
Polisi itu langsung memborgol Raka dan Rangga. Rangga juga tidak melawan, karena ia tidak ingin mati konyol oleh peluru, sedangkan Raka, ia memiliki trouma di masa lalu, ia pernah tertembak karena membrontak di tempat tawuran, kejadiannya sudah lama, saat Raka masih di luar kota, bahkan ia sempat ko'ma dua minggu.
" Dasar banci lo Rey! Kenapa lo nggak lawan gue?! Kenapa lo panggil polisi hah?!"
Setelah di borgol, Raka berbicara sambil berteriak pada Reyhan
" Gue nggak akan mengotori tangan gue untuk membasmi kecoa seperti kalian berdua!"
Rangga langsung bertanya pada Reyhan, karena ia tidak ada sangkut pautnya dengan pacarnya Reyhan
" Rey! Kenapa gue juga ikut di borgol?! Gue nggak ada sangkut pautnya dengan pacar lo!"
" Lo memang nggak ada sangkut pautnya dengan pacar gue, tapi lo ada sangkut pautnya dengan para korban yang lo bully!"
" Lalu kenapa Sam enggak di tangkap?!"
Panggilan Sam adalah Samuel, lelaki berdiri tanpa suara dari tadi
" Sam adalah orang baik, dia hanya menuruti kalian saja, jadi ini tidak ada sangkut pautnya dengan Sam."
" Dasar sialan! Awas saja kalau gue keluar dari polisi! Orang pertama yang akan gue cari adalah lo Rey!"
" Silahkan, gue enggak takut!"
" Pak, segera bawa mereka! Saya yang akan menjadi saksi nanti."
Samuel baru mengeluarkan suara, setelah dari tadi diam. Raka dan Rangga sangat terkejut mendengar ucapan dari Samuel
" Bajingan! Apa lo yang mengatakan ini semua pada Rey?!"
__ADS_1
" Rak, lo jangan salahkan Sam, gue yang memiliki pirasat tidak enak. Pak polisi cepat bawa mereka!"
" Baik Mas!"
Kedua polisi itu langsung membawa Raka dan Rangga pergi dari apartemen. Reyhan membelai rambut Suci yang sangat berantakan dan tangisannya mulai semakin mereda
" Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian ini sayang, tolong jangan menangis, aku akan selalu mejagamu."
Reyhan tersenyum getir saat mengatakan kata menjaganya, jelas kalau ia lengah dan tidak bisa menjaga Suci, hingga tidak terasa air mata Reyhan juga mengalir, dadanya memang sudah sesak dari tadi, dari saat ia melihat kejadian yang tidak senono. Menurut Reyhan dari pada melihat Suci di lecehkan tanpa adanya cinta dari Suci, ia lebih baik melihat Suci memilih lelaki lain, setidaknya ia bisa bahagia melihat Suci bahagia walau pun hatinya hancur. Samuel memutuskan untuk pamit
" Rey! Gue pamit mau pergi ke kantor polisi untuk menjadi saksi."
Setelah dari tadi Reyhan fokus pada Suci, kini pandangannya menatap ke arah Samuel
" Gue mengucapkan terima kasih untuk yang sebesar-besarnya, kalau bukan karena lo, gue nggak tau akan mejadi seperti apa nanti."
Samuel mendekati Reyhan, ia menepuk bahu Reyhan dengan pelan
Setelah mengatakan itu Samuel memutuskan untuk keluar dari apartemen, ia ingin memberikan waktu pada Reyhan dan Suci. Setelah Samuel keluar dari apartemen, Reyhan semakin mengeratkan pelukannya. Reyhan menatap lagi ke arah Suci yang sudah tidak menangis, ternyata Suci sudah pingsan
" Sayang! Sayang!"
Pikiran Reyhan kalut saat melihat Suci yang Sudah pingsan, tiba-tiba dari belakang ada sesaorang yang menarik paksa Reyhan dan langsung memukul wajah Reyhan
Buukkk...
Dia adalah Gus Ilham, yang masuk tanpa permisi ke apartemen itu, karena melihat pintu apartemen terbuka dan menampilkan sosok sesaorang yang sedang memeluk adiknya. Gus Adnan langsung memeluk Suci yang terjatuh ke lantai dengan tubuh lemas dan tidak sadarkan diri
" Uci, Uci! Bangun Uci!"
