Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 57 Ucapan Selamat


__ADS_3

Suci sudah merasa pegal, ia langsung melepas sepatu hak tingginya, saat akan melepasakan tali sepatunya, Gus Adnan langsung berjongkok dan langsung membukanya, membuat ia tersenyum melihat perlakuan Gus Adnan


" Aw suamiku romantis banget." batin Suci


Suci sebenarnya sangat senang, tapi ia tidak boleh heboh, ia takut membuat Gus Adnan malu, apa lagi di sana banyak orang. Tidak lama ke tiga sahabatnya saat di pesantren datang. Suci saat melihat mereka langsung tersenyum bahagia


" Selamat iya Uci, aku sampai sekarang masih tidak menyangka, tapi semoga kamu selalu bahagia dengan lelaki pilihanmu."


" Terima kasih iya Najwa."


Suci dan Najwa langsung berpelukan sesaat. Kini giliran Rianti


" Barrakallah Gus, Uci, semoga mejadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warahmah."


" Terima kasih."


Gus Adnan mengucapkan terima kasih dengan tulus pada Rianti. Sedangkan Suci langsung memeluk Rianti, Rianti juga membalas pelukan dari Suci. Setelah melepaskan pelukanya, Suci melihat Maya yang tampak murung, bahkan Maya tidak mengucapkan apa pun, Maya hanya diam membisu dengan wajah yang sangat murung


" Maya, kamu kenapa? Kenapa kamu murung? Nggak senang iya sahabatnya menikah?"


" Eh, itu Uci, bukan aku nggak senang. Bahkan aku sangat senang kamu bisa menikah dengan lelaki yang tepat, hanya saja aku sedih karena kamu sudah tidak mondok lagi, kamu tau sendiri biasanya kita selalu kemana-mana berempat, tapi sekarang mejadi bertiga lagi, tidak ada kamu rasanya sepi, Apa lagi kita bersama baru beberapa bulan."


" He, sepilah orang di pesantren nggak ada yang nakal seperti aku."


Suci langsung memeluk hangat Maya, ia juga mengelus punggung Maya, bagi Suci mereka bertiga adalah sama berartinya seperti ke tiga anggota 4Snya, walau pun mereka sahabat baru, tapi bagi Suci sama saja, karena mereka memperlakukan ia dengan sangat baik


" Sampai kapan pun kalian tetap sahabatku, nanti kalau ada waktu luang aku pasti temui kalian di pesantren."


" Janji iya Uci."


" Iya."

__ADS_1


Tidak berselang lama setelah mereka pergi anggota 4S dan anggota Reki juga datang, termasuk Samuel. Suci menatap kagum dengan ke tiga sahabatnya yang memakai gamis dan hijab


" Ya Allah cantik banget kalian!"


Mata Suci berbinar melihat ke tiga sahabatnya. Mereka langsung berpelukan bersama sesat


" Aku sengaja datang berpakaian seperti ini, biar kamu nggak malu punya sahabat seperti kita. Iya walau pun terkesan aneh buat kita, tapi ini semua kita lakukan demi kamu, kita sayang kamu Uci."


Yang di katakan Sisil memang benar, ia yang mengajak ke dua sahabatnya pakai gamis dan hijab, sedangkan untuk geng Reki, ia juga menyuruh untuk memakai kemeja panjang dan celana jeans tidak lupa dengan peci di kepala mereka. Suci meneteskan air mata, ia sangat terharu dengan semua sahabatnya, ia tidak menyangka kalau Sisil melakukan apa pun agar membuat ia tidak malu


" Selamat iya Uci, semoga cepat di berikan momongan, dan selalu bahagia sampai maut memisahkan kalian."


" Terima kasih Sil."


Mereka langsung berpelukan sangat erat


" Kalau ada apa-apa bilang sama kita, walau pun kamu sudah menikah, kamu tetap mejadi sahabat kita."


