
Gus Adnan masih diam, ia hanya menatap istrinya yang masih tidak henti-hentinya mentertawakannya. Walau pun ucapannya tidak lucu, tapi ucapan mesumnya mampu membuat istrinya tertawa. Tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu
Tok-tok
Gus Adnan berjalan ke arah pintu dengan rasa penasaran, biasanya kalau suster dan dokter, tidak pernah mengetuk pintu. Saat di buka, ternyata menampilkan ke empat sahabat istrinya. Kenzi, Samuel, Sisil, dan Sella.
" Eh kalian, ayo masuk."
" Iya Gus."
Mereka menjawab serempak. Suci yang melihat ke arah mereka ia langsung tersenyum lebar.
" Ah! Sahabat Uci akhirnya datang juga!"
" Jangan teriak-teriak Uci, kita bukan di hutan, heran gue kenapa Gus Adnan betah iya sama cewek seperti lo."
Kenzi tetap seperti biasa, ia akan selau bilang ceplas-ceplos pada Suci yang memang menurutnya Suci adalah wanita aneh. Sedangkan yang lain hanya menggeleng saat mendengar teriakan Suci. Suci langsung memeluk ke dua sahabatnya bersamaan. Mereka menyalurkan rasa rindunya. Setelah beberapa saat mereka langsung melepaskan pelukannya.
" Terima kasih iya buat kalian yang selalu ada saat Uci susah."
Suci langsung meneteskan air mata, entah kenapa ia sekarang mejadi cengeng saat melihat para sahabatnya.
" Kita itu sahabat Uci, tentu saja kita akan selalu ada, mau senang atau pun susah."
Sisil mengelus perut rata Suci sambil tersenyum
" Hey, si kecil, aunty tengokin kamu loh, kamu senang enggak di tengokin sama aunty?"
" Tentu saja aku senang aunty, terima kasih sudah tengokin aku."
Tawa mereka pecah saat mendengar jawaban dari Suci, hanya Gus Adnan yang tersenyum, senyuman bahagia, bahkan lebih bahagia saat sahabat dari istrinya yang sudah mengajak si kecil untuk berbicara. Kini pandangan Suci menatap ke arah Kenzi dengan sambil sesekali menunduk, karena ia tau kalau suaminya tidak boleh mentap mata dengan lawan jenisnya.
" Ken, aku minta maaf iya, sudah nuduh kamu yang enggak-enggak, dan kami juga mengucapkan terima kasih, karena kamu sudah ikut membantu kita berdua."
" Tanpa lo minta maaf juga gue sudah maafin lo Uci, gue cuma pengen tau kenapa Rey tidak percaya anggota Reki, bahkan lebih percaya dengan Samuel, akhirnya gue tau kalau Indra melakukan kejahatan, sedangkan Edi sama sekali tidak peduli tentang lo, jadi dari sini gue tau siapa saja yang tulus jadi teman kita, dan siapa saja yang tidak tulus jadi teman kita."
Kenzi berbicara sambil tersenyum, ia juga senang bisa membantu Suci, walau pun Reyhan sudah tidak ada, tapi menurut ia persahabatan mereka harus tetap berlajut agar saat mendapat kesulitan ia tidak sendiri, ada banyak teman-temannya yang setia untuk menemaninya.
" Ken, saya mengucapkan terima kasih atas bantuanmu, sekali lagi terima kasih."
" Sama-sama Gus, dan terima kasih sudah memberikan kami kepercayaan untuk selalu mejadi sahabat Suci."
Gus Adnan hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Kapan kira-kira Suci boleh pulang Gus?"
" Nanti sore Suci juga sudah boleh pulang Sam."
__ADS_1
" Syukur deh, kalau istirahatnya di rumah enak, kalau di rumah sakitkan susah, enggak bisa mesra-mesraan."
Sisil langsung menatap tajam pada Samuel.
" Mikirin hal mesum saja kamu Sam!"
Samuel tertawa kecil, lalu menatap ke arah Suci.
" Ini itu ajaran sahabat kamu si Suci! Aku itu cuma ngikutin saja."
Suci menatap bingung ke arah Samuel.
" Loh ko jadi aku Sam? Kapan aku mesum?"
Sebelum Samuel menjawab, Kenzi duluan yang mejawab ucapan dari Suci.
" Tiap jam otak mesum lo mejalar!"
" Apa jangan-jangan kamu iya Ken yang bilang sama Samuel kalau aku mesum?"
