
Suci langsung meneteskan air matanya, setelah dari tadi ia berusaha untuk tidak meneteskan air matanya, tapi walau pun begitu tatapannya masih sama, ia masih menatap Ellen dengan tatapan dinging, ia mencoba menahan emosinya yang sudah ingin meledak dan ingin sekali memukul orang yang telah merencanakan kecelakan Reyhan, tapi ia sebisa mungkin untuk tidak membuat suasana semakin kacau lagi
" Gue memang jahat! Nggak seperti lo yang nggak mengakui kejahatan lo! Bahkan lo sekarang memakai hijab hanya untuk menutupi kedok lo!"
" Gue sama sekali nggak membunuh Jonatan! Lo baca isi dari maf itu!"
Suci langsung melempar maf yang dari tadi ia pegang ke wajah Ellen. Nafas Suci terengah-engah, lagi-lagi ia sebisa mungkin untuk tidak membuat kekecauan, ia juga mengepalkan ke dua tangannya kuat-kuat. Gus Adnan mengelus punggung Suci, ia mengerti kenapa Suci membawa laporan dari rumah sakit. Ellen dengan tangan gemetar ia memungut maf yang di lemparkan Suci, lalu membaca semua isi yang di sana, bahwa Jonatan meninggal karena serangan jantung, dan Jonatan memiliki sakit Jantung sudah 5 tahun lamanya
"Nggak, nggak mungkin, lo pasti bohong, lo pasti ingin bebas dari hukuman, lo pasti memalsukan datanya."
Ellen berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak percaya kalau Jonatan memiliki penyakit jantung, terlebih lagi ia telah merencanakan kecelakan Reyhan
" Lo tau kenapa lo menjadi model papan atas dan di panggil oleh perusahaan Wilson Grup di luar kota?! Karena Jontan tidak ingin lo mengetahui penyakitnya! Wilson Grup adalah perusahaan yang di pipin oleh ayah Jonatan, lo bisa mejadi sekarang bukan karena lo cantik atau pintar, tapi lo hanya di dorong untuk menjauh oleh Jonatan!"
" Lo bohong! Jonatan meninggal karena lo memukul dia tampa rasa iba!"
__ADS_1
" Gue nggak memukul dia kalau dia nggak ikut tawuran saat itu! Gue saat itu tau Jonatan lemah, hingga gue yang lawan Jonatan, gue takut Jonatan kenapa-napa, gue tau Jonatan orang baik, gue memukul dia baru dua kali, tapi Jonatan langsung terjatuh, gue panik, gue bawa Jonatan ke rumah sakit, saat itu yang menangani Jonatan dokter Rini, dokter pribadi Jonatan. Jonatan sempat kritis dua hari, gue datang ke sini untuk membicarakan masalahnya, tapi Bi Asih bilang kalau lo sudah pergi satu hari yang lalu ke luar negri. Lalu gue dan Rey selidiki kenapa Jonatan ikut dalam tawuran, sedangkan dia memiliki penyakit jantung, ternyata Alex lah yang memaksa Jonatan ikut, awalnya dia sengaja gunain Jonatan agar gue panik lalu Alex bisa membunuh gue saat itu juga, tapi Alex telat datang, saat gue panik gue langsung bawa Jonatan ke rumah sakit. Ell, gue juga menyesal tentang Jonatan, tapi pak Wilson nggak nyalahin gue karena itu memang karena penyakitnya. Pak Wilson iklas tentang meninggal anaknya, tapi Rey nggak terima, hingga Rey menjebloskan Alex dalam penjara, karena telah memaksa Jonatan ikut dalam tawuran. Seharusnya lo balas dendam sama Alex, Ell, bukan sama Rey yang sudah mengungkap dalang di balik ini semua, lo jahat Ell! Lo jahat!"
Ellen langsung terduduk lemas dan ke dua temennya mengelus punggung Ellen untuk menenangkan Ellen. Sedangkan Gus Adnan masih saja beristigar, ia tidak menyangka kalau kenakalan Suci hingga ikut dalam tawuran. Ellen langsung mendekati Suci dengan mengeser tubuhnya masih terduduk, karena tubuhnya sudah tidak sanggup lagi untuk berdiri, seluruh tubuhnya lemas, ia memegang kaki Suci
" Gue minta maaf, gue salah, gue sudah merencanakan kecelakan pada Reyhan, dulu gue bully lo, dan sekarang gue merencanakan kecelakan orang yang lo cintai, gue minta maaf Suci. Hiks... Hiks..."
