Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan
DCSM bab 66


__ADS_3

Hidup itu penuh dengan ujian, penuh dengan cobaan dan juga penuh dengan segala hal yang tek terduga. Begitupun aku, tak pernah berpikir akan kisah cintaku yang rumit serta perjalananku yang tak ada henti dengan tangisan dan luka.


Bohong jika aku tak pernah terguncang mengetahui tentang apa yang terjadi. Terlepas itu benar atau tidak, tak akan pernah ada asap tanpa api. Pepatah itu sangatlah tepat.


Sesakit apapun itu aku harus bisa menahan nya. Bukan karena aku kuat, namun lebih ke pada tanggungjawab ku untuk menjaga keutuhan rumah tangga ku. Jika aku salah maka suamiku lah yang wajib mengingatkan dan membawaku kembali ke jalan yang benar. Begitu pun sebaliknya, dan sekarang itu adalah giliranku.


Tindakan suamiku tak aku benarkan, namun aku juga tak akan menyalakan nya. Selama bersamanya sedikit banyak aku sangat mengerti bagaimana dia. Sikap dan tindakannya pun aku mengetahuinya. Walau kehidupan pribadinya di masa lalu aku sama sekali tak pernah tahu.


Beruntung sekali Andri bersedia membantuku mencari bukti bukti yang diperlukan untuk menyelamatkan rumah tangga ini. Entah keyakinan dari mana, yang jelas aku sangat percaya kali ini suamiku hanya di jebak.


Pesimis sudah pasti, karena aku tahu bukti sangat memberatkan suamiku. Namun aku tak pernah mau menyerah. Sudah cukup aku menyerah sekali dengan cintaku dan sekarang aku akan tetap mempertahankan nya.


Hingga sehari sebelum aku memutuskan untuk membawanya keluar dari rumah sakit. Aku mendapatkan sebuah bukti yang entah aku harus senang atau malah harus menangis karenanya. Bahkan penjelasan dokter waktu itu pun seolah meruntuhkan tekat ku. Namun aku tak ingin egois.

__ADS_1


🍂🍂🍂🍂🍂


"Yank, boleh aku cerita?" Setelah aku menyuapi nya makan malam, Valdi mengajakku untuk duduk bersandar diranjang.


Pergerakannya masih terbatas, menurut dokter waktu itu karena sel darah putihnya lebih banyak hingga memperngaruhi kinerja darah merah. Bahkan untuk kekamar mandi pun, suamiku membutuhkan waktu karena lemas di kedua kakinya menghambat dirinya untuk berjalan tergesa.


Seperti biasa, sebelum tidur kami akan bercerita walau sebentar. Namun kegiatan itu terhenti karena adanya musibah dan dia sakit.


"Aku tahu, pasti kamu akan kecewa padaku. Mungkin juga kamu akan marah, namun aku tak bisa menutupi semua ini dari kamu lebih lama yank."


Aku masih terdiam, merasakan detak jantungnya yang semakin tak beraturan. Bahkan dekapannya terasa makin erat di pundakku.


"Cerita saja, aku akan mendengarkan."

__ADS_1


"Diyah hamil, usia kandungan nya sudah 2 bulan. Kamu pasti sudah mendengar bagaimana dia mengejar ku sejak dulu sebelum kita menikah. Ku pikir semua itu akan berakhir setelah aku menikahimu dan dia menghentikan kegilaannya. Namun ternyata aku salah, dia masih saja gila. Dan puncaknya disaat kamu pulang ke Jawa waktu itu. Ada pertemuan dengan teman teman. Aku juga datang, dan disaat itu entah mengapa aku jadi lupa apapun. Disaat pagi ku terbangun aku sudah berada di kamar hotel bersama nya. Dan kehamilannya saat ini diakuinya adalah tanggungjawab ku. Namun jujur yank, aku tak merasakan apapun waktu itu."


Aku masih terdiam, semua cerita ini sama persis seperti yang Andri ceritakan. Walaupun sudah mendengarkan dari Andri tapi hatiku masih sakit.


"Kamu melakukan itu dengannya?" Suaraku bergetar ya aku menangis tanpa bisa ku cegah.


"Aku nggak yakin, sayank. Sudah ku bilang aku lupa apapun yang terjadi. Aku hanya ingat datang bergabung saling bercerita lalu kami minum. Kemudian Andri datang membawa nasi goreng namun setelahnya aku lupa yang terjadi. Aku terbangun sudah berada dikamar hotel. Menurut Andri aku diantar pulang oleh Gagas, karena dia datang membawa mobil. Aku mencoba menghubungi nomer Gagas namun tak berhasil. Hingga saat ini aku tak bisa menghubungi nya."


"Jangan menangis yank. Maaf, aku mungkin salah tapi aku yakin tak merasakan apapun."


Aku masih menangis, dekapan suamiku terasa semakin erat. Berulang kali dia kecup puncak kepalaku sambil mengucapkan kata maaf. Semua cerita telah ku dengar dari Andri bahkan aku juga telah menemui Fendy tanpa sepengetahuan suamiku. Bersama Andri aku mencoba berbagai cara untuk mencari bukti.


Hingga aku terlelap dalam posisi yang masih sama. Saling mendekap tanpa saling melepaskan. Aku sudah memantapkan hatiku untuk tetap mempertahankan apa yang ku miliki. Tak akan ku lepas karena ku yakin semuanya tak seburuk yang orang lain lihat.

__ADS_1


__ADS_2