
Suci memutuskan untuk pulang, tubuhnya lemas.
" Ayo pulang!"
" Tanpa di ajak aku pasti pulang." batin Suci
Tapi Suci tidak ingin berdebat, pertemuannya dengan Reyhan bukan membuat hatinya bahagia, tapi membuat hatinya kacau dan tubuhnya lemas. Suci berjalan mengekori Gus Adnan dari belakang.
" Suci, kamu tau apa artinya wanita terhormat?"
" Otak Uci sudah tidak bisa berpikir Gus, mungkin seperti para ustazah yang memiliki status dewan santri."
" Bukan Uci."
" Terus apa Gus?"
" Wanita terhormat adalah dia yang bisa menjaga pandangan dan auratnya. Tidak memiliki hubungan yang bukan makhromnya."
" Gus sedang menyindir Uci?"
" Saya tidak menyindir kamu, kamu terlalu istimewa. Saya hanya tidak ingin keistimewaan kamu di miliki oleh orang lain."
Suci lagi-lagi di buat bingung, sudah cukup masalah Reyhan membuatnya tidak bisa berpikir jernih dan sekarang di tambah lagi oleh ucapan Gus Adnan, membuat ia semakin bingung.
" Lalu apa Uci istimewa di mata Gus?"
Gus Adnan langsung membalikan tubuhnya, ia menatap Suci dengan tatapan datar seperti biasanya
" Anti habibati."
" Gus tolong ngomong pake bahasa manusia saja, jangan membuat pikiran Uci tanbah kacau."
" Kamu nanti akan tau. Sudah sana masuk."
Saat di depan gerbang Gus Adnan menyuruh Suci masuk. Suci tidak menjawab ucapan Gus Adnan, ia langsung berjalan hingga hampir terjatuh, tapi Gus Adnan dengan sigap menangkap tubuh Suci yang akan terjatuh. Suci langsung berdiri
" Terima kasih Gus."
" Kamu nggak kenapa-napakan?"
" Iya Gus, Uci nggak kenapa-napa."
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang Suci bicarakan bersama Reyhan, kenapa wajah Suci juga murung, dan tubuhnya sedikit bergetar, apa ada kata-kata tidak pantas hingga membuat Suci seperti ini." batin Gus Adnan
Gus Adnan memang mengetahuinya, saat Suci bertemu Reyhan, bahkan ia juga tau kalau Suci memeluk Reyhan sambil menangis, hanya saja ia tidak bisa mendengar ucapan dari mereka berdua, karena Gus Adnan datang ke kedai untuk bertemu sahabatnya, ia duduk di bangku paling ujung bersama sahabatnya yang baru saja datang dari luar kota, itu kenapa ia bisa tau kalau Suci ada di sana
" Gus, Uci pamit dulu."
Suci berjalan sambil berpikir, tadi memikirkan ucapan Reyhan, tapi kali ini memikirkan ucapan Gus Adnan
" Kata Gus Adnan bilang, wanita dan lelaki tidak boleh berduaan, nggak boleh bersentuhan dan bahkan nggak boleh saling tatap mata, lalu kenapa Gus Adnan bersikap biasa saja padaku. Gus Adnan menyentuhku, memandangku."
Suci menutup mulutnya sendiri
" Apa jangan-jangan Gus Adnan adalah Gus gadungan, mungkin saja Gus Adnan melakukan itu karena mencintaiku. Ah mampus kalau ucapan kemarin saat berpidato di perpanjang." batin Suci
Setelah sampai kamar, Suci langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, itu membuat ke tiga sahabatnya bingung
" Uci, kenapa? Ini itu sudah mau magrib."
Maya bertanya sambil duduk di ranjang Suci
" Aku lelah May, aku sudah lelah dengan semua ini, ternyata perubahanku bukan semakin membuat Rey mencintaiku, Rey mengkatakan kalau terjadi sesuatu aku suruh melupakannya. Aku tidak bisa, aku mencintainya. Aku sudah berusaha untuk lebih baik."
" Apa jangan-jangan kaka berbicara sesuatu saat aku pingsan?"
Suci langsung mendudukan tubuhnya yang lemas, ia menatap mata Maya
" Maksud kamu apa Uci?"
" Aku yakin kaka juga satu pemikiran dengan ke dua orang tuaku, tapi walau pun Rey terlihat seperti berandalan, Rey itu lelaki yang baik, terlebih semua pengetahuanku di ajari oleh Rey. Kenapa May hubunganku sama Rey harus seperti ini?"
