
Samuel dan Gus Adnan sampai di Apartemen Reyhan, sebenarnya tadi mereka pergi ke rumah utama pak Mahendra, tapi kata pak satpam yang bekerja di rumah pak Mahendra, semejak Reyhan meninggal pak Mahendra tinggal di Apartemen Reyhan. Samuel langsung menekan bel apartemen itu. Tidak lama ada bi Minah yang membuka pintu
" Assalamualaikum."
Gus Adnan langsung uluk salam saat melihat bi Minah.
" Wa'alaikumsalam, eh ada den Sam dan den Gus, ada apa iya?"
" Pak Mahendra ada bi?"
" Ada den, mari masuk den."
Mereka masuk ke dalam hingga berhenti di ruang keluarga, di sana ada Kenzi yang sedang sibuk dengan laptop sedangkan pak Mahendra sedang mengecek berkas-berkas yang Samuel ketahui itulah adalah pekerjaan kantor, hanya saja ia sedikit terkejut saat melihat Kenzi ada di sana, karena setiap kali ia mengatakan tentang perusahaan Saskia Grup dan menyerahkan berkas-berkes penting tidak pernah ada Kenzi di apartemen itu.
" Pak ada den Sam dan den Gus."
" Saya sudah tau kalau mereka akan datang kemari."
Pak Mahendra mendekati sofa yang sudah ada Samuel dan Gus Adnan, karena ia tadi duduk di kursi biasa bersama Kenzi. Kenzi juga mengikuti pak Mahendra masih sambil membawa laptopnya. Samuel dan Gus Adnan langsung menyalami tangan pak Mahendra sambil mencium tangannya. Pak Mahendra tersenyum saat melihat Gus Adnan, lelaki yang telah menggantikan Reyhan di hati Suci.
" Silahkan duduk nak."
Mereka hanya mengangguk, lalu langsung duduk
" Ken, lo ngapain di sini?"
" Gue yang harusnya bertanya sama lo, lo ngapain ke sini? Mau nuduh gue kalau gue pelaku teror itu sama seperti Suci?"
__ADS_1
Kenzi menjawab ucapan Samuel sambil menaik turunkan satu halisnya
" Ko lo tau tentang Suci nuduh lo?"
Samuel sangat terkejut. Sedangkan Kenzi yang di tanya hanya tertawa terbahak-bahak
" Lagian siapa yang bisa lo bohongi dari gue Sam?! Lo itu memang sahabat laknat!"
" Gue percaya ko lo nggak lakuin itu, gue juga sudah menemukan dalang sebagai pelaku berikutnya yang hingga sekarang belum bergerak."
" Gue tau lo cerdas! Gue tau lo nuduh Siska! Si Gadis bermuka dua itu! Gue bersyukur dech dulu Rey nggak suka tuh sama si siluman! Walau pun Siska mati-matian ingin mendapatkan Rey, tapi lebih begonya lagi Rey sukanya sama cewek aneh! Suka cewek bar-bar jadi-jadian!"
" Lo jangan ngomong gitu dong tentang Suci! Ada suaminya tau nggak enak!"
Bisa di lihat kalau sekarang Gus Adnan sudah sangat marah, kalau saja ia tidak ingin meminta bantuan sama pak Mahendra, mungkin ia sudah pergi dari apartemen itu karena mendengar ucapan Kenzi yang mengatakan istrinya wanita bar-bar, ia aku kalau istrinya itu nakal, tapi sedikit saja sesaorang yang mengatakan itu rasanya nyeri di hatinya. Sedangkan Kenzi baru ingat ada Gus Adnan yang dari tadi terus menatapnya, ia langsung menutup mulutnya sendri. Bukan Kenzi tidak suka sama sifat dan sikap Suci, hanya saja baginya terkesan aneh yang selalu memiliki bertolak belakang dengan Reyhan, kalau Reyhan suka menolong orang walau pun hobinya sama balapan liar dan tawuran, tapi kalau Suci sukanya balapan liar dan berbuat onar.
" Sudah-sudah, Adnan silahkan bicara ada perlu apa?"
