Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 34 Cari masalah ke orang yang salah


__ADS_3

Sebelum bertemu Suci Reyhan di sibukan oleh meeting, karena papanya yang tidak bisa hadir ke acara meeting, ia terpaksa hadir ke dalam meeting perusahaan mamanya, memang semejak mengenal Suci, ia selalu belajar lebih dewasa lagi dan dewasa lagi, itulah yang ada di dalam pikiran Reyhan, walau pun usianya baru saja menginjak 21 tahun, tapi bebannya terlalu banyak, belum lagi harus bekerja di perusahaan perfilman yang sudah di tujuk sebagai tangan kanan, semua ia lakukan hanya untuk Suci. Reyhan yang baru saja selsai meeting, ia sekarang sedang berada di dalam mobilnya, lalu ia langsung melepaskan jasnya, setelah itu langsung melajukan mobilnya. Biasanya Reyhan selalu membawa sopir setiap pergi ke kantor mamanya, tapi hari ini tidak, karena akan langsung pergi ke pesantren Suci. Sepanjang perjalanan Reyhan selalu tersenyum, tiba-tiba saja senyumannya berubah mejadi wajah yang serius saat melihat kaca sepion, ia melihat Danil bersama teman-temanya yang mengejarnya dengan menggunakan motor


" Kenapa adik kecoa datang sih! Aku nggak mau kalau sampai penampilanku ini mejadi berantakan." batin Reyhan


Reyhan langsung melajukan mobilnya lebih cepat, tapi sayang perjalanan itu sangat macet, di tambah yang ia bawa bukan motor, susah untuk menyelip kendaraan lain. Reyhan berjalan lambat, bahkan motor Danil dan teman-temannya sudah ada di depan, ia juga tidak bisa putar arah, yang ada ia akan terkena sansi karena puter arah di jalan dengan sembarangan, jadi ia terpaksa terus melaju hingga jalanan itu ke arah yang sepi lagi


" Berhenti! Kalau lo nggak mau gue bunuh!"


Danil berteriak pada Reyhan. Reyhan tidak peduli, ia melajutkan mobilnya, hingga teman Danil berhenti di depannya


" Begini nie kalau bawa mobil nggak bisa nyelip." batin Reyhan


Reyhan terpaksa menghentikan mobilnya ke sisi jalan, ia langsung turun dari mobil. Danil dan ke lima temannya menatap Reyhan dengan tatapan sinis, sedangkan Reyhan hanya menatap mereka dengan tatapan tenang dan bersikap biasa saja, karena mereka memang bukan tandingannya


" Cepat cabut tuntutan lo ke kaka gue! Kalau lo masih sayang sama nyawa lo!"


Danil berbicara dengan nada marah dan tangan yang terkepal kuat


" Gue yakin lo tau kalau perbuatan kaka lo itu tidak bisa gue maafkan."


Reyhan berbicara dengan santai, tidak ada nada membentak di dalam suaranya

__ADS_1


" Gue nggak peduli mau salah atau benar, yang jelas gue akan melakukan apa pun termasuk membunuh lo! Lo liat teman gue banyak, lo nggak akan bisa menang!"


" Beraninya cuma keroyokan, tapi sayang kalian bukan lawan gue, lo nggak akan pernah bisa menang dari gue kalau hanya dengan cara kekerasan. Oh iya, lo nggak usah mengancam gue kalau nggak mau bernasib seperti kaka lo."


Reyhan masih berbicara dengan nada tenang, itu membuat Danil mengepalkan ke dua tangannya semakin kuat, ia ingin segera memukul mulut Reyhan


" Gue nggak pernah bermain-main, kalau mau mencari masalah itu setidaknya pintar sedikit, lo nggak liat di sebelah sana ada cctv?"


Reyhan menujuk cctv di pojok jalan itu


" Gue nggak peduli! Lo mau cabut tuntutan kaka gue! Atau lo mati di tangan gue?!"


" Gue sebenarnya nggak ingin berurusan sama lo Danil, walau pun gue tau lo yang memasukan obat pelemas ke dalam minuman Suci, tapi gue masih baik hati sama lo, karena lo hanyalah anak sirih dari pernikahan ke dua, gue tau lo nggak pernah ngerasain kasih sayang, untuk itu gue bebasin lo, tapi kalau lo tidak ingin damai, maka bukti itu akan gue kirim ke kantor polisi."