Jelas Kenzi pasti tau tentang kemesuman Suci, bagai mana pun juga dulu Suci selalu memaksa Reyhan untuk menciumnya, walau pun hasilnya tetap saja nihil, Reyhan tidak pernah menciumnya.
" Enggak! Ngapain gue ngomong tentang kemesuman lo?! Toh lagian tanpa gue bicara lo mesum juga, Samuel sudah tau kalau lo mesum!"
" Ko kalian jadi ngomongin mesum sih?! Nikah-nikah dong biar enggak usah ngumbar ngomongin mesum Ken! Biar seperti Suci."
" Sel, makannya jangan menjomblo terus dong, kalian berdua kenapa enggak pacaran saja?"
" Hah?! Pacaran sama siapa Sam?"
Sella bertanya sambil mengerutkan keningnya
" Kenzi juga jomblo, kalian jaga sudah kenal lama, jadi sudah tau satu lama lain."
" Ogah gue sama Sella! Sella enggak ada manis-manisnya jadi cewek!"
" Heh?! Siapa juga yang mau sama lo! Kalau di suruh sama Wiliam gue mau Sam."
Sella tersenyum malu-malu saat mengatakan nama Wiliam. Kenzi langsung menyentil kening Sella karena melihat wajah Sella yang gemes di saat malu-malu.
Pltek..
" Jangan bayangin yang enggak-enggak, mana mau Wiliam sama cewek seperti lo! Cewek bar-bar yang enggak ada manis-manisnya!"
" Sakit tau Ken, kata siapa gue enggak ada manis-manisnya?! Entar kalau gue oprasi pelastik mirip model yang sekarang lagi populer seperi Laura lo ngejar-ngejar gue lagi, nanti kalau lo ngejar-ngejar gue, gue bakal tendang lo sampai jauh."
Pltek..
__ADS_1
Kenzi menyentil kening Sella untuk ke dua kalinya.
" Jangan menghayal terlalu tinggi deh lo! Kalau jatuh nanti sakit!
" Sebelum gue sakit karena jatuh! Gue sudah sakit duluan karena di aniyaya sama lo Ken!"
Tidak sampai di situ, perdebatan mereka terus saja berlajut, hingga semua sahabatnya tertawa melihat kelakuan ke duanya. Sedangkan Gus Adnan hanya tersenyum, lucu menurut Gus Adnan Kenzi memiliki kesamaan seperti ia yang selalu menyentil kening istrinya. Sedangkan Sella memiliki kesamaan dengan istrinya saat di sentil pasti bilangnya penganiyayaan.
" Sudah dong becandanya, aku seperti sedang nonton sinetron yang awalnya adu mulut, eh ujung-ujungnya saling jatuh cinta."
" Enggak akan Uci!"
Sella dan Kenzi berbicara bersamaan, itu membuat semua sahabatnya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Sepertinya jodoh, banyak kesamaan dari kalian!"
Sisil berbicara dengan mantap, ia yakin kalau Sella dan Kenzi berjodoh, melihat mereka berdua yang memang sangat menggemaskan.
" Jangan sampai gue berjodoh sama dia!"
Kenzi dan Sella berbicara berbarengan lagi, membuat para sahabatnya hanya tersenyum.
" Oh iya Uci, gimana? Apa masih ada yang sakit?"
Kini Sella fokus menatap wajah Suci, ia menatap Suci dengan seksama.
" Ini yang sakit Sel."
Suci menujuk pada dadanya, ia memang merasakan sakit di hatinya dari pada badannya.
" Hah, kenapa?"
Sella bertanya dengan sedikit kuatir
" Iya sakit, karena orang-orang yang ingin merusak rumah tanggaku teman aku sendiri Sel, aku benar-benar sakit hati."
" Sabar iya Uci, semoga dari kejadian ini kamu bisa belajar, jangan terlalu percaya dengan orang lain, dan sekarang kamu harus belajar menjadi ibu yang baik."
" Iya Sel, aku tau. Terima kasih sekali lagi, karena kalian selalu ada untuk kita berdua di saat kita sedang membutuhkan bantuan."
" Jangan terus bilang terima kasih dong Uci."
Sella langsung memeluk Suci, di ikuti dengan Sisil yang memeluk mereka juga.
" Lebay banget kalian, dari tadi peluk-pelukan mulu."
Kenzi sedikit kesal dengan para sahabat wanitanya yang lagi-lagi berpelukan
__ADS_1