Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 64 Memancing mangsa


__ADS_3

Samuel bukan menuduh tanpa sebab, tapi ia yakin kalau itu ada kaitanya dengan Siska, karena saat menghadiri pernikahan Suci hanya Siska yang menatap Suci dengan tatapan berbeda, kalau Kenzi ia sama sekali tidak ada bukti kuat untuk menuduhnya. Semua sahabat pasti marah saat sahabat terbaiknya baru meninggal beberapa bulan dan pacarnya menikah, tapi ia percaya kalau Kenzi tidak akan berbuat nekad


" Semoga dugaanku salah."


Suci hanya mejawab dengan anggukan kepala


" Lalu aku harus gimana Sam?"


" Aku yang akan mencari tau tentang masalah ini, tapi kamu kesini kenapa sendiri? Kenapa tidak di temani oleh suamimu?"


" Mas Adnan sedang mengajar, dan aku bilang mau bertemu dosen pembina untuk melajutkan kuliah lagi, kalau tidak begitu mana boleh."


Samuel menghela nafas berat, menurut ia Suci itu bertindak gegabah, walau pun perjalanan itu hanya 20 menit jaraknya memakai motor, tapi bagai mana pun juga Suci adalah wanita polos yang tidak mengerti situasi bahaya


" Saran aku kamu bilang sama Gus Adnan Uci, jangan bertindak gegabah, dari tadi aku merasa kita itu seperti sedang di intai."


" Aku hanya takut kalau nanti nyawa mas Adnan juga terancam. Aku sudah pernah kehilangan lelaki yang aku cintai, aku tidak ingin kehilangan mas Adnan. Aku merasa juga begitu Sam, sepanjang perjalananku seperti ada orang yang mengikutiku, tapi aku juga tidak tau siapa, tidak ada yang mencurigakan saat aku melihat ke arah belakang."


" Iya, kamu nggak perlu panik, kalau ada apa-apa hubungi aku."


" Iya terima kasih Sam."


Samuel melihat ke kanan dan kekiri dengan lirikan matanya, ia tidak mencari dengan tatapan matanya langsung, karena takut ketahuan oleh pengintai, tapi tidak ada tanda-tanda pengintai. Tiba-tiba ponsel Samuel bergetar, itu menandakan ada pesan masuk


Dret...


Samuel langsung melihat pesan tersebut, ia membulatkan matanya saat membuka pesan whatsApp dari Sisil yang tertulisa. Kamu di mana Sam, ko kamu sama Suci? Kamu juga nggak bilang sih tiba-tiba menghilang saja dari pesta pernikahan, dan foto ini maksudnya apa Sam? Di sana ada tiga foto yang di pegang Sisil di tangannya. Samuel langsung membalas pesan Sisil. Tidak bisa di jelasin sekarang, yang jelas ini menyangkut ancaman untuk Suci, kamu cukup datang ke cafe H&L, bawa ke dua sahabatmu, dan kamu pura-pura marah padaku dan Suci, lalu kamu lempar 3 foto itu ke aku, tapi kamu jangan bilang pada ke dua sahabatmu tentang ini, sekarang Sil. Itulah yang di tulis oleh Samuel. Setelah pesan itu sudah di baca oleh Sisil, Samuel langsung memasukan ponselnya di dalam sakunya, ia melanjutkan obrolannya lagi bersama Arra


" Ingat jangan gegabah, aku akan berusaha menyelidiki semuanya."


Suci hanya mejawab dengan anggukan kepala. Setelah sekitar 10 menit Sisil dan ke dua sahabatnya datang. Sisil memainkan permainan yang di minta oleh Samuel, ia berjalan dengan angkuh, lalu langsung menggebrak meja mereka dengan sangat keras


Bruk...

__ADS_1


Suci sangat terkejut, ia langsung berdiri dan melihat ke arah Sisil dan ke dua sahabatnya. Sedangkan Samuel hanya pura-pura terkejut


" Apa yang kamu lakukan Sam?! Kamu menghiantati aku hanya untuk dia?!"


Suci membulatkan matanya saat namanya tidak lagi di panggil oleh Sisil, dan mengganti panggilnya dengan kata dia


" Aku bisa jelasin Sil, ini nggak seperti yang kamu pikirkan, aku hanya."


