Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 68 Pelaku teror


__ADS_3

Suci masih belum memutuskan untuk bertemu si peneror, ia masih bingung, tapi lagi-lagi ia menerima pesan untuk menyuruhnya datang ke tempat yang sudah di sebutkan si peneror, dan kalau tidak datang, si peneror akan mencelakakan suaminya.


" Apa yang harus aku lakukan?" batin Suci


Suci terus mondar-mandir tidak jelas, akhirnya ia memutuskan untuk menemui si peneror, ia tidak ingin suaminya kenapa-napa, walau pun ia yakin kalau si peneror itu tidak akan membunuh suaminya, tapi ia tidak ingin suaminya terluka walau pun cuma sedikit. Suci pergi tanpa sepengetahuan suaminya, ia memang merasa sangat bersalah, apa lagi kemarin ia baru saja di nasehati oleh suaminya, tapi sekarang ia melanggarnya kembali.


" Maafin Uci mas." batin Suci


Air matanya langsung mengalir tanpa di suruh. Suci datang di simpang empat yang di minta oleh orang itu, bahkan si peneror itu juga sudah mengirim pesan kembali untuk mendekati sebuah gedung kosong, ia yakin kalau langkah kakinya di ikuti, karena si peneror itu bahkan tau kalau ia sudah sampai di simpang empat. Suci masuk ke dalam gedung kosong tanpa rasa takut, bahkan ia teriak-teriak seperti ke setanan


" Woy! Lo di mana bangsat!"


Suci mencari ke segela arah, tapi ia tidak menemukan siapa pun di sana.


" Keluar kalian! Jangan sembunyi brengsek!"


Prok... Prok... Prok... Prok...


Suci langsung membalikan tubuhnya saat medengar tepukan tangan dari belakang, matanya menatap tidak percaya saat menatap si tersangka. Seorang wanita yang seumuran dengannya, berpakaian yang lumayan seksi, sangat jauh berbeda dengan penampilan yang ia lihat sebelumnya. Bibirnya tersenyum menyringai saat melihat Suci terkejut dan tidak percaya yang Suci lihat


" Maya."


Suara Suci sangat lirih, ia tidak percaya kalau penerornya adalah sahabat terdekatnya, bahkan Maya adalah sahabat yang paling dekat dari pada Najwa dan Rianti.


" Iya ini gue Maya. Hahaha!"


Saat melihat Maya tertawa jahat, Suci langsung menampar pipinya sendiri, ia berharap ini mimpi, karena ia sama sekali masih belum bisa menerima kenyataan. Maya yang di depannya bukanlah Maya yang ia kenal, dulu adalah Maya yang paling mengerti Suci di pesantren, tapi kali ini Maya juga yang telah meresahkannya selama beberapa hari. Suci merasakan sakit di pipinya, itu artinya memang nyata.


" Maya, lo?"


Suci kehilangan kata-kata, tidak tau harus mengatakan apa lagi, ia masih terus saja tidak percaya dan menampik yang ia lihat, karena ia masih tidak menyangka kalau Maya berbuat sebesar itu.

__ADS_1


" Gue tau lo mungkin nggak menyangka kalau gue yang melakukan ini, tapi gue bukan Gadis baik-baik yang seperti lo pikirikan."


" Maksud lo apa lakuin ini sama gue? Kenapa bisa lo yang lakuin sekejam ini?"


Suci bertanya sangat lirih dan hatinya berkali-kali beristigfar.


" Karena gue cinta sama Gus Adnan."


" Ini bukan cinta Maya."


Suci berbicara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, rasa cinta itu tidak akan berani untuk melukai perasaan orang yang di cintainya terluka, bagi ia ini bukan cinta, melainkan hanya lah obsesi. Maya langsung meletakan jarinya di bibir Suci


" Sssttt, ini bukan saatnya lo ngomong."


Suci diam, ia juga tidak mengambil lengan Maya yang menurutnya tidak sopan, seumur-umur ia belum pernah ada yang berani menyuruhnya untuk diam.


" Gue cuma mau bilang sama lo, bukan, tapi tepatnya gue mau curhat sama sahabat gue yang paling baik. Hahaha..."


