Cinta Suci

Cinta Suci
BAB. 72 Pakta Maya


__ADS_3

Gus Adnan juga sudah memberitahukan pada orang tuanya kalau istrinya itu masuk ke dalam penjara, dan hari ini ia dan Samuel harus pergi ke jakarta untuk minta bantuan pada Pak Mahendra. Raut wajah Gus Adnan hari ini tidak baik-baik saja, terlihat pucat dan kekuatiran di dalam pikirannya, suami mana yang akan berpikir baik-baik saja dan tenang di saat istrinya masuk penjara. Sekarang Gus Adnan dan Samuel sedang berjalan ke arah mobil.


" Gus, biar saya yang membawa mobil, tenanglah, jangan terlalu kuatir."


Gus Adnan hanya mejawab dengan anggukan kepala. Sedangkan Samuel tadi berbicara seperti itu agar sedikit mencairkan suasana, ia jelas tau suami mana yang akan baik-baik saja di saat istrinya masuk ke dalam penjara, tentu saja tidak baik-baik saja. Samuel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi, sebenarnya ia ingin sekali mebawa mobil dengan kecepatan tinggi, ia sudah ingin cepat mengakhiri permainan gila dari sahabat-sahabat Suci.


" Tolong lindungi istri hamba ya Allah, berilah dia kekuatan dalam menghadapi cobaanmu." batin Gus Adnan


Entah sudah berapa ratus kali Gus Adnan mengucapkan kata itu, pikirannya tidak tenang. Tiba-tiba saja ponsel Gus Adnan bergetar


Dret... Dret...


Gus Adnan melihat ponselnya, di situ ada sebuah panggilan dari nomer yang tidak di kenal, lalu ia langsung mengangkatnya dengan di lodspeker


" Hallo sayang, gimana kejutannya? Bagus'kan kejutan yang calon istrimu berikan?"


Gus Adnan mengepalkan tangan kirinya kuat, bahkan Maya tidak tau malu mengakui diri sendiri sebagai calon istri.


" Saya tidak menyangka kalau kamu akan berbuat seperti ini Maya."


" Itu semua aku lakukan untuk mendapatkanmu, datanglah ke rumah kalau Gus ingin melepaskan Suci, gampang ko syaratnya, jadikan aku istri ke dua kalau Gus tidak ingin menceraikan Suci."


Samuel yang mendengar ucapan Maya, ia tertawa keras, ia sungguh lucu saat ada wanita yang rela mejadi istri kedua. Bukan'kah kebanyakan wanita tidak ingin berbagi suami?


" Gila lo Maya! Gue nggak pernah menyangka ada wanita bodoh yang rela melempar dirinya ssndiri mejadi istri ke dua!"


" Sialan lo Samuel!"

__ADS_1


Maya bisa mengenali suara siapa di balik telpon, karena Samuel adalah orang yang pernah di cintai di masa lalu, sebelum ia masuk ke dalam pesantren.


" Hahaha! Gue pikir lo sudah lupa sama suara gue, ternyata lo masih hapal iya?! Gue pikir setelah di tolak gue lo benar-benar mau bertoubat karena masuk ke dalam pesantren, tapi ternyata lo mejadi lebih mejijikian! Maya, kalau lo terus seperti ini, lo nggak akan pernah menemukan lelaki yang tepat, apa gue harus membuka khasus lama untuk lo bertobuat?"


" Dasar Samuel sialan! Tunggu saja setelah masalah gue selesai dengan wanita murahan itu akan aku buat perhitungan!"


Sedangkan Gus Adnan terkejut karena ternyata mereka memang sudah saling mengenal.


" Akan gue tunggu, dan akan gue buka khasus lama tentang almarhum Sapira!"


" Lo gila Sam! Lo gila! Lo nggak pernah biarian gue bahagia!"


" Lo yang gila May, lo yang lebih gila, dulu lo membunuh Sapira karena Sapira dekat banget sama gue! Dan sekarang lo jeblosin Suci ke penjara, karena gue tau lo nggak akan pernah bisa menang dari Suci, untuk itu satu-satunya cara lo nusuk perut lo sendiri. Gue miris kenapa di dunia ini ada wanita seperti lo. Wanita yang selalu berbuat dosa demi untuk ambisimu sendiri! Dan Gue nyesel pernah kenal dekat sama lo! Wanita mejijikan!"