" Sabar Uci, semuanya ujian, mungkin saja semua yang ada di pikiranmu itu tidak benar. Ayo kita salat, untuk menenangkan pikiranmu."
Suci hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil menghapus air matanya, ia berharap kalau ketakutannya itu tidak benar adanya
...****************...
Reyhan duduk di kursi ke besarannya, ia berkali-kali menghela nafas berat, pertemuannya dengan Suci membuat ia tidak nyaman, tiba-tiba saja suara ketukan pintu membuat lamunan Reyhan tersadar
Tok-tok
" Masuk."
__ADS_1
Sekartaris itu masuk sambil tersenyum
" Pak, di tempat ruang tunggu ada pak Ilham sedang menunggu bapak, tadi memaksa untuk bertemu bapak."
Reyhan hanya mengangguk, ia langsung keluar dari ruangannya menuju ke tempat Gus Ilham berada. Reyhan langsung menyalami tangan Gus Ilham, tidak lupa ia cium tangannya
" Silahkan duduk mas."
Gus Ilham duduk dengan wajah terkejut, saat melihat Reyhan dengan stelan jas yang membalut tubuhnya. Gus Ilham memang tadi bertanya pada Bi Minah, pekerja di apartemen Reyhan, dan Bi Minah memberikan alamat ini, tentu ia langsung kesini
" Begini Rey, saya langsung pada intinya saja, tolong putuskan adik saya. Saya sangat tidak suka kalau kamu berpacaran dengan adik saya."
Reyhan sudah yakin kalau Gus Ilham akan mengatakan itu
" Mas, saya mencintai Suci, cinta saya tulus dengan Suci. Saya tau tidak bisa membimbing Suci, tapi saya janji, saya akan berubah menjadi lebih baik lagi."
" Rey, setiap orang memang selalu di pertemukan dengan cara yang berbeda-beda, tapi setiap orang hanya mengikuti kata takdir. Sedangkan Suci tidak di takdirkan untukmu. Suci sudah di miliki oleh orang lain, tolong kamu akhiri hubungan ini, hanya kamu yang bisa mengakhirinya, karena Suci selalu keras kepala jika saya atau keluarga saya yang menasehatinya. Suci pernah bilang hanya kamu yang bisa memutuskan hubungannya."
" Mas, saya tidak bisa memutuskan hubungan dengan Suci, sekali lagi saya minta maaf. Suci yang merubah hidup saya untuk lebih baik lagi dan membuat saya bertanggung jawab dengan segala hal."
Reyhan menarik nafas berkali-kali, sambil berpikir
" Apa ini pirasatku yang tidak enak, atau apa?" batin Reyhan
" Saya mohon padamu Rey, saya tau kalau kamu orang baik, tapi Suci sudah tidak bisa denganmu."
" Apa karena lelaki yang saat itu mengangkat tubuh Suci?"
Entah kenapa pikiran Reyhan terlintas dengan Gus Adnan, terlebih lagi pertemuannya dengan Gus Adnan saat itu seperti ada sesuatu yang di tutupi. Gus Adnan mengatakan silahkan kalau bisa menikahi Suci, jadi ia yakin kalau semuanya karena Gus Adnan. Gus Ilham berkali-kali juga menghela nafas berat, sebenarnya ia kasihan pada Reyhan, terlebih lagi walau pun ia belum mengenal kepribadian Reyhan, tapi setiap pertemuannya dengan Reyhan menolongnya dan pertemuan terakhir adiknya yang Reyhan tolong, ia yakin kalau Reyhan adalah lelaki yang baik, lalu bagai mana pernikahan adiknya bersama Gus Adnan yang sudah terjadi? Benar-benar membuat Gus Ilham bingung
" Saya tidak bisa menjelaskan, tapi saya harap kamu tetap menjadi Reyhan yang baik."
Walau pun jawaban Gus Ilham tidak langsung pada intinya, tapi Reyhan yakin kalau lelaki yang mengangkat tubuh Suci memiliki hubungan bersama Suci
" Tolong putuskan Suci, Rey, saya tidak ingin hatimu terluka, jadi sebelum kebenaran terungkap, lebih baik kamu putuskan Suci."
" Kalau itu memang keinginan mas, saya akan lakukan, tapi katakan pada lelaki yang di takdirkan dengan Suci, tolong jaga Suci seperti saya menjaganya."
Pada akhirnya Reyhan mengalah, kalau memang Suci jodohnya, pasti Suci akan kembali padanya
" Pasti Rey."
__ADS_1