Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 75 Debat


__ADS_3

Menyusun rencananya tidak sesui rencana, jadi mereka lagi-lagi menunda rencananya dan ini adalah hari ke empat, mereka sudah yakin kalau hari ini akan segera bertindak. Hari ini Gus Adnan, Samuel, Kenzi, pak Mahendra, Sella, dan Sisil sudah berkampul termasuk Rivaldi dan anak buahnya. Mereka semua terlihat tenang, tapi hanya Gus Adnan yang terlihat kuatir, ia dari 4 hari yang lalu hingga hari ini belum melihat sang istri.


" Rivaldi, bagai mana?"


" Berkas penggelapan dana yang di lakukan pak Samsul sudah di terima KPK tuan."


" Lalu kapan penyerangan di lakukan?"


" Jam 12 siang akan di lakukan penggeledahan di kantor perusahaan pak Samsul oleh Divisi Humas Polri, untuk penangkapannya mungkin di lakukan sore atau malamnya tuan."


" Saya tidak suka kata mungkin! Pastikan lagi pada mereka kapan pak Samsul itu di tangkap!"


" Pak jangan emosi dong, kasihan pak Rivaldi."


Memang Kenzi sangat kasihan pada Rivaldi yang sudah sedikit takut, aura pak Mahendra sekarang seperti tidak sedang bersahabat, walau pun pak Mahendra terkenal orang baik, tapi kalau sudah menyangkut orang-orang yang di sayangi dalam masalah, pak Mahendara tidak bisa memasang wajah baik, terlebih lagi pak Mahendra sudah tau siapa pak Samsul.


" Kamu itu hanya bocah ingusan Kenzi! Bagai mana bapak bisa tenang?! Ini itu menyangkut hukum, kalau kita bertindak gegabah, yang ada kita yang akan di tuntut balik!"


" Iya pak, maaf."


Kenzi memang tidak terlalu paham kalau sudah berurusan dengan hukum, yang paling paham di tentang hukum hanya Samuel, karena Samuel kuliah mengambil jurusan hukum, sedangkan Kenzi dan yang lain mengambil jurusan bisnis. Sebenarnya kalau pak Samsul bukan anggota dewan, Samuel mudah-mudah saja mengeluarkan Suci dari penjara, toh buktinya sudah ada di tangannya, hanya terisa satu bukti lagi yang belum ia dapatkan, yaitu bukti Siska yang ikut terlibat dalam permasalahan ini.


" Adnan, bapak sebagai manusia hanya bisa berusaha, dan selebihnya semua serahkan pada Allah."


" Iya pak, terima kasih banyak, saya yakin Allah tidak akan pernah mengecewakan hambanya, walau pun kita sebagai hamba sering mengecewakan Allah."


" Adnan, maaf bapak tidak bisa ikut, karena pekerjaan bapak terlalu banyak, jadi bapak percayakan semuanya pada Rivaldi dan Samuel, tenang saja bapak percaya kalau Samuel bisa menyelseikan semuanya. Iya sudah kalian bergerak sekarang. Kalian semua hati-hati."


" Baik pak, sekelali lagi saya mengucapkan terima kasih."


" Sama-sama nak."

__ADS_1


Mereka semua langsung keluar dari rumah pak Mahendra dengan menggunakan dua mobil, tiba-tiba saja ponsel Samuel bergetar, itu adalah dari anak buah pak Mahendra.


" Hallo, ada apa?"


" Sam, pak Samsul melarikan diri, tim dari KPK, kejaksaan agung dan kepolisian sedang melakukan pengejaran, dan mata-mata lainnya juga kehilangan jejak."


" Baiklah, saya juga sedang di perjalanan, ini akan segera membantu mengejar pak Samsul."


" Baik Sam."


Samuel langsung memutuskan sambungan telponnya, ia menghela nafas kasar.


" Gus, lebih baik serahkan video saat Suci di gedung, saya akan ikut melakukan pengejaran, karena pak Samsul melarikan diri."


" Saya lebih baik ikut kalian terlebih dahulu."


" Jangan Gus, saya takut tidak bisa menjamin keselamatanmu."


" Yang mau kita tangkap itu koruptor, bukan penjahat berantai Sam."


" Baiklah."


