
Gus Ilham berkali-kali mengusap wajahnya, kini ia menatap ke arah Suci yang ada dalam pelukan Gus Adnan
" Gue nggak tau siapa kalian, tapi gue nggak terima lo main pukul Rey, tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu!"
Samuel memang sangat tidak suka dengan orang yang main pukul saja, termasuk dengan Rangga, ia juga tidak suka, tapi ia tidak berani. Gus Ilham hanya diam
" Ilham, sudah jangan ladeni mereka, ayo kita pulang."
Gus Adnan langsung mengangkat tubuh Suci
" Iya mas."
Gus Ilham menatap ke arah Reyhan
" Maaf dan terima kasih, Suci biar saya yang urus."
Reyhan hanya mengangguk, walau pun ada rasa kecewa dan marah saat melihat pacarnya dalam gendongan lelaki lain, tapi ia sebisa mungkin untuk menahan amarahnya, ia mengalah demi kebaikan Suci yang masih tidak sadarkan diri. Samuel langsung menghalangi ke duanya dengan merentangkan tangannya
" Eh apa-apaan ini main bawa saja! Rey, berhak untuk mengikuti Suci dengan kalian!"
__ADS_1
Jujur saja Samuel tidak suka dengan Gus Adnan dan Gus Ilam
" Sam, dia adalah kakanya, dia lebih berhak dari pada gue, biarkan dia pergi."
Saat mendengar ucapan dari Reyhan, Samuel minggir, ia membiarkan Gus Adnan dan Gus Ilham pergi membawa Suci. Setelah mereka pergi Reyhan meringis kesakitan, ia memegang sudut bibirnya yang bengkak
" Lo itu di pukul diam saja, iya pukul baliklah, buat apa punya seni beladiri kalau di pukul hanya diam. Bukannya lo dulu remaja pembuat onar? Yang kerjanya keluar masuk kantor polisi."
Siapa yang tidak tau Reyhan saat mengijak remeja, si remaja pembuat onar dan sering keluar masuk kantor polisi karena kasus kekerasan
" Lo itu gila, bagai mana gue memukul dia, dia itu kakanya Suci, gue nggak mau cari perkara, gue nggak cari perkara saja mereka tidak setuju dengan hubungan gue, apa lagi kalau gue cari perkara, yang ada gue cari mati, karena gue belum tentu bisa hidup tanpa Suci. Sekali lagi gue ucapin terima kasih sama lo sam, gue nggak tau harus membalas kebaikan lo dengan cara apa."
Semejak Ayah Samuel meninggal karena serangan jantung 5 tahun yang lalu, Samuel dan Mamanya harus mengontrak dan bekerja yang hasilnya cukup untuk makan saja
" Maksud lo?"
" Orang kepercayan lo di perusahan Saskia Grup adalah mama gue. Semejak papa bangkrut, papa meninggal karena serangan jantung, gue dan mama harus ngontrak, pekerjaan mama hanya cukup buat kebutuhan sehari-hari, sedangkan gue yang bekerja paruh waktu di rumah makan, hanya cukup untuk beli kebutuhan sekolah, tapi mama marah besar dan melarang gue bekerja, karena semejak bekerja nilai gue turun derastis. Gue saat itu berpikir kalau gue hanya anak bodoh yang nggak bisa berbuat apa-apa. Gue awalnya tidak akan melanjut sekolah lagi, tapi saat itu lo mengambil mama gue untuk menjadi orang kepercayan di perusahaan ibu lo. Gue dari dulu ingin tau, siapa yang mempercayakan mama bekerja di Saskia Grup, sedangkan perusahaan Saskia Grup adalah perusahan yang berpengaruh nomer dua di kalangan bisnis. Hingga gue menemukan pakta kalau lo yang mempekerjakan mama dan bukan hanya itu gue juga tau kalau lo penyumbang dana terbesar di panti asuhan Kasih Bunda. Di situ gue mulai mencari tau lagi tentang lo, ternyata lo juga sering berbagi di anak jalanan. Jadi penilaian gue selama ini yang menganggap lo buruk itu salah Rey, lo orang yang baik yang bersembunyi di wajah arogan lo."
