Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan
DCSM bab 53


__ADS_3

Aku sudah bertekad dan benar-benar ingin melupakan. Melupakan semua yang terjadi dimasa lalu. Tak ingin lagi rasanya aku menghianati Valdi yang terlampau baik untuk ku. Dia yang setiap hari memanjakan ku dengan kasih sayang nya.


Seperti malam ini, kami yang sama-sama shift pagi tentu di sore hari telah berada dikontrakan. Valdi mengajakku jalan jalan di pusat kota. Jam 7 malam kami berangkat. Dengan berboncengan kami melakukan perjalanan dengan santai sambil bercerita.


Aku menyayangi nya, benar masih sayang. Aku masih berusaha untuk melepaskan semua yang mengganjal di dalam hatiku. Terutama melepaskan segala kenanganku dan mencoba membangun kenangan baru bersama suami ku.


Banyak hal yang kami bicarakan. Baik aku maupun Valdi mencoba untuk selalu terbuka. Apapun kami ceritakan tanpa ada yang terlewati. Namun aku, tentu saja aku masih menyimpan satu cerita yang belum bisa untuk ku ungkapkan kepadanya.


Cerita Imam tentang Mas Pri memang sedikit mengganggu pikiranku, hanya sedikit. Karena aku pun tak ingin lagi mengetahui lebih banyak tentang nya. Luka lama harus segara sembuh dan kembali seperti semula.


Tidak ada yang salah ataupun harus dipersalahkan. Baik aku maupun Mas Pri, begitu juga dengan cinta kami. Tak pernah salah karena semua berada di jalur yang benar. Tapi keadaan dan waktulah yang membuat semuanya menjadi serba salah.

__ADS_1


"Yank, mau makan apa?" Valdi memarkirkan motor yang kami kendarai.


Masih berada dijalan karena kami belum sampai ke pusat kota yang menjadi tujuan kami menghabiskan malam. Malam kebersamaan seperti ini sangat sulit kami dapatkan. Kebanyakan shif ku adalah siang dan pulang sekitar jam 10 malam.


Disaat-saat ada kesempatan barulah kami bisa bermain menghabiskan malam. Aku menatap sekeliling, disana berderet para pedagang kaki 5 yang biasa mangkal. Tak ada yang menarik minat ku. Aku menggeleng sambil mengeratkan pelukanku dipinggang nya.


Dia menggenggam tanganku dan membawanya kedepan mulut, menciumnya mesra. Beruntung, tak banyak orang yang berada disana, karena posisi kami masih berada diatas motor didekat tempat parkir.


"Kebiasaan." Ku cubit pinggangnya dan suamiku hanya tergelak.


"Iya, cepetan yuk. Aku ingin melihat gelembung, biasanya kalau jam segini masih ada yang main."

__ADS_1


Motor pun melaju, menuju sebuah taman besar yang berada di pusat kota. Tempat ini selalu ramai dikunjungi apalagi jika weekend tiba. Dan benar saja, taman sudah ramai oleh pengunjung. Setelah parkir kami pun segera masuk dan mencari tempat dimana para pemain gelembung berada.


Dengan bergandengan bak remaja yang sedang berpacaran, kami berjalan sambil saling melemparkan candaan.


"Sebelah sana deh, yank. Ayo kita kesana!!"


Valdi menarikku ke tempat yang dia tunjuk tadi. Dan benar saja, disana ada 3 orang pemuda yang sedang bermain gelembung. Bulatan bulatan yang tercipta dari busa sabun seperti yang sering ku mainkan waktu kecil dulu. Gelembung gelembung yang bertebaran dengan sorot lampu taman dari kejauhan membuat mereka nampak mengkilap.


Aku bersorak senang, Valdi memelukku dari belakang dan meletakkan dagunya di pundakku. Aku yang memang setinggi pundaknya langsung menghilang ketika dia mendekap ku.


"Suka?" Aku mengangguk.

__ADS_1


Boleh dibilang kencan kami berdua dilakukan setelah menikah. Masa pacaran yang sangat singkat hanya 3 bulan sebelum kami memutuskan untuk menikah. Waktu itu kami hanya sekedar makan dan bercerita. Bahkan jarang sekali kami bisa keluar berdua seperti malam ini.


"I love you." Bisiknya di telingaku dengan kecupan kecil dipipiku setelah nya.


__ADS_2