Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan
DCSM bab 77


__ADS_3

"Tidak akan pernah, dan jangan bermimpi untuk itu. Suamiku tak akan pernah bertanggungjawab atas apa yang tidak pernah dia lakukan. Sebelum kalian menuduh sebaiknya kalian liat bukti bukti yang ada. Diyah mengatakan bahwa dirinya dan Valdi bertemu dia bulan yang lalu, dan mereka berakhir dihotel C. Aku sudah mengecek ke hotel C memang ada nama suamiku menginap disana namun dia berada di kamar melati bukan kamar Anyelir seperti pengakuan Diyah. Dan yang menginap dikamar hotel Anyelir itu bernama Nuraliman. Berdasarakan CCTV juga bisa dipastikan bahwa suamiku sendiri di dalam kamar hotel nya. Baru disubuh tiba Diyah menghampiri kamar suamiku yang ternyata awalnya dipesan oleh nya dengan memakai nama suamiku. Apakah ini benar, Diyah?"


Diyah nampak diam membisu, berusaha menyembunyikan wajahnya di balik punggung sang kakak.


"Kamu jangan memojokkan nya, mana bisa Diyah menjawab jika kamu menekannya begitu. Sudah jelas kamu membuat pembelaan karena laki-laki bejat ini suamimu. Tapi itu tak bisa merubah kebenaran jika dia memang harus bertanggungjawab atas kehamilan Diyah."


"Bagaimana jika ayah bayi itu adalah kamu sendiri?" Lantangku. Sementara dua laki-laki lain hanya diam dan saling menatap.

__ADS_1


"Aku kakaknya, mana mungkin melakuan hal itu. Kamu jangan seenak jidat memfitnah."


"Tapi sepertinya memang benar kamu lah orang yang sangat tepat. Karena dimana ada Diyah disitu pasti ada kamu. Terlepas dari hubungan kalian yang katanya kakak adik. Walau itu hanya kakak angkat atau kakak ketemu besar tanpa ikatan saudara sebenarnya." Andri datang bersama dengan dua orang temannya.


Diletakkan sebuah map besar diatas meja kemudian Andri juga memutar sebuah vidio di mana dalam vidio tersebut terlihat suasana hotel tempat Valdi dan Diyah menginap saat itu. Namun lebih tepatnya vidio tentang siapa yang menyewa kamar dan jam berapa Diyah datang ke kamar yang ditempati oleh Valdi.


"Apa ini cukup? temanku nggak bersalah dan nggak pernah ada hubungan dengan Diyah. Aku bahkan berani menjadi saksi bagaimana Valdi menghindari Diyah selama ini." Andri mendudukkan dirinya di kursi pojok sementara kedua temannya tetap berdiri diambang pintu.

__ADS_1


"Ini apa apaan. Sebenarnya siapa yang benar dan siapa yang bersalah disini?" Ucap lelaki yang awalnya berkata lantang padaku.


"Abang berdua masih bingung? Aku bahkan punya bukti yang lebih kongkrit lagi untuk membuktikan bahwa suamiku bukan ayah dari bayi yang berada didalam kandungan Diyah. Tapi, Aku rasa sampai disini saja sudah dapat menyimpulkan bahwa apa yang dikatakan Diyah tidaklah benar. Dan hotel itu jelas jelas adalah jebakan yang memang telah dipersiapkan untuk suamiku. Menjerat nya dengan minuman hingga mabok dan membawanya ke sana. Dan di waktu pagi barulah Diyah datang dan berpura-pura telah terjadi sesuatu diantara mereka."


"Sekarang aku hanya ingin meminta kejujuran Diyah dan juga anda. Jika memang kalian tetap memaksa suamiku bertanggung jawab maka aku akan memilih jalur hukum untuk menyelesaikan nya." Tegasku.


Aku ingin semua segera usai, Aku juga tetap menjaga agar rahasia suamiku tetap terjaga. Namun jika jalur hukum yang mereka pilih tentu hal itu tak lagi bisa ku sembunyikan. Biarlah untuk saat ini aku berjuang tanpa harus membuat suamiku malu dan berkecil hati.

__ADS_1


Cukuplah aku yang dikata tak mampu menjadi wanita sempurna.


__ADS_2