Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 70 Suci di jebak


__ADS_3

Indra menegakan tubuhnya, walau pun pusat intinya masih sakit, ia tidak menyangka kalau tendangan Suci itu sangat kuat, memang Indra belum pernah mencoba berkelahi dengan Suci


" Kamu menyuruh aku toubat? Sedangkan orang yang aku cintai enggak pernah aku miliki."


" Indra, rasa yang lo miliki bukan cinta, tapi rasa yang lo miliki adalah obsesi, rasa cinta bukan seperti itu."


" Lalu aku tanya sama kamu? Sebelum Rey meninggal apa kamu mencintai Rey atau rasa obsesi? Kamu mengajak Rey kawin lari dan kamu juga mengajak Rey untuk hamil duluan?"


Suci diam, ia tidak menyangka kalau Indra tau tentang masalah itu, dan itu membuat ia tidak bisa mejawab, ia bingung mejawab apa


" Kenapa kamu diam?! Ini itu sama seperti kamu Suci, aku mencintaimu dan ingin memilikimu seutuhnya seperti kamu ingin memiliki Rey!"


Suci masih tetap diam, ia pusing dan benar-benar pusing, terutama saat menyangkut pautan dengan masa lalunya, ia jadi bingung kenapa Indra tau tentang masalah ini


" Jadi orang ko munafik banget sih! Lo juga pengen miliki Rey sampai berpikir gila! Jadi enggak salah dong kalau kita berdua juga berpikir gila."


Maya yang dari tadi menatap Suci dengan tatapan tajam dan melihat gerak-gerik Suci, kini ia mengejek Suci yang tidak bisa mejawab


" Jangan pernah kalian sangut pautkan dengan masa lalu."


Hanya itu yang keluar dari mulut Suci yang masih di landa kebingungan, ia juga tidak tau rasa itu cinta atau obsesi.


" Indra, sepertinya sudah waktunya untuk gue bertindak."


" Suci, aku tanya sekali lagi, kamu mau menikah denganku atau tidak?"


Suci menghela nafas berat, terlebih saat Maya mengatakan sudah saatnya untuk bertindak, ia bingung apa yang akan Maya lakukan padanya? Apa lagi Indra yang masih bersih kekek bertanya untuk menikah dengannya


" Gue tidak akan pernah menikah dengan lelaki seperti lo! Apa lagi sifat lo yang sangat menjijikan, gue benci sama lo Indra!"

__ADS_1


Maya melihat ke arah Indra memberinya kode lalu mengambil pisau lipat dari saku celananya dan itu tidak lepas dari pandangan Suci terus menatap gerak-gerik mereka


" Apa yang akan lo lakukan?! Gue nggak akan melakukan kekerasan, terutama pada wanita!"


Suci sedikit panik, bukan karena ia tidak bisa menghadapi mereka berdua, tapi ia masih belum mengerti apa maksud mereka, ia takut melakukan apa pun takut salah, karena otaknya memang selalu lelet untuk berpikir. Maya tersenyum smirk sambil mendekati Suci. Suci mudur selangkah demi selangkah, dan di saat seperti ini bahkan Indra hanya menatapnya sambil tersenyum, sedangkan tadi Indra melarang Maya untuk melakukan kekerasan, itu membuat Suci sedikit aneh bahkan lebih aneh, entah apa yang mereka berdua rencanakan


" Ya Allah, hamba tidak tau harus berbuat apa, tapi hamba percaya bahwa engkau akan selalu mejaga hambanya yang selalu meminta perlindunganmu." batin Suci


Maya masih terus mendekati Suci, hingga Suci memegang pisau yang Maya pegang, ia mencoba menariknya, tapi kalah cepat dengan Maya


" Maya!"


Suci panik, saat Maya menusukan pisau itu pada perutnya sendiri, ia langsung menarik pisau yang di perut Maya hingga tangannya dan gamisnya berlumur darah. Suci sama sekali tidak tau kalau ia sekarang masuk dalam jebakan mereka berdua. Suara langkah kaki beberapa orang menghampiri mereka, seakan semuanya sudah di rencanakan. Orang-orang yang berpakaian seragam polisi itu mengarahkan pistolnya pada Suci


" Angkat tangan! Anda sudah saya kepung dan jatuhkan sejata anda!"


