Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan
DCSM bab 14


__ADS_3

Pagi menjelang seperti biasanya. Namun kali ini sedikit mendung hingga udara sedikit dingin. Namun tak menyurutkan niatku untuk berangkat bekerja.


Jam sudah menunjukkan angka 6 ketika aku masuk ke dalam dapur resto. Pada bagian dapur sudah ramai dengan kesibukan masing-masing. Restoran sendiri buka dijam 07.00 pagi hingga jam 22.00 malam sedang kan Hotel buka 24 jam.


Menu sarapan untuk tamu yang menginap pagi ini adalah nasi soto dan nasi rawon. Kebetulan, semalam aku telah menyiapkan kuah dan daging rawon nya. Hingga pagi ini aku cukup mengiris daging ayam untuk soto dan menyiapkan sambal.


Menu sarapan memang disediakan gratis bagi tamu yang menginap. Tiap harinya menu akan berubah-ubah agar tidak bosan.


Ku saring teh untuk memisahkan air teh yang bersih dengan ampasnya. Setelahnya ku tata dulu tempat pembuatan minuman dengan gelas khusus Breakfast disana.


Setelahnya ku tata piring, sendok dan garpu yang memang khusus dipakai untuk menu breakfast. Bukan karena gratis, tapi pembedaan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi menumpuknya piring dan peralatan makan di kamar tamu. Karena tak jarang, tamu yang menginap tidak mengeluarkan bekas makan mereka sehingga menumpuk dan baru dibereskan ketika mereka cek out hotel.


Menu breakfast yang sedikit mini juga menjadi pertimbangan. Piring yang dipakai pun jelas berbeda dengan piring tamu restoran biasanya.


"Yank." Dengan kaos putih dan celana pendek hitam Imam datang dan mengecup pipi kiriku seperti biasanya.


"Kagak libur? tumben masih disini, biasanya udah langsung balik selepas subuh kan?" Tanyaku sambil tangan ini masih sibuk dengan tugas-tugas nya.


"Hanto sakit, jadi aku menggantikan dia masuk malam nanti. Si Wawan kagak bisa soalnya mau ada acara keluarga katanya. Makanya aku kagak pulang sekalian besok."


Aku mengangguk dengan penjelasannya. Ku cuci tangan kemudian mengambil gelas dan menuang teh panas ke dalamnya. Ku sodorkan gelas teh tersebut kepadanya.

__ADS_1


"Mau sekalian sarapan?"


"Menunya apa yank?" Tanyanya setelah mendudukkan diri dikursi yang berada di balik meja panjang.


"Soto sama rawon. Mau apa?"


"Soto ya, yank. Terus jangan dikasih sambal, perutku lagi nggak enak ini."


Kembali aku mengangguk dan menyiapkan sarapan untuk nya. Sementara Bu Sri sedang membuat bumbu untuk rica-rica.


"Ar, minta tolong sebentar." Teriaknya dari dapur kotor.


"Tolong ambilkan Arak, Raja Rasa sama saus ya digudang. Ini kurang sepertinya."


Aku melangkah menuju gudang depan dan mengambil apa yang dibutuhkan Bu Sri. Ku lihat jam baru menunjuk diangka setelah delapan.


"Bu, ini bumbunya ku taruh meja ya." Bu Sri yang sedang mengolah serai, cabe dan bawang bahan untuk rica-rica hanya mengangguk.Setelahnya aku kembali ke dapur depan.


Ku lihat Imam sudah menyelesaikan sarapan nya, ketika Mas Eksan datang.


"La, mendahului. Kenapa nggak ajak ajak sih kalau kesini?"

__ADS_1


"Lapar."


"Kan sama aku juga lapar. Ar boleh minta tolong tidak buatin sarapan?"


"Nggak boleh!! enak saja. Sana buat sendiri." Imam menyelah aku hanya tersenyum, sudah biasa mereka seperti itu.


"Kalian itu nggak punya kerjaan lain apa ya?. Sukanya gangguin orang kerja saja. Sarapan buat sendiri terus kalau sudah balik lagi sana ke mess kalian. Disini juga tidak bantu bantu malah bikin ribet."


Bu Sri keluar dengan tanduk dikepalanya mendapati perdebatan mereka berdua.


"Ya ya. Lagian cuma becanda. Jangan serius serius napa Bu. Nanti tambah cantik lo kan bahaya, Pak Mat jadi semakin terpesona."


Dengan santai Mas Eksan melangkah dan meracik sarapannya sendiri.


"Aku balik ke mess ya yank. Jangan lupa sarapan kamu." Kecupan kembali datang menyambangi pipiku sebelum tubuh jangkung itu hilang dibelokan ruang restoran.


"Aku kok nggak ada yang nyium ya."


"Mas Eksan yang masih berada disana sedikit manyun. Namun tingkahnya berubah menjadi gelak tawa karena Bu Sri kembali datang dengan spatula di tangannya. Karuan saja, mas Eksan segera berlalu sebelum spatula tersebut hinggap ditubuhnya.


" Orang kok sukanya usil aja. Masih pagi juga huu."

__ADS_1


__ADS_2