
Sudah tiga hari berturut-turut Suci mendapatkan teror yang sama, hanya dalam bentuk yang berbeda. Jika di hari pertama Suci mendapatkan paket bangkai angsa, hari ke dua bangkai ayam dan hari ke tiga bangkai kelinci dan selama itu juga suaminya tidak mengetahui. Suci selalu berpikir kalau ia bisa mengatasi semuanya sendiri
" Kira-kira hari ini bakalan dapat paket apa lagi iya? Angsa sudah, ayam sudah, kelinci juga sudah. Jangan-jangan sekarang bakalan dapat kepala sapi."
Ting-tong
Suci melihat jam tanggannya tepat pukul 09.00WIB, sudah tiga hari berturut-turut teror itu selalu datang jam sembilan tepat.
" Nah jam sembilan tepat."
Suci langsung keluar, tanpa rasa takut sedikit pun, ia mengambil paket yang ringan lalu membawanya masuk ke dalam rumah
" Aku pikir bakalan dapat kepala sapi, ternyata ini lebih ringan." batin Suci
Suci membuka paket itu, isinya adalah sebuah kotak 14x14 cm. Setelah membuka lebaran kotak itu, tangan Suci mencengkram kuat, ini pertama kalinya ia marah saat mendapatkan teror, setelah 4hari berturut-turut, biasanya ia terlihat santai walau pun teror itu beserta pesan ancaman. Suci tidak akan terima kalau sudah menyangkut masalah pribadinya di usik. Suci melihat foto-foto yang di kirim oleh si peneror, jumblah foto itu ada 10 foto, ada foto saat resepsi pernikahannya, foto saat jalan-jalan dan foto saat ia dan suaminya di pesantren mertuanya, itu artinya ia selama ini di awasi. Lebih parahnya lagi foto Suci di sana di coret-coret dengan tinta, ada juga yang di gunting, seolah-olah mereka akan berpisah. Bukan hanya itu ada juga pisau lipat dan tanah yang Suci yakini itu tanah kuburan.
" Apa orang ini mau bunuh aku? Tapi kenapa tidak di hadapi ke orangnya langsung, aku yakin orang yang bersangkutan tau ke ahlian seni beladiriku, tapi siapa dia? Atau ini ada kaitanya dengan Ustazah Marwah?" batin Suci
Suci langsung menghubungi kakeknya, ia ingin menanyakan Ustazah Marwah, karena ia ingin memastikan, tapi jawaban sang kake sudah mengeluarkan Ustazah Marwah setelah kejadian lamaran itu, sesuai permintaan ia, itu artinya benar, kalau Ustazah Marwah yang mengirimnya teror karena sekarang sudah keluar dari pesantren, maka Ustazah Marwah bisa leluasan menerornya. Suci kembali melihat ke arah kertas ancaman untuk mencari petujuk, tapi di ujung pojok kertas ada gambar bunga melati, karena Ustazah Marwah selalu memakai bros bunga melati
" Jadi benar Ustazah Marwah yang melakukan ini. Astaghfirullah, tapi aku masih tetap sedikit tidak percaya, tapi kalau bukan dia siapa lagi?"
Suci berpikir bagai mana harus mencari solusi agar menumukan titik terang, walau pun di sana ada gambar bunga melati, tapi ia tidak sepenuhnya percaya
" Sepertinya aku butuh bantuan Samuel, aku tidak mungkin meminta tolong pada Indra, entah kenapa Rey lebih percaya dengan Samuel dari pada anggota Reki sendiri dan aku juga nggak mungkin libatin mas Adnan, aku sudah pernah kehilang orang yang aku cintai, aku tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk ke dua kalinya." batin Suci
Suci yakin kalau ada sesustu tentang geng Reki juga, walau pun ia menuduh Ustazah Marwah, tapi ia yakin ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Reyhan padanya. Suci langsung mengirim pesan pada suaminya untuk bertemu guru pembina, ia bilang juga kalau ingin melajutkan kuliah, karena hanya itu satu-satunya cara agar ia bisa keluar rumah. Setelah mendapat balasan Suci langsung menelpon Samuel, setelah di angkat ia langsung bertanya padanya lebih dulu
" Hallo Sam, kamu di mana?"