Setelah mengatakan itu, Samuel mematikan sambungan telponnya dengan tangan kiri yang masih di genggam oleh Gus Adnan


" Gus, ponselnya di matikan saja untuk sementara, yang ada kita akan lebih pusing kalau wanita gila itu terus menelpon. Gus Adnan mengangguk lalu langsung mematikan ponselnya.


" Kita kenal dekat dan sangat dekat dulu, tapi semejak kematian Sapira saya mejauh dari Maya, rahasia Sapira memang sudah saya dapatkan, kalau Sapira di bunuh oleh orang bayaran pak Samsul, tapi orang tua Sapira tidak ingin memperpanjang khasus ini karena ia takut kalau keluarga pak Samsul akan membahayakan adik-adik Sapira."


" Kenapa kamu gegebah? Apa tidak takut keluarga pak Samsul membahayakan nyawamu dan nyawa orang tuamu?"


" Saya percaya kalau mama bisa menjaga dirinya sendiri, semejak mama di tujuk mejadi kepercayaan Saskia Grup, mama belajar seni beladiri, karena masalah persaingan bisnis itu sangat kejam."


Samuel tersenyum saat Gus Adnan mulai mau bersuara, setidaknya di dalam mobil ini tidak merasakan keheningan. Maya dulu memang sudah pernah menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh Sapira, karena Sapira sangat dekat dengan Samuel, sebenarnya kedetakan mereka hanya sebatas sahabat, karena Sapira yang menncintai Irwan, lelaki yang ta'at agama, sedangkan Samuel mencintai Sisil, tapi Sapira mejadi korban karena kedekatan mereka.


...****************...

__ADS_1


Suci sedang duduk di pojokan sel dengan menggunakan baju tahanan. Seorang petugas memanggilnya dan mengatakan kalau ada orang yang ingin bertemu dengan Suci. Suci tersenyum senang, ia yakin kalau itu adalah suaminya, tapi senyumannya pudar saat melihat siapa yang duduk santai di sana. Mata Suci menatapnya dengan tatapan tajam, sedangkan orang yang di tatap hanya tersenyum menyeringai. Setelah petugas pergi Suci langsung bertanya


" Lo mau ngapain kesini?!"


" Sabar dong sayang jangan marah-marah, nanti cantiknya hilang lo, tapi aku tetap suka."


" Gue nggak nyangka kalau lo selicik ini."


" Cinta bisa membuat orang buta sayang, bagai mana tinggal di sini? Apa kamu betah?"


" Gue lebih baik tinggal di sini dari pada harus menikah dengan penghuni neraka jahanam!"


Indra tertawa terbahak-bahak saat mendengar kerelaan Suci yang memilih tinggal di pejara dari pada tinggal bersamanya


" Aku heran kenapa kamu itu tidak mau meninggalkan suami alimmu? Apa yang bisa di harapan dari dia? Dia hanyalah seorang Dosen!"


Suci tersenyum menyerigai saat mendengar ucapan dari Indra


" Lalu apa yang bisa gue harapkan dari seorang Indra? Agama nggak ada, sifat baik nggak ada, sifat buruk saja banyak. Apa yang bisa gue contoh darimu?"


" Kalau kamu mau memberikan kesempatan, aku akan berubah. Aku bisa menjadi yang kamu inginkan, tapi kamu tetap menolak dan memilih penderitaan dari pada menikah denganku, maka rasakan penderitaanmu tinggal di jeruji besi."


" Gue percaya nanti lo yang akan tinggal di jeruji besi."


Indra langsung mendekati Suci yang masih berdiri, ia langsung berbisik di telinga Suci


" Silahkan kalau bisa sayang, di sini masih ada yang terlibat, kalau aku dan Maya bisa masuk ke jeruji besi, kamu akan tetap menderita, bahkan lebih menderita dari pada di jeruji besi."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Indra langsung duduk lagi sambil bersandar. Sedangkan Suci langsung mengepalkan ke dua tangannya, ia ingin sekali memukul lelaki yang ada di hadapannya, ia tidak menyangka kalau kata-kata Samuel itu memang benar, masih ada lagi yang terlibat dalam permasalahan ini.


" Sebenarnya siapa lagi yang terlibat di masalah ini? Tidak mungkin Siska, walau pun Samuel sudah menuduh Siska, tapi Siksa belum juga muncul." batin Suci


__ADS_2