Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 43 Suci minta maaf


__ADS_3

Gus Adnan langsung melajukan mobilnya ke arah alamat yang di minta Suci. Sepanjang perjalanan Suci menangis hingga tersedu-sedu, walau pun ia tadi sempat berhenti menangis untuk memperlihatkan pada ke tiga sabatnya bahwa ia baik-baik saja, tapi hatinya tetap saja ia sedih dan merasa bersalah atas meninggalnya Reyhan. Suci menutup wajahnya dengan ke dua tangannya sambil menangis


" Maafin aku Rey! Maafin aku. Hiks... Hiks..."


Gus Adnan menghela nafas berat, ia langsung menghentikan mobilnya ke samping jalan, ia langsung melepas sabuk pengamannya dan sabuk pengaman milik Suci, lalu langsung menarik Suci dalam pelukannya


" Ini bukan salahmu Uci, semuanya sudah takdir, kalau Allah memintanya untuk kembali, maka kita kapan pun akan kembali, dan cara kembali kita memang berbeda-beda, semuanya sudah di gariskan oleh yang maha kuasa."


Suci yang menangis, ia sangat terkejut, bukan terkejut karena ucapan Gus Adnan, tapi karena perlakuan Gus Adnan padanya


" Apa Gus Adnan melupakan larangan agama karena panik liat aku menangis?" batin Suci


Tapi setelah beberapa detik berpik sambil menangis, ia menangis lagi


" Berhenti menangisinya Uci, kasihan almarumah."


Suci hanya menganggukan kepalanya, ia langsung melepaskan pelukan Gus Adnan, lalu menatap Gus Adnan dengan seksama


" Apa Gus tidak takut dengan wanita yang Gus cintai marah, karena telah memeluk Uci?"


" Jika dia sudah tau, dia tidak akan marah, tapi saya tidak tau apa dia menerima saya seperti dia menerima kekasih haramnya dulu, yang jelas saya hanya berharap kalau dia bisa menerima saya, walau pun mejadi yang ke dua di hatinya saya iklas, karena saya percaya yang maha kuasa adalah bisa membolak-balikan hati manusia."


Kata-kata Gus Adnan sangat menyentuh di hati Suci, ia tidak percaya kalau lelaki tampan seperti Gus Adnan menaruh hatinya ke pada wanita yang tidak meliriknya


" Bukan'kah dalam islam melarang berpacaran? Lalu apakah mencintai seorang wanita yang bukan mahromnya itu dosa?"


" Agama kita memang melarang kita untuk pacaran, tapi saya mencintai Gadis itu karena sudah halal untuk saya."

__ADS_1


Gus Adnan berbicara sambil tersenyum, setidaknya ia membuat Suci melupakan Reyhan untuk sejenak, karena kalau Suci mengingatnya lagi, Suci akan menangis tersedu-sedu dan menyalahkan diri sendiri


" Jujur Uci tidak paham dengan pikiran Gus, kenapa Gus mencintai Gadis yang sudah memiliki pacar, benar-benar tidak jelas."


" Sudah saya katakan dia sudah halal untuk saya."


" Apa wanita itu cantik?"


" Jelas kalau wanita itu memang sangat cantik menurut saya."


Setelah rasa penasarannya sudah terjawab semua, Suci baru sadar kalau mobil itu tidak berjalan


" Gus, kenapa kita berhenti di sini?"


" Tadi kamu menangis, jelas itu membuat saya kuatir Uci. Pakailah sabuk pengamanmu, kita berangkat ke apartemennya."


" Bi."


" Non Suci!"


Bi Minah langsung memeluk Suci. Suci juga membalas pelukan bi Minah, walau pun bi Minah hanyalah seorang pembantu, tapi karena Suci menghormati bi Minah dan memperlakukan bi Minah sangat baik saat masih bersama Reyhan, jadi bi Minah tidak canggung untuk memeluk Suci


" Yang sabar iya non, non harus tabah, semuanya sudah takdir."