" Uci, selamat iya, akhirnya lo menikah juga, gue nggak menyangka kalau lo akan menikah secepat ini, tapi gue bersyukur karena lo sudah menikah, jadi tanggung jawab lo sudah bukan gue lagi, tapi suami lo."


Samuel mengucapkannya sambil tersenyum. Samuel memang sangat di percaya oleh Reyhan dari pada anggota Reki, ia di minta oleh Reyhan agar mejaga Suci secara diam-diam sebelum Suci benar-benar memiliki pendamping hidup, dan sekarang Suci sudah memiliki pendamping hidup, tugas Samuel sudah selsai sekarang. Gus Adnan menatap Samuel dengan tatapan tidak mengerti dengan ucapan Samuel.


" Sam, ayo."


Indra sudah mengajak Samuel.


" Kalian tunggu di luar, gue masih ada yang gue bicarain sama Suci."


" Oke."


Indra, Kenzi dan Edi langsung keluar, setelah mengucapkan selamat juga pada Gus Adnan. Sedangkan ke tiga sahabat Suci dan Samuel masih di sana. Setelah diam beberapa saat, Suci langsung bertanya pada Samuel dengan rasa penasarannya

__ADS_1


" Maksud lo apa sam?"


" Maaf, mungkin gue mengingatkan lo ke masa lalu lagi, tapi ini adalah permintaan Rey, sebelum Rey meninggal, dia meminta gue untuk mejaga lo saat lo keluar dari rumah, Rey tau kalau lo yakin bisa mejaga diri, karena seni beladiri lo hampir seimbang dengan Rey, tapi lo adalah wanita polos, mudah di bohongi, dan Rey nggak mau kejadian saat di apartemen Raka terulang lagi."


Suci menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan, ia menjadi sedih, Reyhan sebegitu mejaga ia, tapi pada akhirnya ia menikah dengan orang lain. Siska menghela nafas kasar, ia tidak percaya Reyhan begitu menyayangi Suci, rasa sayang Reyhan begitu besar, hingga apa pun Reyhan lakukan untuk Suci


" Rey, apa lo senang melihat Gadis yang lo cintai menikah dengan lelaki lain? Lo terlalu bodoh Rey, lo cinta sama Suci begitu besar, tapi apa pembalasan Suci? Lo belum sampai 4 bulan meninggal, Suci sudah menikah. Gue nggak bisa terima melihat situasi seperti ini Rey." batin Siska


" Sam, gue sekali lagi ucapin terima kasih sama lo, semoga lo juga cepat nyusul sama Sisil."


" Sama-sama Suci. Bang, saya nitip Suci sama lo, jangan pernah membuat Suci menangis kalau tidak ingin berurusan dengan kita."


" Itu sudah tugas saya."


Gus Adnan berbicara dengan wajah datar, sebenarnya ia sangat kagum dengan ucapan Samuel. Kagum karena demi sebuah persahabatan, Samuel mau menjaga Suci, memang Gus Adnan bisa melihat tampang berandalan Samuel, tapi ia juga bisa melihat kalau hati Samuel begitu baik dan tulus, menurutnya tidak jauh beda dengan Reyhan yang menutup penampilannya dengan tampang berandalan, namun hatinya begitu baik dan tulus.


" Suci, kita pamit dulu."


Samuel mengakhiri obrolannya dengan berpamitan


" Iya Sam."


Samuel langsung berjalan ke luar pesantren. Kini tinggal ke tiga sabatnya yang akan berpamitan


" Uci, kita pamit dulu iya, soalnya yang bawa mobil Samuel, kita hanya numpang, termasuk Edi, Kenzi dan Indra."


Sella memang berbicara sejujurnya, karena Samuel membawa mobil Alpad, jadi ia lebih baik numpang saja, toh mobilnya muat untuk mereka semua


" Baiklah, kalian hati-hati di jalan, terima kasih sudah mau datang."


" Iya dong kita memang sahabat."

__ADS_1


Mereka bertiga mejawab dengan berbarengan. Suci menatap mereka yang mulai menjauh sambil tersenyum karena mereka mau memakai hijab untuknya


__ADS_2