Samuel menghela nafas berat, bagai mana pun juga Gus Adnan adalah tinggal di pesantrenan, mana bisa memukul pejahat, tapi ia tetap menghargai permintaan Gus Adnan


" Sil, Sel, kalian berdua lebih baik naik taksi. Pulang saja tunggu kabar baiknya nanti."


" Aku mau ikut Sam, Suci itu sahabatku."


" Sil, aku enggak mau kamu terluka, tolong mengerti aku sekali ini saja, aku juga sedang membantu menolong sahabatmu."


" Enggak mau pakonnya aku harus ikut."

__ADS_1


Sella menghela nafas berat, saat melihat ke dua sijoli yang terus saja berdebat.


" Sil, kali ini tolong mengalah, apa yang Samuel bilang itu benar adanya, kalau kita lebih baik pulang, jangan menambah beban Samuel, masalah pak Samsul sudah sangat rumit, tolong jangan egois."


Sella mencoba membujuk Sisil, ia tidak ingin Samuel nanti terluka karena terus menghuatirkan ke adaan Sisil, walau pun yang mau di tangkap itu koruptor, tapi ia tau orang-orang pak Samsul itu sangat berbahaya.


" Enggak bisa Sel, aku pakonnya harus ikut!"


Sella hanya menghela nafas berat saat mendengar nada berteriak dari Sisil, ia tau kalau Sisil kuatir pada Samuel, tapi permasalahannya akan semakin rumit kalau Sisil ikut. Samuel langsung menarik Sisil ke dalam pelukannya karena memang Samuel duduk di sebelah Sisil, di tengah Sella dan di sebelahnya lagin Kenzi. Sedangkan Gus Adnan duduk di depan bersama Rivaldi.


" Aku sayang kamu, aku takut kamu kenapa-napa, tolong jangan keres kepala, aku mohon."


Samuel masih memohon pada Sisil, ia masih tidak ingin mengijinkan Sisil untuk ikut. Kenzie yang melihat ke dua sahabatnya berdebat, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Ini ni yang bikin gue nggak suka pacaran, karena cewek itu keras kepala dan ngeropotin, apa lagi kalau kita sudah sayang, kita pasti tidak ingin melihat pacar kita terluka. Sil, menurut gue lo jangan ikut, jangan membuat Samuel mengambil langkah yang salah, kalau sampai lo akan di lukai, maka gue percaya kalau Samuel akan mentaruhkan hidupnya buat lo, yang ada nanti bikin kacau. Lo itu jadi cewek jangan membuat keadaan tambah kacau, jangan egois, kasihan Suci yang sedang di penjara! Apa lo enggak sayang sama Suci? Kalau nanti perjalanan kita terhambat?"


Sisil yang mendengar ucapan dari Kenzi, ia juga membenarkan ucapan Kenzi, kalau ia memang menghambat pekerjaan Samuel. Sisil melepaskan pelukan Samuel, ia menatap mata Samuel dengan perasaan kuatir.


" Janji jangan sampai terluka? Aku tunggu di mobil saja boleh?"


" Aku tidak bisa menjamin kalau tentang luka, tapi aku bisa menjamin kalau aku akan kembali dengan selamat. Kamu boleh tunggu di mobil bersama Sella, kamu harus pegang ponselku, dan aku akan memegang ponselmu."


Samuel menyerahkan ponselnya pada Sisil.


" Untuk apa Sam?"


" Aku yakin Siska akan bergerak cepat atau lambat, kamu cukup pantau lokasi Suci, kalau ada perubahan lokasi segera hubungi aku."


Mata Sisil mengrejep tidak percaya saat mengatakan Siska juga ikut terlibat dalam permasalahan Suci.


" Jadi benar adanya kalau Siska ikut terlibat?"

__ADS_1


" Bukan'kah tadi saat kamu pura-pura mengajaknya untuk ke moll, Siska menolak karena akan ke rumah tantenya? Aku yakin kalau Siska sekarang sedang merencanakan sesuatu."


Sisil menggeleng-gelengkan kepalanya, ia masih tidak percaya kalau Siska juga ikut terlibat dalam hal ini, dulu Siska yang mengajak ia dan Sella membentuk anggota 4S, dan Siska adalah wakilnya, sedangkan Suci di percaya oleh Siska untuk mejadi ketua, bahkan Siska juga mengatakan apa pun yang terjadi pada Suci, harus membantunya, tapi kali ini Siska sendiri yang menusuknya dari belakang.


__ADS_2