Suci langsung menangis lagi saat mendengar ucapan dari bi Minah, menurut ia ini bukan takdir, ini adalah salahnya, kalau ia tidak ikut tawuran saat itu, mungkin Reyhan tidak akan pernah mejadi korban. Bi Minah dan Suci melepaskan pelukannya. Kini mata bi Minah melihat ke arah Gus Adnan. Suci yang melihat Bi Minah menatap Gus Adnan, ia langsung memperkenalkan Gus Adnan


" Bi, dia adalah Gus Adnan, guru Uci di pesantren."

__ADS_1


" Oh iya non, pantas saja pakaiannya berbeda."


Seumur-umur bi Minah bekerja di sini, ia memang baru pertama kalinya melihat lelaki yang memakai baju koko dan peci, tentu membuat ia bingung, terlebih lelaki itu menurut bi Minah masih muda, kini bi Minah menatap lagi ke arah Suci, ia baru sadar kalau Suci memang menggunakan gamis dan hijab yang sampai pinggang


" Bi, bapak ada?"


" Oh iya non sampai lupa, ada non, mari silahkan masuk non, den Gus."


Sungguh Bi Minah bingung harus manggil apa pada Gus Adnan, hingga ia memanggil den Gus. Mereka masuk mengikuti bi Minah hingga mereke berhenti di sofa ruang tamu


" Silahkan duduk, bibi akan panggilkan bapak dulu."


Suci hanya mejawab dengan anggukan kepalanya. Setelah bi Minah pergi, tidak lama lelaki paru baya itu turun dari tangga dengan mata yang merah seperti habis menangis. Setelah sudah berada di depan Suci, Suci langsung bersujud di kaki Mahendra


" Maafin Uci om, ini semua salah Uci, kalau saja saat itu Uci mendengarkan ucapan Rey untuk tidak ikut tawuran, mungkin Rey tidak akan jadi korban oleh kecelakaan yang di rencanakan. Hiks... Hiks... Tolong maafin Uci Hiks.... Hiks..."


Mahendra langsung membangunkan Suci yang terduduk di depan kakinya


" Kamu jangan pernah nyalahin diri kamu Uci, saya tau kamu orang baik, karena kamu Rey mejadi lelaki bertanggung jawab dan berhenti tawuran, karena kamu hubungan saya dan Rey menjadi layaknya seperti seorang papa dan anak, karena Rey sangat membenci saya saat itu, tapi ini bukan salahnya, ini karena salahku yang tidak ada waktu."


" Tidak om, perbuhan Rey karena dirinya sendiri, bahkan Uci saja masih selalu di nasehatin Rey. Om, Uci sekali lagi minta maaf."


" Sudah saya bilang kalau kamu tidak salah, yang salah adalah Ellen, seorang model papan atas dari Wilson Grup."


Suci tercengang saat mendengar jawaban dari Mahendra, ia tidak percaya kalau lelaki paru baya itu sangat mudah mengetahui siapa dalang dari rencana kecelakaan Reyhan


" Saya sudah tau segalanya termasuk kesalah pahamanmu terhadap Jonatan. Saya harap kamu bisa iklas Uci, saya hanya ingin Reyhan meningal dengan tenang, tanpa beban berat karena telah meninggalkanmu. Reyhan berpesan kalau kamu harus bisa untuk melupakannya, itu adalah keinginan terakhirnya, ia ingin kamu hidup bahagia dengan lelaki pilihanmu kelak."

__ADS_1


Mahendra memang berbicara sesuai pakta, kalau Reyhan menginginkan Suci untuk melupakannya, seperti yang di bilang Suci, karena Reyhan yang mengajaknya untuk berpacaran, maka harus Reyhan juga yang mengahiri hubungan ini. Dada Suci merasa semakin sesak saat Mahendra tidak menyalahkannya, harusnya Mahendra menyalahkannya tentang meninggalnya Reyhan


__ADS_2