" Sam, gue memang pernah melakukan kesalahan di masa lalu, gue sering bikin onar saat sekolah di SMP, tapi semejak gue kelas tiga SMA dan mengenal Suci, gue akhirnya sadar, kalau kelakuan gue salah, gue hanya mencoba memperbaiki diri. Tentang mama lo, dia pantas untuk mendapatkan pekerjan itu, dia adalah teman mama gue, dan gue percaya kalau mama lo orang baik, itu kenapa gue menujuk mama lo menjadi tangan kanan gue. Gue tau kalau mama lo bangkrut, tapi jujur gue nggak tau kalau lo adalah anak bu Riana."
__ADS_1
Samuel tersrnyum saat mendengar ucapan dari Reyhan, memang setiap orang pasti akan berubah, termasuk Reyhan, dulu Reyhan adalah lelaki pendiam dan tidak bisa di sentuh, hingga Reyhan menjadi lelaki pembuat onar saat mamanya meninggal dunia, tapi semejak Suci hadir di hidupnya, lambat laun Reyhan menyadari kalau semua yang ia lakukan salah dan Reyhan ingin berubah menjadi lebih baik lagi
" Rey, apa lo mau berteman sama gue?"
" Tentu saja, bahkan kalau lo bersedia, lo bisa masuk ke geng Reki. Oh iya, tapi untuk sementara lo jangan berkeliaran, gue takut Danil balas dendam sama lo, dia bisa melakukan apa saja untuk Raka tanpa pikir panjang, agar Raka mengakui Danil sebagai adiknya."
" Iya, dan terima kasih atas ajaknya."
Samuel dan Reyhan berpelukan dengan layaknya pelukan lelaki sesaat sambil tersenyum. Setelah itu mereka langsung keluar dari apartemen
" Sam, gue pamit dulu."
" Iya hati-hati lo."
Reyhan hanya menjawab dengan anggukan kepala, lalu ia langsung masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya. Sebenarnya ia membawa mobil karena takut Suci terjadi apa-apa walau pun keadaan jalanan tadi macet. Setelah Reyhan menjauh Samuel tersenyum, ia selama bertahun-tahun menilai kalau Reyhan adalah pria jahat yang tidak tau rasa kasihan, karena Reyhan selalu saja buat onar, tapi ternyata di balik pakta semua itu, Reyhan juga memiliki hati malaikat, yang selalu menolong sesaorang yang sedang membutuhkan bantuan
" Sorry Rey, gue selama ini hanya menilai kalau lo pria jahat, gue baru tau semua pakta bahwa lo baik dua bulan yang lalu dari mama, hingga gue menemukan pakta lainya tentang lo, gue pikir lo anak yatim piatu yang hanya tinggal di apartemen sendiri dan bekerja paruh waktu, tapi gue nggak pernah menyangka kalau lo anak dari Saskia Grup dan Mahendara Comunity Grup. Ke dua perushaan yang sama-sama berpengaruh dalam kalangan bisnis." batin Samuel
Reyhan memang selama ini menutupi semua identitasnya, selain teman terdekat, hanya Suci dan Bi Minah yang tau identitasnya. Orang-orang hanya tau kalau Reyhan adalah bekerja paruh waktu di perusahaan perfilman. Samuel langsung menacap gas motornya untuk pulang ke rumah. Di perjalanan Samuel tidak henti-henti tersenyum, ia bersyukur karena akhirnya bisa keluar dari pertemanan Raka dan Rangga, ke dua lelaki yang sangat pemaksa dan keinginanya selalu ingin di penuhi. Memang Samuel berteman dengan mereka bukan karena ia jahat, tapi mereka mengancam kalau tidak ikut akan membuat hidupnya sengsara, memang setelah berteman dengan mereka, Samuel tidak pernah mendapatkan masalah apapun selain masalah dengan Raka dan Rangga yang hanya menganggapnya sebagai pesuruh
__ADS_1