Seketika otak Suci jadi ngbeleng, ia mejatuhkan pisau itu dan menatap sekitar, bahkan ada 15 polisi di seluruh sudut ruangan.


Suci yang akan memberikan pembelaan, tangannya sudah di borgol oleh polisi.


" Anda saya tahan sebagai tersangka atas kasus dugaan percobaan pembunuhan. Anda berhak menyewa pengacara dan mejelaskan tindakan anda."


Suci mencoba tersenyum sinis pada Maya dan Indra, ia sama sekali tidak menujukan kepanikannya. Walau pun Suci sudah masuk dalam jebakan mereka berdua.


" Kalian menjebak gue dengan cara bodoh seperti ini? Walau pun gue harus di tahan karena ulah kalian berdua, tapi gue percaya atas kebesaran Allah, gue percaya Allah akan balas perbuatan kalian yang setimpal, bahkan lebih pedih dari apa yang gue rasakan."


Indra bahkan di buat tercengang dengan jawaban Suci yang masih tidak terlihat panik, kepanikan Suci tadi seakan hilang seketika, ia bisa melihat tatapan benci padanya


" Ayo pak kita jalan, saya najis melihat mereka berdua."

__ADS_1


Suci dengan santainya berjalan di depan polisi, sama sekali tidak ada kepanikan, ia sama sekali tidak panik saat tau kalau ia di jebak. Setelah di kantor polisi sekitar satu jam Samuel juga datang ke kantor polisi yang menahan Suci di sana. Samuel sedang menunggu Suci di ruangan khusus yang di arahkan kepolisian. Tidak lama Suci datang dengan di giring oleh polisi wanita, setelah polisi itu pergi Suci langsung duduk di depan Samuel yang bersebrangan. Samuel menghela nafas berat saat melihat gamis Suci masih penuh dengan darah.


" Sam, kenapa kamu bisa tau aku di sini?"


" Kamu tidak apa-apa'kan?"


Samuel bukannya mejawab pertanyaan Suci, tapi ia bahkan bertanya balik.


" Aku nggak apa-apa, maaf aku gegabah hingga terperangkap dalam permainan mereka, tapi aku sedih. Hiks.... Hiks...."


Suci langsung menangis, ia bukan sedih karena di jebak, ia sedih yang mejebaknya harus sahabat terdekatnya.


" Jangan menangis Uci, kalau kamu menangis maka akan membuat Gus Adnan kuatir padamu, aku yakin Gus Adnan sebentar lagi juga datang."


" Dada aku sakit Sam, kenapa sahabat terdekat aku yang menghianati aku. Hiks... Hiks..."


" Itu kenapa Rey tidak percaya dengan anggota Reki, bukan'kah semuanya sudah terjawab?"


Suci menghapus air matanya, ia mengangguk pelan, ia akhirnya tau kenapa Reyhan lebih percaya dengan Samuel dari pada anggota Reki sendiri.


" Kamu tenang saja, kalau bukti saat di gedung tadi, aku memang sudah merekam semuanya, aku memang mengirim mata-mata setelah mengantar kamu saat bertemu di cafe H&L, tapi maaf aku tidak bisa mengeluarkan kamu sekarang. Pak Samsul adalah orang yang berpengaruh, kalau kita mejebloskan Maya sekarang, itu akan mudah membuat Maya keluar lagi dari penjara. Bisakan kamu sabar sebentar untuk menunggu aku mendapatkan bukti masalah korupsi pak Samsul? Karena aku sekarang akan meminta bantuan pada pak Mahendra, hanya pak Mahendra yang bisa membobol akun milik pak Samsul."


Suci tersenyum saat mendengar penjelasan dari Samuel. Samuel memang lelaki yang bisa ia andalkan, karena ternyata Samuel memang memiliki bukti kejadian tadi


" Aku pasti akan menunggu, kalau ini memang yang terbaik."


Samuel langsung merogoh sakunya, setelah itu meletakan cincin itu di depan meja Suci


" Apa maksudmu Sam?"

__ADS_1


Suci sangat terkejut saat melihat Samuel meketakan cincin berlian di meja depannya


" Jangan berpikir terlalu jauh, mana mungkin aku akan melamar wanita yang sudah bersuami. Bukan suami kamu yang membunuhku, tapi kamu yang akan membuat aku babak belur, dan bukan hanya di situ, Sisil juga akan membuat aku babak belur juga."


__ADS_2