" Begini pak, saya mau minta bantuan untuk memnobol akun pak Samsul, untuk mencari bukti tentang korupsi, karena istri saya sedang ada dalam jeruji besi pak."
" Kamu sebenarnya tidak perlu meminta pada bapak Adnan, tanpa kamu meminta pun bapak akan membantu kamu. Suci sudah bapak anggap seperti putri bapak sendiri semejak Rey meninggal, jadi itu sudah tugas bapak untuk membebaskan Suci, dan bapak di sini mau mengucapkan terima kasih pada kamu Adnan, terima kasih karena telah menggantikan Rey di hati Suci, jujur bapak sangat senang saat tau tentang repsepsi pernikahan kalian."
Gus Adnan bisa melihat senyuman berbinar dari lelaki paru baya di depannya, senyuman mendaimaikan menurutnya.
" Bapak tidak perlu berterima kasih pada saya, saya mencintai Suci karena Allah."
Pak Mahendra mengangguk saat mendengar jawaban dari Gus Adnan, kini matanya langsung menatap ke arah Samuel
__ADS_1
" Sam, semua bukti sudah ada di tangan Kenzi. Kenzi yang sudah membobol akun pak Samsul, kita hanya tinggal susun rencana hari ini, besok kalian baru menyerang mereka."
Samuel membulatkan matanya saat kata menyerang
" Menyerang seperti apa iya pak? Apa situasi ini tidak bisa di ajukan jalur damai?"
" Kamu itu Sam ada-ada saja, bapak yakin kalau pak Samsul berkeja dengan pihak yang mengaku kepolisian, kalian tidak boleh lengah dan gegabah, sekali gegabah nyawa kalian melayang. Lalu tentang khasus Sapira apa kamu mau membuka tentang khasus kematian Sapira?"
" Sepertinya harus pak, agar mereka mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya."
Kenzi yang menatap mereka berdua begitu akrab sangat heran, walau pun ia tau kalau Samuel di tujuk sebagai Ceo, tapi ia pikir mereka bedua tidak sedakat itu, bahkan pak Mahendra juga tau tentang khasus Sapira yang sudah lama di tunggu Samuel, memang Kenzi sudah mengetahuinya kalau Samuel akan membalas tentang perlakuan keluarga Maya, tapi ia tidak menyangka kalau pak Mahendra sudah mengetahui khasus itu, dengan rasa penasaran Kenzi bertanya pada pak Mahendra
" Pak ko sudah mengetahui khasus Sapira?"
" Sebelum tentang Suci terjadi sebenarnya Samuel sudah ingin menuntut tentang pak Samsul, dan meminta bapak sebagai penuntutnya, tapi karena kejadiannya seperti ini jadi iya mungkin sekalian saja setelah polisi menangkap pak Samsul."
" Oh begitu pak. Sam, gue yang sudah membobol nie akun pak Samsul bukan pak Mahendra, lo enggak mau ucapain terima kasih sama gue?"
" Heran gue sama lo, ngemis banget pengen di ucapain terima kasih dari gue."
" Iya harus dong, lo pikir nggak makan waktu berjam-jam?"
" Sudah-sudah, ini-ini yang bapak tidak pernah menyuruh kalian datang secara bersamaan, kalian selalu saja seperi kucing sama anjing. Sekarang kita harus bersiap dan menyerahkan bukti-bukti ini ke KPK hari ini juga, dan segera mengepung kantor pak Samsul, bukan adu mulut, ini itu tidak bisa di anggap remeh, pak Samsul itu banyak mata-mata, kita harus bertindak hati-hati."
Mereka berdua hanya mengangguk-angguk tidak jelas, walau pun perdebatan mereka masih belum selsai.
" Gini Adnan, bukti ini bapak serahkan dan bersama Pak Rivaldi, dia yang akan memimpin penggeledahan, kamu serahkan nanti sore, besok baru kalian begerak."
__ADS_1
" Baik pak, sekali lagi saya berterima kasih pak."
" Sama-sama nak, itu sudah tugas bapak."