
Gus Wahyu bisa melihat kalau hati Gus Adnan memang sangat sabar, ia berharap kalau Gus Adnan memang yang terbaik untuk Suci, sedangkan Gus Ilham, ia tidak bisa memikirkan apa pun, melihat Suci yang seperti ini membuat pikirannya sedih
" Terima kasih Gus."
Suci mengaktifkan ponselnya, setelah di aktifkan banyak pesan masuk dari ponselnya, tapi ia tidak mempedulikannya, ia dengan cepat mencari nomer Reyhan dan menelponnya, tapi berkali-kali ia menelpon Reyhan tidak ada jawaban. Suci semakin resah, ia terus menghubungi Reyhan, tapi tetap saja hasilnya sama. Setelah tidak mendapat jawaban Suci langsung membuka whatsApp, awalnya ia akan mengirim pesan pada Reyhan, tapi ia melihat banyak pesan dari nomer geng Reki. Suci juga tertunju pandangannya dengan pesan dari Indra, yang lebih banya dari pada Edi dan Kenzi. Suci langsung membuka pesan dari Indra, ia langsung membacanya dari atas, hingga membuat tubuhnya bergetar, dengan cepat ia menelpon Indra. Setelah mendepat jawaban dari sana, Suci langsung berbicara pada Indra
" Ha-hallo Indra."
Suara Suci bergetar dan terbata-bata
" Iya Uci. Lo kemana saja sih?! Kenapa baru telpon sekarang?! Tapi Gue harap lo yang sabar iya Uci."
Suci paham maksud alur pembicaraan Indra, seketika ponselnya terjatuh dan tubuhnya terhayung ke belakang, kalau saja Gus Ilham tidak menahan tubuh Suci, ia yakin kalau Suci sudah terjatuh. Gus Adnan dan yang lain tentu sangat terkejut dengan Suci yang seperti itu, membuat mereka pebasaran apa yang terjadi
" Nggak! Nggak mungkin!"
Suci langsung terduduk lemas di lantai dengan satu tangan yang menahan tubuhnya karena sudah tidak sanggup untuk menahan tubuhnya.
" Uci, kamu kenapa? Istigfar Uci?"
Gus Ilham bertanya sambil mengelus punggung Suci, ia lagi-lagi harus menahan kesedihannya melihat Suci seperti ini, dadanya sudah sesak, walau pun tidak tau apa yang terjadi hingga Suci seperti ini, tapi tetap hatinya merasakan sakit
" Nggak, nggak mungkin Rey hiks.... Hiks...."
__ADS_1
Suci berbicara sambil menangis histeris, ingatannya terlempar dalam mimpi tadi, ia yakin kalau mimpi itu benar-benar nyata, walau pun tidak semuanya benar. Gus Adnan yang akan menghampiri Suci, namen langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Suci yang sangat menusuk hati
" Kak, om, Uci harus ke jakarta sekarang juga. Uci harus bertemu Reyhan, Uci mohon ingin bertemu Reyhan. Hiks.... Hiks..."
Perasaan Gus Wahyu menjadi tidak tenang, Suci tidak mungkin seperti ini jika tidak terjadi sesuatu, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, ada orang yang lebih berhak terhadap Suci
" Saya tidak akan mengijinkan!"
" Gus, saya mohon Gus! Hiks... Hiks..."
" Berhenti membuat kekacauan Suci! Om tidak akan pernah mengijikan kamu untuk bertemu dengan Reyhan!"
