
Ucapan Suci sama sekali tidak berarti buat Maya, ia menatap Suci dengan tatapan sinis dan tangannya terkepal kuat.
" Gue nggak akan pernah toubat, sebelum liat lo mati! Lo mau terjun dari atas gedung ini? Atau lo mau mati dengan kecelakaan?!"
" Gue rasa lo sudah tau jawabannya, agama kita di larang keras untuk bunuh diri, bunuh diri adalah hal yang paling di benci Allah."
Suci masih berusaha sabar, ia mencoba mejadarkan akal gila Maya dengan menyebut nama Allah
" Halah! Basi! Lo jangan pernah ngomong masalah agama! Lo pikir lo itu suci hah?! Lo hanya wanita murahan yang tidak memiliki haga diri!"
" Setidaknya gue tidak melakukan hal kotor demi untuk mendapatkan sesaorang yang di cintai."
Maya yang akan menampar Suci lagi, tapi dengan sigap lelaki itu memegang tangan Maya
" Sudah gue bilang jangan sakiti Suci dengan berlebihan! Terkecuali gue sendiri!"
Suci menatap ke arah samping, matanya menatap tidak percaya kalau lelaki di sampingnya adalah sahabat terdekatnya sendiri
" Indra."
Suci memanggil nama Indra dengan sangat lirih, matanya masih menatap tidak percaya kalau lelaki yang ikut dalam teror untuknya adalah Indra. Indra langsung menghempaskan tangan Maya, kini tatapanya menatap ke arah Suci. Entah tatapan benci atau tatapan ingin membunuh, Suci sama sekali tidak mengerti.
" Enggak perlu terkejut sayang."
Indra mengelus pelan pipi Suci. Suci langsung menepis tangan Indra dengan sangat kasar
" Enggak perlu kasar sayang, aku juga nggak kasar sama kamu."
Suci masih di buat terkejut, di saat keterkejutannya belum sepenuhnya sadar karena masalah Maya, kini di buat terkejut oleh Indra. Indra ikut dalam teror tersebut, bahkan Indra memanggil Suci dengan panggilan sayang, dan bahasanya aku, kamu, itu membuat Suci semakin bertambah bingung
__ADS_1
"Maksud kalian apa?!"
Hati Suci sangat hancur dan sehancur-hancurnya, ia tidak pernah menyangka kalau mereka berdua pelakunya, terlebih ia juga tidak tau kenapa Maya dan Indra bisa saling kenal? Suci merasa kalau ia sangat bodoh. Terutama Indra, Indra adalah orang yang paling Suci percaya dari pada Kenzi dan Edi, persahabatannya bisa di bilang sangat dekat, tapi ia tidak menyaka kalau Indra adalah orang yang menusuknya dari belakang. Bahkan Suci sebelumnya menuduh Kenzi, lelaki yang sama sekali tidak ada ramah-ramahnya dan tatapan berbeda yang Kenzi berikan saat repsepsi pernikahan, itu membuat Suci yakin kalau Kenzi ikut terlibat, tapi nyatanya orang yang paling ia percaya yang ikut terlibat.
" Kenapa lo lakuin ini Indra?! Apa salah gue?!"
" Aku cinta sama kamu Suci! Jauh sebelum Rey mengenal kamu dan mencintai kamu! Aku mengalah karena aku ingin Rey bahagia. Rey adalah orang yang sudah menolongku dalam insiden kebakaran, setidaknya membuat Rey bahagia, hatiku juga sudah cukup bahagia, aku tidak masalah tidak memiliki kamu, karena aku sangat menyayangi Rey. Saat Rey meninggal, aku pikir aku bisa menggantikan posisi Rey di hati kamu, tapi ternyata enggak! Kamu mencintai lelaki lain lagi, selama ini aku sudah sabar dan mengalah demi kebahagian kamu, tapi nyatanya aku nggak bisa terus sabar, aku nggak bisa terus menunggu kamu dan aku nggak bisa lupain kamu Suci!"
