Cinta Suci

Cinta Suci
End


__ADS_3

Kebahagian Suci dan Gus Adnan semakin bertambah semejak keberadaan Zayyan, yang sekarang usianya 3 tahun. Pak samsul, Indra, Maya dan Siska juga sudah mendapatkan balasan yang setimpal.


" Umi! Umi! Di mana Zay tampan mencalimu!"


Zayyan berteriak dari luar rumah dengan suara cedalnya, ia menghampiri sang Umi. Gus Adnan selalu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya.


" Sifat Zay mirip kamu Uci."


Suci hanya tertawa pelan, memang kelakuan Zayyan itu mirip sekali dengan Suci.


" Umi di kamar Zay!"


Zayyan langsung menghampiri ke dua orang tuanya di kamar sambil bersidakep dada, jangan lupakan pipi gembul Zayyan yang sengaja di kembungkan.


" Ih umi jangan bubul telus, pala Zay pucing nie."


Gus Adnan hanya menggeleng pelan, putranya itu suka sekali mendrama, jelas-jelas putranya akan mejadi penurus pesantren.


" Pipinya jangan di kembungin gitu Zay. Zay jadi seperti ikan buntal, sumpah umi enggak bohong."


" Zay milip sah lulkan, bukan ikan bantal Umi."


" Buntal Zay, bukan bantal."


Gus Adnan membenarkan ucapan putranya yang salah ucap.


" Iya abi ikan bantal."

__ADS_1


Gus Adnan dan Suci menggeleng-gelengkan kepala mendengar jawaban putranya yang salah ucap lagi.


" Abi, Zay milip sah lulkan kan?"


Zayyan meminta pembelaan pada sang abi.


" Jelas-jelas Zay itu mirip abi, Zay, mana ada mirip sahrulkan, jangan ngada-ngada deh."


" Ih pakonnya Zay milip sah lulkan, titik!"


" Sudah-sudah, Zay ada apa cari umi?"


" Emangnya Zay cali umi?"


" Tadi Zay teriak-teriak cari umi."


Zayyan mengetuk-ngetuk telunjuknya di dagu, ia berpikir sejenak, hingga matanya meloto lucu.


" Dasar bocah gemblung! Sudah salah masih songong lagi!"


" Uci! Jangan bicara begitu!"


" Lasain di malain abi, wlee!"


Suci hanya menggeleng pelan, melihat kelakuannya selalu saja menyebalkan, tapi tidak bisa di pungkiri kalau ia sayang pada putranya dari apa pun itu.


" Kamu anak siapa sih Zay?! Jadi bocah selalu nyebelin!"

__ADS_1


" Anaknya abi Adnan yang paling tampan, tapi masih tampanan Zay!"


" Narsis!"


Suci lagi-lagi menggelengkan kepalanya setiap kali mendengar ucapan dari putranya.


" Memang Zay cari abi mau apa?"


Gus Adnan menatap serius mata putranya.


" Zay mau ke pesantlen abi, boleh iya abi?"


Zayyan memohon dengan memegang tangan kanan abinya dengan ke dua tangannya. Bahkan wajahnya juga memasang wajah memohon, hingga siapa saja pasti melihatnya sangat menggemaskan.


" Tumben Zay mau ke pesantren, apa ada sesuatu Zay?"


" Iya abi, Zay mau cali pacal."


Zayyan menjawab ucapan dari abinya dengan wajah yang santai dan tenang. Gus Adnan dan Suci melebarkan matanya ia sangat terkejut dengan jawaban dari putranya, memangnya putranya itu tau apa artinya pacar? Heran mereka berdua pada jawaban Zayyan.


" Memangnya Zay tau apa pacar?"


" Taulah abi, kata olang kalau belduaan itu pacalan, jadi Zay mau temuin Abian, bial sepelti pacalan kalau beldua."


Abian adalah putra dari Gus Ilham, yang berusia 2 tahun. Gus Adnan dan Suci menggeleng-gelengkan kepalanya, ada saja kelakuan aneh putranya itu.


END

__ADS_1


...****************...


Hai kak semua terima kasih sudah dukung author, semoga kalian semua sehat-sehat dan di mudahkan rezekinya. Pesan Autor dari cerita ini ambil yang positfnya dan buang yang negatifnya. Terima kasih


__ADS_2