" Gue sebenarnya cewek baik, tapi kehadiran Gus Adnan yang memaksa gue untuk berbuat jahat. Gue jatuh cinta sama Gus Adnan dalam pandangan pertama dan saat itu juga gue mau Gus Adnan jadi milik gue satu-satunya. Awalnya target gue adalah Marwah, tapi ternyata bukan Marwah yang merebut milik gue, tapi sahabat gue sendiri yang merebut gue. Bahkan lo menikah dengan Gus Adnan, lo itu nggak pantas buat Gus Adnan, lo itu hanya wanita yang sukanya bikin kerusuhan dan keributan! Dan sekarang gue akan berusaha menyadarkan lo kalau lo itu nggak pantas buat Gus Adnan. Oh iya satu lagi, gue akan membuat kejahatan di mana lo akan mejadi sampah yang tidak berguna!"


" Dasar psikopat!"


" Terserah lo mau bilang gue apa, yang jelas apa yang gue inginkan harus gue miliki."


Maya mendekati telinga Suci.


" Termasuk untuk membunuh lo!"


" Walau pun gue mati, lo tidak akan bisa mendapatkan mas Adnan. Mas Adnan mencintai gue karena Allah, kami di persatukan dalam ikatan pernikahan karena ridho Allah."


" Jangan mejadi wanita so suci seperti nama lo! Lo itu wanita murahan yang mau di peluk sama siapa saja! Dan Gus Adnan tidak pantas buat lo! Dan apa lo sudah tau siapa bokap gue?! Dengan kekuasaannya bokep gue bisa melakukan apa pun termasuk memiliki Gus Adnan!"

__ADS_1


Maya tersenyum menyeringai pada Suci. Suci berusaha tenang, pikirannya sudah mulai tidak enak


" Gue tau bokap lo sebagai anggota dewan dan terjun juga dalam bidang bisnis, bahkan gue tau bokap lo korupsi."


Suci tetap berusaha tenang, bukan Suci namanya kalau tidak tau tentang Maya, yang memiliki nama panjang Maya Alfaro.


" Gue tau lo menutupi identitas lo, gue tau nama lo Maya Alfaro anak dari pak Samsul Alfaro, dan dari Alfaro Comunty Grup."


Maya di buat tetkejut saat mendengar jawaban dari Suci


" Lo tau dari mana tentang gue?!"


" Sory, gue nggak sengaja saat melihat nama lo di buku harian lo saat di pesantren, gue sudah membaca segalanya yang tercatat di buku kecil harian lo! Gue juga nggak menyalahkan lo karena sekarang lo berbuat nekad, mungkin kurang kasih sayang seorang ibu akan membuat anaknya mejadi salah langkah."


" Sejauh mana lo tau tentang gue?!"


Maya yang tadinya tenang, tapi kini ia mejadi marah, bahkan sangat marah


" Gue tau ibu lo meninggal karena bunuh diri, ibu lo nggak mau tubuhnya terus mengalir makanan haram."


" Cukup bodoh!"


Plakk...


Maya langsung menampar Suci dengan sangat keras, bahkan sudut bibir Suci mengalir darah segar, tapi Suci masih tetap bersikap tenang, sebenarnya ia sedang mengulur waktu, karena otaknya tidak bisa berpungsi apa yang akan Maya lakukan padanya. Suci merasa tidak sia-sia saat membaca buku harian milik Maya, bahkan menurut ia Maya itu adalah Gadis bodoh, bagai mana bisa masalah pribadinya sendiri di catat di buku, waktu tempat dan tanggal kejadian, semuanya sangat jelas di buku kecil itu.


" Karena lo sudah mengetahui semuanya. Jangan salahkan gue kalau akan membuat lo menyesal seumur hidup lo! Karena sudah merebut milik gue dan tau masalah pribadi gue!"


" Mas Adnan itu manusia. Mas Adnan bukan barang yang mudah lo miliki, dan masalah pribadi, ini sudah tahun berapa hingga lo masih mencatat setiap kejadian? Maya, gue berharap lo taubat, gue nggak mau berurusan sama sahabat gue sendiri."


Suci mencoba berbicara lebih lembut, ia berharap masalah ini tidak di perpanjang lagi, karena akan sama-sama di rugikan nantinya

__ADS_1


__ADS_2