Belum sempat Suci menyelsaikan ucapannya, Sisil langsung membentaknya


" Cukup! Aku benci sama kamu Uci! Kenapa kamu tega menikung aku dari belakang?! Apa salah aku Uci?! Sampai-sampai kamu merebut pacarku?!"


Mata Sisil berkaca-kaca, ia mendalami perannya. Banyak pengunjung yang berbisik bisik dan tidak menyangka dengan Gadis yang memakai gamis dan hijab itu perebut pacar orang. Mata Suci mulai berkaca-kaca, ia beristighar berkali-kali di dalam hatinya. Sedangkan mata Samuel fokus menatap Sisil dan lirikan matanya menatap ke dua sahabatnya agar ia bisa menemukan titik terang, karena ia yakin dari salah satu mereka ada yang berhianat.


" Sil, aku bisa jelasin, aku kesini."


Ucapan Suci lagi-lagi di potong oleh Sisil. Sisil sebenarnya takut, bagai mana pun juga Suci adalah pernah mejadi ketua gengnya, ia langsung melempar 3 foto itu ke wajah Suci


" Lihat itu! Apa kamu masih mau mengelak?!"


" Ini nggak seperti yang kamu pikirkan Sil, aku bisa jelasin."


" Kamu bilang jelasin?! Apa yang harus di jelasin?! Aku sudah melihat dengan mataku sendiri kalau kalian sekarang sedang berduaan, dan kamu Sam! Kenapa kamu hanya diam membisu?!"


" Aku bingung harus menjelaskan apa, kalau boleh jujur aku memang sudah mencintai Suci dari awal kita bertemu, maaf. Aku menghianati kamu, tapi aku memang tulus mencintai Suci."


Samuel bohong dan pura-pura merasa bersalah. Sedangkan Suci di buat tercengang dengan jawaban Samuel


" Brengsek kamu Sam! Dan kamu Suci, mulai dari sekarang jangan pernah lagi bersahabat denganku! Aku benci!"


Setelah mengatakan itu Sisil langsung berlari di ikuti ke dua sahabatnya.


" Tunggu Sil! Aku bisa jelasin!"

__ADS_1


Suci yang akan mengejar Sisil, tangannya langsung di tahan oleh Samuel


" Jangan di kejar."


Setelah mengatakan itu, ia melepaskan tangan Suci. Suci menatap Samuel dengan perasaan marah


" Maksud kamu apa tadi Sam?!"


" Duduk, aku bisa jelasin."


Suci menurut saja ia langsung duduk lagi dengan perasaan marah dan kecewa. Samuel mengambil ponselnya, lalu langsung membuka chat bersama Sisil, ia berikan ponsel itu ke Suci.


" Baca."


Suci membaca semua chatan itu, ia membulatkan matanya


" Jadi ini?"


" Iya, aku hanya memancing mangsa, aku tadi hanya melakukan etingku saja, kamu tenang saja, aku yakin kalau ini ada kaitanya dengan Siska, walau pun aku belum tau siapa lagi yang ikut dalam masalah ini, tapi aku yakin dan seyakin-yakinnya. Aku tadi melihat tatapan dan senyuman menyringai di wajah Siska."


" Maaf, aku tadi terlalu takut kalau Sisil benar-benar marah."


Suci langsung membalikan ponsel Samuel dengan meletakannya di meja depan Samuel. Samuel langsung memasukan ponsel itu ke dalam sakunnya


" Untuk saat ini kamu tidak perlu menghubungi ke tiga sahabatmu atau anggota Reki. Aku masih belum percaya sepenuhnya dengan anggota Reki."


" Baiklah, sekali lagi terima kasih untuk semuanya Sam. Kabar papa Rey bagai mana?"


" Alhamdulilah, pak Mahendra sehat, hanya saja semejak Rey mendinggal pak Mahendra jauh lebih sibuk, walau pun pak Mahendra sudah menunjuk aku sebagai Ceo di Saskia Grup, tapi aku belum sepenuhnya mengerti tentang bisnis, jadi pak Mahendra masih mengajari aku."


" Wah, selamat iya Sam, semua orang memang harus belajar dulu Sam."


" Iya aku tau, tapi berbeda dengan Rey yang sangat mudah mengelola perushaan, selama di pegang Rey belum pernah di bawah rata-rata selalu saja memenangkan tender. Sedangkan aku dua hari yang lalu tidak bisa memanangkannya."

__ADS_1


" Namanya juga masih belajar, nanti kamu juga bisa seperti Rey."


__ADS_2