Kini nada bicara Danil mulai berubah saat Reyhan mengetahui identitas aslinya


" Gue juga tau kalau orang tua Raka bercerai karena orang tua lo yang memaksa menikahi secara sah. Gue juga tau kalau sekarang orang tua lo sudah menikah secara sah, tapi sayang kehadiran lo dan ibu lo nggak pernah di anggap oleh keluarga ayah lo. Lo masih yakin kalau lo ingin menghabisi gue? Mungkin bukan hanya lo yang di usir, tapi ibu lo juga akan ikut terusir juga. Jadi saran gue berhati-hati kalau bertindak."


Dari tadi Danil hanya diam sambil terus mendengarkan ucapan Reyhan, ia tidak menyangka kalau Reyhan tau banyak, bahkan identitasnya yang Danil tutupi oleh ayahnya karena tidak ingin merusak citra perusahaan, tapi kali ini Reyhan membicarakannya sedetil mungkin di depannya, itu membuat pikirannya tidak enak dan tidak percaya bawa Reyhan bisa mendapatkan informasi begitu muda


" Kenapa lo hanya diam? Lo penasaran siapa gue? Seharusnya lo cari tau dulu tentang gue sebelum lo mengancam gue."

__ADS_1


Danil masih diam, ia tidak membuka pembicaraan satu kata pun


" Gue memang hanya bekerja di perusahaan perfilman, nggak seperti lo yang bebas, tapi perusahaan ayah lo masih di bawah naungan almarhum mama gue. Lo mau tau siapa gue?"


Danil mengangguk cepat, walau pun Reyhan berbicara tidak memakai nada tinggi dan wajahnya yang tenang, tapi entah kenapa ia merasa takut, jelas-jelas ia membawa lima temannya untuk mengeroyok Reyhan. Namen pada akhirnya Danil takut pada Reyhan, apa lagi mengingat masa lalu Reyhan yang sangat mudah keluar dari kantor polisi, setelah pengaduan kasus penganiayaan


" Almahrum mama gue adalah Austiain Saskia, pemilik Saskia Grup."


Mata Danil dan semua teman-temanya membulat, mereka sangat terkejut pada pengakuan dari Reyhan, bahkan ke dua teman Danil juga perusahaannya masih di bawah naungan Saskia Grup, sedangkan yang tiga temen Danil perusahaannya di bawah Mahendra Comunity Grup, itu sama saja menerut Danil dan temen-temennya, karena pemilik perusahaan itu adalah sepasang suami istri


" Ja-jadi lo anak dari pemilik Mahendra Comunity Grup?"


Kini temen Danil yang bernama Bagas bertanya dengan rasa penasaran dan terbata-bata


" Iya, jadi kalian berpikirlah dua kali sebelum ingin membunuh gue. Minggirkan motor kalian, kalau kalian tidak inging membuat masalah."


Teman-teman Danil langsung mendorong motornya untuk meminggirkan motor itu, sedangkan Danil masih diam di depan mobil Reyhan, ia masih belum sadar dari rasa keterkejutan, terlebih lagi ia sedang berpikir, kalau ia tau Reyhan anak dari perusahaan terbesar nomer dua, mana mungkun ia mencari masalah, itu sama saja seperti menggalih kuburanya sendiri


" Lo nggak mau minggir?! Lo mau mati?!"


Suara Reyhan menyadarkan Danil dari lamunannya, Danil langsung minggir ke samping. Reyhan langsung menarik pintu mobilnya, sebelum ia benar-benar masuk mobil, ia langsung menatap ke arah Danil masih tatapan yang sama, tatapan tenang

__ADS_1


" Lo jangan berani menyentuh Samuel dan ibunya, apa lagi menyakiti dia, bukan hanya lo yang gue buat sengsara, tapi perusahaan milik ayah lo bisa gue buat bangkrut dalam waktu semalam."


Setelah mengatakan itu Reyhan langsung masuk ke dalam mobil, lalu langsung melajukan mobilnya untuk ke pesantren Suci. Danil mengepalkan ke dua tangannya, marah, kecewa dan menyesal yang ia dapatkan, jangankan untuk membunuh menyentuh Reyhan saja ia tidak, ia terlalu takut setelah mengetahui identitas Reyhan


__ADS_2