__ADS_1
" Aku sedang menghadiri pernikahan sahbatku, kenapa Uci?"
" Aku boleh minta tolong nggak?"
" Boleh selama aku mampu Uci, ada apa? Sepertinya ada sesuatu yang mendesak?"
Suci bisa mendengar suara Samuel yang begitu kuatir, pedahal Samuel dulu masuk geng R2S, tapi ia bisa melihat Samuel begitu tulus mejadi sahabat Reyhan
" Bisa kita bertemu di cafe H&L sekarang?"
" Tentu Uci, kebetulan pernikahan sabatku memang dekat dengan cafe H&L."
" Baik tunggu aku di sana."
Mereka langsung memutusan sambungan telponnya. Suci langsung mengambil kunci motor suaminya, ia langsung melajukan motor itu. Sepenjang perjalanan ia merasa di awasi, tapi setiap ia melihat ke arah belakang, tidak ada orang yang mencurigakan
" Ya Allah, lindungi hambamu." batin Suci
" Eh Uci pas banget datangnya."
" Iya Sam."
" Ayo."
Suci berjalan beriringan dengan Samuel hingga tiba-tiba ada orang yang menabrak Suci, Samuel dengan sigap menahan tubuh Suci dengan tangannya
" Kalau jalan hati-hati dong!"
Samuel marah. Sedangkan Suci yang masih diam dan tubuhnya di tahan oleh Samuel
__ADS_1
" Maaf mas nggak sengaja."
Setelah mengatakan itu orang tersebut langsung pergi dengan senyuman Menyringai. Suci langsung berdiri
" Terima kasih Sam."
" Santai saja."
Entah kenapa Samuel sudah memiliki perasaan yang tidak enak. Mereka melajutkan lagi jalannya hingga sampai di cafe, setelah memesan minuman dan minuman itu sudah ada di meja, kini Suci langsung berbicara apa maksud ia mengajak Samuel bertemu
" Sam, sebelum aku meminta bantuan padamu, apa Rey pernah berbicara sesuatu tentang anggota Reki? Jujur entah kenapa walau pun ancaman itu seperti dari Ustazah Marwah, tapi aku merasa ini ada kaitannya dengan anggota Reki."
" Jujur saja Uci, aku belum terlalu tau tentang itu, hanya saja Rey mengatakan kalau ia lebih percaya sepenuhnya padaku dari pada anggota Reki."
" Semoga ini tidak ada kaitanya dengan Kenzi."
Samuel membulatkan matanya saat Suci mencurigai Kenzi. Kenzi memang terlihat tidak suka dengan pernikahan Suci, Samuel tau itu, tapi ia percaya kalau Kenzi tidak terlibat di dalam ancaman itu
" Ada masalah apa sebelumnya? Lalu ancaman seperti apa Uci? Katakan dan aku akan mencari tau."
" Sebelumnya Ustazah Marwah melamar mas Adnan, dan Ustazah Marwah ingin mejadi istri ke dua, tapi aku menolak, aku tidak ingin berbagi suami. Setelah kejadian itu sudah tiga hari berturut-turut aku menerima paket yang isinya ancaman, dia mengatakan kalau aku suruh jauhi Mas Adnan, kalau tidak nyawaku melayang. dari aku mendampat bangkai angsa, bangkai ayam, bangkai kelinci dan sekarang foto-fotoku bersama mas Adnan, bahkan foto-fotoku di coret-coret pakai tinta dan yang lainnya fotoku di gunting-gunting, seolah-olah aku dan mas Adnan akan berpisah, tapi kenapa dia nggak menghadapi aku langsung? Dan itu membuat aku binging Sam, mungkin peneror itu tau kalau aku bisa seni beladiri Sam."
Samuel yang mendengar semua penjelasan dari Suci, ia yakin orang terdekat Suci ikut tetlibat dengan ancaman ini, hingga pikirannya mengarah dengan Siska, karena Siska yang sangat mencintai Reyhan, terlebih belum lama Reyhan meninggal, tapi Suci sudah menikah
" Uci, entah kenapa perasaanku mengatakan kalau ancaman ini ada kaitannya denga Siska."
" Hah?!"
Suci sangat terkejut dengan ucapan Samuel dan tidak percaya
__ADS_1
" Tapi aku tidak percaya kalau Siska ada kaitanya."