
Sepeninggal mas Pri kami berdua kembali masuk ke dalam. Hari ini sengaja aku mengambil ijin cuti bekerja. Senyum mengembang di sudut bibir suamiku membuatku mendekat karena penasaran.
"Kenapa tersenyum terus? ada yang lucu?"
Suamiku menggeleng dan tak lantas menjawab. Ditariknya lenganku lembut. Dekapan hangat ku rasakan ketika dia memelukku erat. Kecupan kecupan kecil terasa di pucuk kepalaku.
"Makasih yank." Bisiknya lembut.
"Makasih untuk apa?" Aku mendongak mantap kedua matanya yang balik manatap ku lembut.
__ADS_1
"Makasih karena kamu memilih ku, makasih karena kamu masih bersedia untuk berada disisiku dan makasih telah memperkenalkan aku pada kekasihmu. Aku tahu dia sangat mencintaimu hingga kini. Sebagai sesama laki-laki aku bisa merasakannya. Dan kamu bisa menempatkan diri hingga kami berdua bisa nyaman berteman. Makasih banyak untuk semuanya."
"Mantan, mas Pri mantan kekasihku. Ralat ya!! hubunganku dengannya murni sebagai pertemanan. Kisah kami sudah berakhir dan ini adalah kisah baru kita dengannya. Aku ingin kita semua berteman tanpa lagi menengok kebelakang."
Valdi mengangguk, sebuah kecupan berlabuh di bibirku membuat ku mencebik karena dia telah mencuri kesempatan. Valdi tergelak ketika aku meninggalkannya dan menuju dapur untuk membereskan sisa pekerjaan yang belum usai tadi. Senyumku menandakan bahwa hatiku bahagia. Aku tahu, dipertemuan pertamaku dan mas Pri ada yang sengaja ingin membuat rumah tangga ku memanas. Sebuah foto yang memperlihatkan tawa ku dan mas Pri di cafe waktu itu tersimpan rapi di ponsel suamiku. Secara tak sengaja aku melihatnya ketika itu. Walau suamiku nampak tenang namun aku yakin dihatinya tidak demikian. Karenanya aku bertekat untuk mempertemukan mereka, seperti saran yang diucapkan sendiri oleh Mas Pri padaku.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Malam itu, entah karena sadar atau mungkin ada alasan lain yang mendasarinya. Suamiku menceritakan semuanya. Tentang dia, keluarga dan masa lalunya. Kaget? tentu saja aku kaget. Namun pada akhirnya aku tersenyum karena tak akan ada pagi rahasia yang tersembunyi diantara kami berdua.
__ADS_1
Tak ada marah ataupun benci dalam hatiku. Sejujurnya memang kejujuran ini yang aku tunggu sejak beberapa waktu yang lalu. Pada dasarnya aku telah mengetahui semua dari keterangan dokter yang merawatnya waktu itu.
Suami ku mengalami suatu penyakit yang membuatnya sulit untuk mempunyai keturunan. Bukan tak bisa, hanya saja membutuhkan kesabaran serta usaha yang ekstra. Selain pernah terkena penyakit kelam in, terlalu banyak nya produksi sel darah putih dibandingkan dengan sel darah merah nya membuat stabilitas nya menurun. Gampang lelah dan ejakulasi dini juga adalah satu cirinya.
Aku memeluknya erat, memeluk suamiku. Memaklumi segala upayanya memilih untuk menyembunyikan semuanya karena takut aku pergi meninggalkannya. Walau tak dapat dibenarkan namun aku mencoba untuk menempatkan diri ini di posisinya.
Usahanya untuk membahagiakan aku menjadi bukti betapa berharganya aku didalam hatinya. senyumku terbit disela sela dekapannya. Jalan keluar dari setiap masalah telah ku dapati termasuk memukul mundur serangan yang mungkin akan dilancarkan Diyah sebentar lagi.
Tidur ku malam ini mungkin adalah tidur yang luar biasa nyenyak dari sebelumnya. Semua beban telah terangkat walau belum tuntas. Detak jantung dan dengkuran halus yang terdengar seolah menjadi nyanyian pengantar tidur terbaik buatku.
__ADS_1
Aku menyayangimu suamiku.