Suci menghapus air matanya dengan kasar
" Berhentilah untuk menangis! Walau pun lo mengaku salah dan lo menyesali perbuatan lo, tetap tidak ada gunanya! Rey nggak akan hidup lagi! Lo jahat Ell!"
" Lo harusnya bukan minta maaf sama gue! Lo harusnya minta maaf sama pak Mahendra! Lo tau pasti sangat hancur perasaannya. Istrinya sudah lama meninggal dan sekarang anak satu-satunya juga meninggal! Terlebih lagi Rey meninggal karena lo!"
Menurut Suci memang Ellen bukan minta maaf padanya, melainkan pada orang tua Reyhan, ia hanyalah seorang pacar, sedangkan orang tua Reyhan pasti lebih terluka
" Gue nggak akan nuntut lo, walau pun perbuatan lo sudah tidak bisa gue maafkan, tapi gue minta lo minta maaf dan serahin diri lo ke polisi, kalau tidak ingin keluargamu tersret, kalau sampai Pak Mahendra tau sebelum minta maaf, gue yakin bukan hanya lo yang masuk dalam penjara, tapi perusahaan papa lo juga akan dia buat bangkrut, itu pun kalau dia masih maafkan perbuatan lo, tapi kalau dia minta nyawa di bayar dengan nyawa, maka itu pilihan lo sendiri, karena lo nggak berpikir pajang sebelum melakukan rencana kecelakan Rey."
__ADS_1
Ellen hanya menangis terisak di kaki Suci, ia menyesali perbuatannya, ia memang tidak apa-apa kalau nyawa di bayar dengan nyawa, tapi ia merasa menyesal karena teleh merencanakan kecelakaan Reyhan, terlebih Reyhan tidak salah apa-apa dan Suci juga tidak salah dengan kematian Jonatan, ia menyesal dari dulu membuat Suci menderita dan sekarang ia membuat Suci lebih menderita karena ia telah membuat Suci kehilangan orang yang di cintainya, apa lagi Ia juga sudah merasakan kehilangan Jonatan, rasanya sangat berat dan sekarang orang lain yang tidak salah apa-apa harus merasakan hal yang sama
" Gue memang pantas kalau gue mati, gue sudah melakukan kesalahan yang besar, maafin gue Uci, gue lagi-lagi membuat lo menderita, jelas-jelas lo dari dulu nggak pernah membuat kesalahan sama gue Hiks... Hiks... Tolong maafin gue Uci."
" Kesalahan lo nggak pantas gue maafin! Kesalahan lo terlalu banyak!"
Suci menghela nafasnya kasar, lelah kecewa dan tidak terima dengan perbuatan Ellen, tapi ia bisa apa? Melakukan apa pun ke Ellen tidak akan bisa menghidupkan Reyhan, yang ada ia akan memperkeruh suasana. Bi Asih dan temenya menutup mulutnya tidak percaya kalau majikan mudanya sangat tega merencanakan pembunuhan, apa lagi ia bisa melihat kalau Suci adalah wanita yang baik, terlihat jelas karena Suci tidak main tangan, hanya kata-kata saja yang keluar dari tadi
" Di mana anggota 4S?! Karena lo Indra curiga kalau yang merencanakan kecelakan itu adalah Siska! Lo puas hampir saja membuat memecah belah persahabatan gue dengan geng Reki?! Gue sudah cukup kehilangan Rey, gue nggak sanggup kehilangan teman-teman Rey karena perbuatan lo!"
Ellen semakin terisak, ia tidak percaya perbuatanya itu akan berdampak banyak, dari Reyhan meninggal, lalu ia juga menyekap anggota 4S dan sekarang persahabatan mereka hampir saja terpecah belah
" Gue minta maaf Uci, karena perbuatan gue banyak orang yang menderita."
" Sudah gue katakan! Gue nggak akan maafin perbuatan kejam lo! Dan penyesalan lo nggak ada artinya buat gue! Karena penyesalan lo nggak akan pernah bisa memutar waktu seperti dulu lagi!"
__ADS_1