Setelah mendengarkan ocehan Indra panjang lebar. Bahkan Suci di buat bingung, bukan bingung karena Indra bilang cinta, tapi saat ia kenal dengan Indra adalah saat ia sudah bersama Reyhan
" Tapi kita kenal juga saat Rey sudah menjadi pacarku, dan kamu adalah anggota baru. Saat itu Rey masih dengan nama geng Reks, dan setelah itu Rey mengganti nama gengnya mejadi Reki."
Memang saat itu nama geng Rey adalah Reks, yang terdiri dari Reyhan, Edi, Kenzi dan Satria, hanya saja Satria meninggal saat kecelakaan pesawat, dan Indra adalah anggota baru, itu kenapa nama geng Rey mejadi Reki
" Aku yang tiap hari kirimin kamu bunga mawar putih dan coklat, aku tau kamu suka bunga mawar putih, dan aku tau kalau kamu juga suka coklat, untuk itu aku selalu mengirimimu tanpa bosan. Aku juga menulis note di situ dengan ucapan yang berbeda-beda."
"Jadi lo yang sudah membuat gue di bully berbulan-bulan?! Terus lo kemana saja saat gue membutuhkan bantuan?! Bahkan yang menolong gue adalah Rey saat itu. Saat itu Rey yang mengulurkan tangannya untuk membangunkan gue yang lemas tidak berdaya saat di bully! Lalu apa pantas sekarang lo datang dan bilang lo cinta sama gue? Di saat gue sudah menikah?!"
Suci mengepalkan tangannya kuat, ia berusaha untuk terus beristigfar, ia tidak mau kalau nanti masuk dalam permainan mereka berdua, ini bukan saatnya ia untuk melupkan emosinya, ia takut masalahnya tambah kacau
" Aku minta maaf, aku salah, tapi jujur aku mencintai kamu, dan sekarang aku akan melakukan apa pun demi untuk mendapatkan kamu, kalau aku harus membunuh Gus Adnan demi untuk mendapatkan kamu, maka akan aku lakukan."
Suci memijit plipisnya, ia sudah benar-benar sangat pusing, kalau terus mendengar ocehan mereka mungkin bisa jadi akan membuatnya gila.
" Lalu apa keinginan kalian? Apa datang kesini untuk membahas ini saja?"
" Suci, kamu tinggal pilih, lebih baik kamu menderita? Atau aku yang akan membunuh Gus Adnan?"
" Kalian mau apa sebenarnya?!"
__ADS_1
Suci sudah sangat emosi, kenapa dua orang ini menguras habis kesabarannya.
" Nanti juga lo tau, gue akan membuat lo mejadi sampah yang tidak berguna!"
Maya berbicara dengan senyum mengejek, dan dengan mata yang berbinar seperti sedang mendapatkan berlian.
" Suci, tinggalkan Gus Adnan dan menikahlah denganku, semuanya selesai."
" Kenapa gue punya sahabat gila cinta seperti mereka." batin Suci
Suci menghela nafas kasar
" Gue nggak akan pernah meninggalkan mas Adnan!"
" Kalau aku ingin tetap memilikimu bagai mana? Apa aku harus melakukan seperti Raka supaya kamu jadi milik aku?"
Suci mengepalkan tangannya, ia sudah tidak bisa menahan kesabarannya, ia langsung menendang pusat inti milik Indra.
" Ajir! Kamu apain burung aku?!"
Indra memegangi pusat inti miliknya yang merasa sangat sakit, ia melupakan wanita seperti Suci. Suci tidak bisa di pandang lemah, bahkan Suci adalah wanita yang paling di takuti di sekolah semejak bersama Reyhan
" Lo jangan coba-coba macam-macam sama gue! Lo pikir dengan kemampuan lo itu bisa membuat gue minta ampun hah?! Gue bukan Suci yang dulu! Sebelum lo cari masalah lo harusnya cari tau dulu siapa gue!"
Tatapan Suci yang dari tadi menatap dengan bingung, tapi kini menatap mereka dengan tatapan tajam
" Indra, gue harap lo taubat, gue ingin lo menyadari apa yang lo lakukan itu salah, gue nggak mau kita saling menyakiti satu sama lain, karena itu akan merugikan kita semua, di sini tidak akan ada yang mendapatkan keberuntungan."
" Rasa sakit aku sekarang tidak ada apa-apanya dari pada rasa sakit yang akan kamu alami."
__ADS_1