Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan
DCSM bab 12


__ADS_3

"Lo yank, kok kamu ada disini?" Imam berdiri kaku di depanku. Hanya terhalang meja keramik panjang tempat menyimpan piring dan menata makanan sebelum dikeluarkan ke tamu.


Aku hanya tersenyum dengan pertanyaan konyolnya. Bahkan aku masih melihat kedua tangan itu saling bertaut sebelum dirinya berusaha berjalan mendekat padaku.


Aku masih tersenyum, melihat sekeliling. Mereka menatap ku aneh.


"Kamu yang namanya, Diah ya?" Tanyaku pada cewek magang yang masih berdiri ditempatnya tak bergeming.


"Iy.. iya mbak."


Aku kembali tersenyum, dan memintanya mengambilkan nampan yang tersusun rapi di lemari tepat di belakangnya berdiri. Dengan sedikit aneh gadis itu menyerahkan nampannya padaku.


"Boleh tambah 1 nampan lagi ya. Kayaknya harus pakai dua nampan ini baru bisa dibawah secara bersamaan. Kalau satu kan bolak-balik nanti capek." Ucapku seraya menata pesanan dalam nampan.


"Aku sendirian yank. Biasanya bisa ditumpuk kan? jadia biar saja aku mengantarkan nya sendiri."


Imam mendekat, aku menepis tangannya ketika akan menata makanan yang telah ku susun.


"Biar jadi dua begini!! kalau tumpah kan sayang. Udah jangan banyak protes mana sini minumannya taruh disini juga."

__ADS_1


Dia hanya menurut dan diam tak banyak bicara lagi. Aku masih tersenyum seperti tak pernah ada beban sedikitpun yang kurasakan.


"Udah beres, sekarang antarkan. Kagak enak nanti kalau sudah dingin makanannya. Dan ini biar Diah yang bantu kamu bawah. Deket kan? cuma di blok bugenfil aja kok."


Disaat aku selesai berkata Mas Dian masuk dengan membawa orderan di tangannya. Karuan saja aku langsung menenggelamkan diri dalam kesibukan.


Aku bersikap biasa sampai jam kerja habis dan waktunya kami semua pulang. Tak ada yang berani bertanya atau memancing cerita. Semua seolah diam dengan tanda tanya yang pastinya menggantung di pikiran mereka.


"Ar, ku antar ya?"


"Tumben Mas, biasanya langsung masuk mess dan tidur."


"Mau beli rokok sekalian snack. Belum ngantuk ini, kayaknya mata ngajak begadang nanti." Ucapnya seraya menyalahkan motor matic miliknya.


Motor segera melaju perlahan ketika aku sudah duduk santai di boncengan Mas Dian. Dapat aku lirik dari ujung mataku ada yang memperhatikan kami dari lobi hotel samping. Tapi tak ku pedulikan, rasanya hari ini sudah cukup penat.


Mas Dian tak langsung mengantar ku kerumah. Dia mengajakku mampir ke Indo swalayan terlebih dahulu untuk menemaninya.


Sekilas tentang mas Dian. Dia cakep untuk ukuran cowok ideal dan itu juga menunjang repotasinya sebagai Playboy. Tak jarang, ada beberapa cewek yang datang untuk mencarinya. Dan semua itu wajar saja. Mas Dian juga mempunyai sifat penyayang dan sabar.

__ADS_1


Dari sekian banyak teman cowok ditempat ku bekerja. Aku hanya dekat dengan Mas Dian dan Mas Eksan. Yang lainnya hanya hubungan kerja biasa sekedar say hello.


"Kamu mau apa, Ar?" Suaranya membuyarkan lamunanku yang tadi sempat berkeliling entah kemana.


"Kagak beli apa apa, Mas. Lagi diet aku hahaha." Aku tertawa dengan ucapanku sendiri yang langsung dihadiahi jitakan di kepalaku.


Mas Dian melangkah ke arah freeze dan mengambil 2 bungkus es krim magn um coklat. Ditariknya aku kemeja kasir dan membayar semua pesanannya.


Kami duduk didepan toko Indo swalayan dan menikmati es krim yang tadi dibeli. Ku lirik jam masih jam sepuluh lebih lima belas menit. Belum terlalu malam untuk ku pulang.


"Kenapa kamu tidak kaget?" Pertanyaan Mas Dian yang tiba-tiba membuatku menoleh padanya.


"Kaget? kenapa?" Aku yang sedikit tidak konek balik bertanya padanya dengan badan yang sudah menghadapnya kini.


Terlihat jelas Mas Dian menghela nafas dan menatapku yang masih asyik menikmati makanan kesukaanku itu.


"Soal, Imam." Nampak jelas keraguan dari kata kata Mas Dian dan aku memaklumi itu. Mungkin mereka merasa aneh dengan sikapku yang biasa saja ketika menemukan perselingkuhan pacarku dengan Diah si cewek magang.


Ku telan es krim terakhir sebelum ku jawab pertanyaan Mas Dian. Aku juga sempat membenarkan letak duduk ku agar semakin nyaman.

__ADS_1


"Sebenarnya... "


__ADS_2