adnan yang dari tadi menatapnya dengan tatapan marah
" Jauhi Suci!"
Reyhan hanya bertanya melalui mata pada Gus Adnan, tentu Gus Adnan juga mengerti kalau Reyhan sedang bertanya
" Jauhi Suci, jangan temui Suci lagi, apa kamu masih kurang jelas?!"
" Apa hakmu?"
" Saya berhak atas dirinya."
Reyhan tersenyum mendengar jawaban dari Gus Adnan
" Jadi kamu suka sama pacarku? Seharusnya kamu sadar kamu seorang ustaz, apa tidak malu mau mengambil hak orang?"
" Lalu kamu berpikir kalau Suci milikmu? Apa kamu sudah menikahi Suci?"
" Saya akan menikahinya."
" Silahkan kalau bisa."
Reyhan akhirnya mengerti kalau lelaki ini mungkin sudah mendapat restu dari orang tua Suci, melihat lelaki itu begitu dingin dan sombong
" Mungkin kamu bisa menikahinya karena dari orang baik-baik dan itu mudah untuk mendapat restu dari orang tua Suci, tapi kamu belum tentu bisa mendapatkan hati Suci, perlu kamu ingat, lelaki yang mencintai seorang Gadis, ia akan merelakan Gadis itu bahagia dengan lelaki lain dari pada hidup bersama, tapi tetap berpikir pada lelaki lain, itu adalah arti cinta yang sesungguhnya. Saya permisi."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Reyhan langsung pergi mendekati mobilnya. Setelah masuk mobil Reyhan langsung pergi dari sana. Gus Adnan hanya mengepalkan tanganya, melihat Reyhan pergi begitu saja dan bahkan ucapan Reyhan semuanya benar, ia memang tidak mungkin bisa mendapatkan hati Suci, terlihat jelas wajah Suci yang tadi di beri kode oleh Reyhan, lalu Suci hanya menurutinya untuk tidak membrontak, seketika Gus Adnan beristigfar karena ia tadi sangat marah
" Astagfirullah."
Setelah mengatakan itu Gus Adnan juga langsung pergi dari sana. Gus Wahyu membawa Suci ke rumah, Suci hanya pasrah mengikuti Gus Wahyu, hingga sampai di ruang keluarga
" Duduk!"
Suci hanya menurut saja. Gus Ilham sangat bingung melihat Gus Wahyu penuh dengan amarah
" Ini ada apa om?"
" Nanti kamu juga tau."
Kini Kiai Habibi dan istrinya yang bernama Suti juga menatap bingung saat melihat Gus Wahyu yang penuh dengan amarah
" Ini ada apa nak?"
Kiai Habibi bertanya dengan perasaan bingung
" Suci berpelukan di depan umum dengan lelaki yang bukan makhromnya abi."
" Di mana?"
" Di gerbang pesantren abi, tadi ada lelaki luar yang menjenguknya, bahkan Suci juga keluar dari pesantren, walau pun kang santri yang berjaga gerbang sudah menyuruh Suci untuk balik ke asrama."
Setelah mendengar penjelasan dari Gus Wahyu, kiai Habibi langsung bertanya pada Suci
" Siapa lelaki itu Uci?"
Suci yang melihat suasana tidak bersahabat, ia memutuskan untuk berbohong
" Itu teman kek."
" Jawab yang jujur Suci! Kaka tidak pernah mengajarimu untuk berbohong!"
Gus Ilham sangat marah saat mendengar jawaban dari Suci, ia tau kalau Suci sedang berbohong, bagai mana pun juga ia sudah hapal betul dengan sifat Suci
" Jangan emosi Ilham."
Suti mengelus punggung Gus Ilham untuk menenangkan amarahnya. Suci yang melihat kemarahan dari Gus Ilham, ia pun memutuskan untuk jujur
__ADS_1
" Itu Reyhan, pacar Uci."
" Astagfirullah, Uci."
Suti tidak habis pikir dengan pemikuran cucunya yang mau memiliki pacar. Wajah kiai Habibi juga berubah menjadi kecewa, Suci adalah cucu kesayanganya, ia selalu mewanti-wanti untuk menyuruh Ali mengawasinya lebih ketat, tetapi ia tidak menyangka kalau cucu kesayangannya benar-benar sudah salah pergaulan yang sangat berlebihan, ada rasa kecewa di hati kiai Habibi, karena ia tidak bisa mengawasi cucunya secara langsung
" Uci, kami tidak pernah mengijinkan kamu untuk berpacaran, bahkan kamu juga tau kakamu tidak pacaran, pasti kamu juga tau alasanya? Lalu kenapa kamu melanggar Uci? Kake benar-benar kecewa karena jelas-jelas kamu tau berpacaran itu di larang agama. Apa tidak bisa satu saja menuruti keinginan kami? Apa ayah dan bunda mengetahui hal ini?"
" Maaf kek, mereka sudah tau."
" Lalu apa jawaban ayah dan bunda?"
" Uci tidak tau jawaban ayah, tapi Uci tau jawaban bunda. Bunda melarang Uci untuk berpacaran denganya."
" Kalau sudah tau di larang kenapa Uci masih melanggar ucapan bunda?"
" Maaf."
" Tinggalkan pacar kamu Suci!"
Suci sangat terkejut saat mendengar suara Gus Ilham yang sangat marah
" Uci nggak bisa kak."
" Hubunganmu dengan Reyhan tidak seharusnya terjadi Suci!"
Gus Ilham mengepalkan tanganya, rasa marah, kecewa dan bersalah menjadi satu, ia juga sebenarnya tidak rela kalau adik satu-satunya menikah denga orang yang tidak di cintainya, tapi apa boleh buat, semua keputusan itu ada di tangan ayahnya dan keluarganya, hingga akhirnya Suci berakhir dengan memiliki ikatan hubungan lain. Walau pun tidak rela Suci berakhir seperti ini, tapi ia tidak bisa apa-apa selain membela keluarganya, karena sekarang Suci sudah sah menjadi istri Gus Adnan. Suci langsung berdiri dengan air mata yang mengalir deras
" Kalian tidak akan pernah mengerti! Reyhan adalah orang yang sangat berharga bagi Uci! Kalian hanya melihat Reyhan dengan satu sisi saja! Perlu kalian tau, apapun itu akan Uci lakukan selama bisa mendapatkan Reyhan!"
Suci langsung berlari keluar
" Suci!
Suci menghentikan larinya saat di panggil namanya, tapi ia tidak membalikan badan dan hanya diam tanpa kata
" Kamu tidak akan lolos begitu saja! Kamu akan mendapatkan sansinya!"
" Suci tidak peduli kak!"
Setelah mengatakan itu Suci langsung berlari lagi dengan air mata yang semakin deras, hatinya kecewa karena semuanya tidak ada yang menyutuji hubunganya
__ADS_1