
Suci yang baru sadar, ia langsung menangis lagi sambil memukul dadanya yang terasa sakit.
" Berhentilah menangis Uci!"
Suci mendongkakan wajahnya, ia melihat Gus Adnan masih seperti bisanya, hanya tatapan datar yang ia lihat
" Gus."
" Bersiaplah Uci, besok saya akan mengantarmu ke jakarta."
Suci langsung duduk, ia menatap Gus Adnan dengan tatapan tidak percaya, di saat keluarganya kekeh melarangnya untuk memastikan tentang Reyhan, tapi Gus Adnan menyetujuinya dan akan mengantarnya
" Terima kasih Gus."
Gus Adnan hanya mengagukan kepalanya sambil mengelus kepala Suci, setelah itu ia keluar dari kamar Suci
...****************...
Seperti janji Gus Adnan kemarin, Gus Adnan mengantar Suci ke jakarta, di setiap perjalanan tidak ada yang bicara. Setelah kejadian kemarin Suci lebih banyak diam. Gus Adnan hanya bertanya-tanya di dalam hatinya, kenapa Suci membawa maf laporan dari rumah sakit, tapi ia tidak ingin banyak bertanya, karena nanti ia juga akan tau untuk apa Suci membawa maf itu. Suci dan Gus Adnan sekarang berada di pemakaman umum. Suci menatap pusara yang bertulisan Reyhan Mahendra, sudah satu minggu Reyhan kembali pada yang maha kuasa, meninggalkan ia dan kenang-kenangan yang sudah mereka berdua lalui. Suci sangat sedih, ia merasa mejadi pacar yang buruk, hingga kepergian Reyhan pun baru sekarang ia ketahui, ia sangat kecewa karena di saat-saat terakhir Reyhan, ia tidak ada di sampingnya. Suci mengingat ucapan dari Indra tadi
Flashback on
" Rey, kecelakan setelah habis meeting di luar kota."
" Ko bisa?"
__ADS_1
" Gue sudah cek cctv tempat parkir mobil Rey, pas gue lihat ada dua orang yang memutuskan kabel mobil Rey. Itu kenapa Rey bisa kecelakaan. Rey juga sempat di rawat di rumah sakit selama dua hari, tapi tetap saja nyawanya tidak tertolong."
Suci menangis terisak, dadanya merasa sesak
" Gue sudah menangkap dua orang itu, tapi gue yakin ada orang di balik ke celekan ini, apa lagi anggota 4S menghilang begitu saja. Lo nggak curiga sama Siska? Siksa dulu sangat mencintai Rey, dia mati-matian ingin mendapatkan cinta Rey, tapi setelah Siska mengenal lo dan Siska tau kalau lo orang yang di cintai oleh Rey, akhirnya Siska berhenti mengganggu Rey."
" Gue nggak percaya, Siska bukan orang seperti itu, gue yang akan bertanggung jawab kalau Siska yang membunuh Rey."
Suci percaya kalau Siska bukan orang seperti itu, sifat Siska sama seperti ia, yang tidak tega membunuh orang
" Uci, gue minta maaf karena telah memberi tau lo, sebenarnya Rey sudah bilang ke gue malam sebelum Rey kecelakaan, kalau Rey mengatakan ingin lo membenci Rey. Rey menyuruh gue untuk bilang kalau Rey melanjutkan kuliah S2 nya di Ausi, tapi gue nggak dan anggota Reki nggak bisa untuk menutupinya, karena gue nggak mau lo membencinya, apa lagi Rey sudah tidak ada, gue hanya pengen lo iklas."
Suci langsung terduduk, ia memukul-mukul dadanya yang sakit, ia kecewa kenapa Reyhan selalu saja tidak ingin membuatnya menangis, bahkan di saat mau pergi untuk selamanya Reyhan masih saja memimirkannya
" Uci, gue sebenarnya lebih sedih, karena semejak lo masuk pesantren, ia juga mulai belajar mengaji ke ustaz, Rey bilang agar Rey pantas bersanding sama lo, terutama keluarga lo yang pintar dalam agama, ia tidak ingin malu-maluin lo di depan keluarga lo."