Hanya Gus Ilham yang diam, bahkan sepatah kata pun ia tidak bisa ia ucapkan, ia menahan air matanya yang akan mengalir. Mencoba dan berusaha untuk tetap tegar, walau pun pada kenyataannya ia tidak bisa melihat adiknya selalu di salahkan, ia yakin kalau ada sesuatu yang terjadi dengan Reyhan, tapi Gus Adnan dan Gus Wahyu mengebaikan semua itu, menurut ia harusnya bertanya tentang kebenarannya terlebih dahulu. Jangan langsung menyalahkan Suci. Suci menatap Gus Wahyu dengan tatapan terluka, hatinya sudah hancur, dan sekarang keluarganya sendiri membuat hatinya lebih hancur. Suci mencoba untuk berdiri, ia melepas paksa tangan Gus Ilham
Semua tertagun mendengar ucapan dari Suci. Suci menghapus air matanya yang mengalir ke pipi dengan kasar, walau pun ia tau kalau air matanya akan tetap mengalir
" Kenapa kalian tidak pernah melihat dari sisi positifnya?! Uci capek Om, Uci juga punya hati! Kalian begitu berharga begitu pula dengan Reyhan! Kalian adalah alasan buat Uci bertahan di pesantren! Begitu juga untuk Reyhan! Yang menyuruh Uci untuk bertahan di pesantren! Kalian pernah mikir nggak?! Kalau Uci berubah untuknya, Uci tidak ingin membuatnya kuatir, itu adalah permintaannya, agar Uci tidak lagi kabur dari pesantren! Tapi kalian selalu saja menghalangi Uci untuk bertemu Reyhan! Bahkan...."
Ucapan Suci tercekik, ia tidak bisa mengucapkan kata-katanya, tubuhnya langsung terjatuh ke lantai dengan ke dua tangannya yang menahan tubuhnya
" Uci."
Untuk pertama kalinya Gus Adnan memanggil Suci setelah melihat Suci menangis histeris
__ADS_1
" Bahkan, di saat Reyhan nggak ada, kalian masih melarang Uci!"
Seketika bayangan Reyhan terlintas, bagai mana Reyhan membelanya, menjaganya dan selalu mencoba untuk membuatnya tersenyum. Suci mengingat ucapan Reyhan, ia harusnya tau kalau itu adalah sebuah pirasat, tapi ia bahkan menuduh Reyhan yang tidak-tidak
" Tidak mungkin! Reyhan meninggalkan aku, Reyhan sudah janji akan mencoba mendapatkan restu dari keluargaku, ini semua bohong, pasti ini hanya bohong! Reyhan selalu menepati janji, apa pun yang ia ucapkan, ia akan melakukannya hiks... Hiks... "
Gus Ilham langsung memeluk Suci lagi, ia mencoba menenangkan sang adik
" Uci harus sabar, Uci harus iklas."
Suci juga membalas pelukan dari Gus Ilham, ia hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya
" Ya Allah, apa ini caramu menjaga dia agar tidak terluka lebih dalam." batin Gus Ilham
Suci terus menangis hingga tidak sadarkan diri. Gus Ilham yang melihat tubuhnya lemas dan tidak ada tangisannya, ia langsung melihat ke wajah Suci, lalu langsung mengangkat tubuh Suci ke kamar. Gus Ilham membaringkan tubuh Suci dan menghapus air mata yang tersisa di sana. Gus Adnan juga berdiri di belakang Gus Ilham. Gus Ilham hanya mengelus punggung Gus Adnan, setelah itu ia langsung keluar dari kamar. Gus Adnan mengusap mata Suci yang sembab, ia dengan canggung mencium kening Suci yang masih terpejam. Gus Adnan awalnya ingin memberitahukan pernikahan mereka, tapi Allah memiliki rencana lain, jadi ia tidak mungkin mengatakannya sekarang
" Uci, kamu itu istri saya, itu kenapa saya tidak ridho kalau kamu untuk menemui Reyhan, hati saya merasa sakit melihat hal itu."
Gus Adnan keluar dari kamar yang di tempati Suci, ia membuka ponsel Suci untuk memastikan. Gus Adnan membaca setiap pesan yang masuk, hingga matanya tertunju pada pesan itu
Uci cepat balik ke jakarta! Reyhan meninggal dan anggota 4S menghilang.
" Innalillahi wa innalilahi roji'un."
__ADS_1
Setelah melihat Suci sadar Gus Adnan masuk lagi ke kamar Suci, ia mengelus kepala Suci, hatinya sangat perih saat melihat Suci menangis