__ADS_1
Gus Adnan menepuk pipi Suci pelan, tapi tidak ada jawaban di sana. Gus Ilham yang melihat Reyhan tersungkur, ia langsung membangunkan Reyhan lalu langsung memukulnya lagi
" Kamu apain Suci!"
Buuk...
Reyhan awalnya mengepalkan tangan, ia ingin memukul lelaki yang sudah memukulnya dua kali, tapi saat melihat wajahnya, Reyhan sangat terkejut, ia mengenal lelaki di depannya, yaitu adalah kaka kandung dari Suci, walau pun tidak pernah bertegur sapa, tapi Reyhan pernah melihat foto Suci dan orang yang memukulnya sekarang di ponsel Suci, Suci juga mengatakan kalau Gus Ilham adalah kakanya, membuat ia hanya diam. Gus Ilham menarik Reyhan lagi, ia akan memukulnya lagi, tapi ia terkejut saat melihat lelaki yang telah di pukulnya
" Kamu?!"
Hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Gus Ilham, memang mereka tidak pernah saling kenal, tapi Reyhan pernah dua kali menolong Gus Ilham, saat itu Gus Ilham akan mengantarkan berkas penting ayahnya ke kantor, tapi berkas yang di tas itu di jambret, hingga Reyhanlah yang mengejar jambret itu dan mengembalikannya pada Gus Ilham. Dan kedua kalinya saat Gus Ilham pergi tengah malam, tiba-tiba ban motornya kempes, ia hanya diam di tengah jalan yang sangat gelap, menunggu sesaorang yang lewat, karena di situ hanyalah jalan tol tanpa rumah satu pun, lalu ada Reyhan, Reyhan yang menolongnya untuk yang ke dua kalinya. Kejadianya sudah tiga tahun yang lalu, tapi Gus Ilham masih mengingatnya dengan jelas. Sedangkan Reyhan yang di panggil kamu, ia sedikit bingung, ia sama sekali tidak mengenal Gus Ilham dan menurutnya ini adalah pertemuan pertamanya dengan Gus Ilham. Gus Ilham langsung mendorong keras Reyhan tanpa memukul Reyhan, Samuel langsung lari masuk saat melihat Reyhan tersungkur, ia membantu Reyhan untuk berdiri
" Lo nggak apa-apa Rey!"
" Gue nggak kenapa-napa."
Samuel memang tadi sedang menyalakan motor saat ada mobil berhenti dan ada dua orang lari ke apartemen itu, awalnya ia juga tidak peduli, ia langsung melajukan motornya, tapi saat mengingat takut itu adalah keluarga dari Suci dan salah paham pada Reyhan, ia memutuskan memutar arah dan balik lagi ke apartemen. Ternyata dugaan Samuel benar, mereka berdua salah paham terhadap Reyhan yang sudah menolong Suci
" Kamu apakan Suci?! Hingga Suci tidak sadarkan diri!"
" Ini bukan Salah Reyhan, ini adalah salah Raka! Raka yang telah membuat Suci seperti ini! Reyhan datang hanya untuk menolongnya."
Sebelum Reyhan menjawab, Samuel lebih dulu menjawab pertanyaan Gus Ilham.
" Saya mencintai Suci dengan tulus, jadi saya tidak mungkin untuk menyakiti Suci."
Gus Ilham bukan terkejut dengan penjelasan dari Samuel, tapi ia terkejut saat mendengar dari ucapan Reyhan, ia tidak menyangka kalau selama ini adiknya berpacaran dengan sesaorang yang sudah menolongnya. Memang Gus Ilham melihat Reyhan seperti lelaki berandal, tapi ia sudah tau kalau Reyhan adalah orang yang sangat baik
" Suci, kaka nggak nyangka kalau kamu pacaran denganya, Gus Adnan memang orang yang tepat untuk kamu, tapi jika saja kaka tau kalau kamu sudah memiliki pacar dan pacarnya dia, kaka akan memohon pada ayah, kalau dia adalah lelaki yang tepat untukmu, kaka tau dia jauh dengan ajaran agama, tapi setiap orang bisa berubah, dan kaka percaya kalau dia bisa berubah." batin Gus Ilam
__ADS_1
Gus Ilham sangat menyesal setelah tau segalanya, ia memang dari awal ingin Suci menikah dengan orang yang di cintai Suci, tapi ia tidak bisa menentang orang tuanya karena tidak tau apa-apa