" Uci, malam itu juga Rey bilang, kalau ia sangat beruntung bisa mengenal lo, dan lo adalah orang yang membuat Rey lebih baik. Rey juga bilang kalau lo adalah orang ke dua yang di cintai dan di sayangi oleh Rey selain mamanya, tapi ada yang kata-kata membuat gue bodoh saat itu, saat itu Rey bilang kalau ia tidak akan bisa menemaini lo lagi, terus nggak akan bisa menepati janji untuk menikahi lo, tapi ia bilang kalau ia percaya lo akan mendapatkan lebih baik dari ia. Gue pikir Rey cuma akan mutusin lo karena keluarga lo nggak suka sama Rey, gue terlalu bodoh menyimpulkan ucapannya."
Indra berbicara sambil meneteskan air mata, Reyhan adalah orang yang sangat berharga untuk ia, karena Reyhan pernah mempertaruhkan nyawanya saat menolong ia, karena rumahnya yang ke bakaran dan ia terjebak di dalam, di situlah mereka mejadi saling kenal
" Bukan hanya lo dan anggota Reki, tapi gue, gue juga bodoh saat itu, gue saat itu menuduhnya yang tidak-tidak. Gue bodoh!"
Indra mengelus pelan punggung Suci
" Gue dan anggota Reki selalu ada untuk lo Uci, kalau lo butuh bantuan kita, kita siap membantu, gue semua sayang lo."
__ADS_1
" Biarkan gue selsaikan masalah ini sendiri, gue tau siapa di balik pembunuhan Rey, seharusnya gue saat itu sudah membereskannya, Rey nggak mungkin jadi korban."
" Lo yang sabar, ini semua sudah takdir. Bang, gue titip Suci sama lo."
Setelah mengatakan itu Indra langsung pergi dari sana
Flashback off
" Rey, kenapa kamu tinggalin aku, kamu janji akan menikahiku, kenapa kamu tidak menepati janjimu. Kamu jahat Rey, kamu jahat hiks... His.... Katanya kamu ingin liat aku berubah, aku sudah berubah untuk kamu Rey, apa pun akan aku lakukan untuk kamu. Hiks... Hiks.."
Gus Adnan hanya diam sambil menatap Suci, biarlah Suci menumpahkan semua isi hatinya.
" Rey, aku sayang banget sama kamu, aku nggak bisa kehilangan kamu, harusnya masalah ini sudah aku bereskan sejak lama, kamu tidak akan jadi korban oleh ulahku. Maaf, maaf lagi-lagi telah membuatmu kecewa, bahkan aku sangat jahat, karena aku, kamu harus pergi!"
Suci menyalahkan dirinya sendiri, harusnya masalah satu tahun yang lalu sudah ia bereskan, mungkin ia tidak akan kehilangan Reyhan, lelaki yang selama ini selalu menomer satukan dirinya di dalam hidup Reyhan.
" Rey, aku hanya bisa membuatmu mejadi dalam bahaya, dari dulu hingga sekarang, aku minta maaf dan terima kasih karena selalu mejagaku selama ini. Rey, aku merasa sangat menyesal, aku menyesal mengenalmu, aku menyesal telah mencintaimu, kalau saja waktu bisa di putar, aku lebih memilih tidak mengenalmu dari pada selalu membahayakan nyawamu. Hiks... Hiks.. "
Gus Adnan mengelus punggung Suci yang sedang duduk sambil mengelus papan nama.
" Rey, terima kasih sudah mejaga dan membahagiakan istri saya, sebelum saya mejadi suaminya. Saya janji akan membahagiakan Suci dan menjaga Suci semampu saya, karena itu kewajiban saya, bukan atas permintaanmu, semoga Allah menempatkanmu di sisi terbaiknya. Amin." batin Gus Adnan
Gus Ilham memang pernah mengatakan pada Gus Adnan tentang permintaan Reyhan saat itu, saat itu ia juga sangat terkejut karena Reyhan menyerah begitu saja, tapi ia tidak menyangka kalau permintaannya itu akan meninggalkan Suci untuk selamanya.
" Uci, jangan terus seperti ini, dengan keadaanmu seperti ini akan memberatkan almarhum, bersedih boleh, tapi jangan terlalu berlebihan, do'akan Reyhan agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah."
__ADS_1
" Tapi Uci yang sudah membuat Rey meninggal Gus Hiks..... Hiks..."