Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan
DCSM bab 78


__ADS_3

Cinta itu sebuah misteri, tak ada satupun orang yang tahu tentang keberadaan nya, kapan datangnya dan pada siapa dia berkenan hadir. Namun percayalah, semua orang memiliki cinta.


Diyah tertunduk lesuh dengan air mata yang berderai. Walau kesal dan sempat ingin murka padanya aku masih memiliki nurani untuk datang dan memeluknya. Aku yang belum di percaya untuk memperoleh keturunan hingga saat ini sedikit merasa bersalah dengan apa yang menimpanya. Namun jalan yang ditempuhnya salah.


Tak ada larangan untuk mencintai seseorang, namun harus tau batasannya. Cinta yang demikian itu tak lagi sehat. Cinta yang dikuasai oleh obsesi dan dengki akan menghancurkan diri sendiri.


Tak perlu berusaha keras dan usah mengejarnya kemana-mana. Jika memang dia milikmu maka dia akan kembali kepadamu dengan caranya sendiri.


"Maaf, aku nggak bisa bantu soal ini. Tapi menurutku sebaiknya kamu jujur dengan ayah anak ini."

__ADS_1


"Aku tak mencintainya." Diyah berucap lirih.


Ingin tertawa namun bukan situasi yang tepat. Namun ini lucu bagiku, dengan cepat dia mengatakan bahwa dirinya tak cinta namun pada kenyataannya mereka memiliki buah hati yang sedang tumbuh disana.


"Paling tidak kalian menikah dan memberi hak pada anak itu untuk memiliki keluarga. Setelahnya itu menjadi urusan kalian nantinya."


Aku tak ingin terlalu jauh ikut campur urusan mereka lagi. Bagiku masalah suamiku telah selesai itu sudah lebih dari cukup. Dua orang yang merupakan teman Diyah tadi pun telah meminta maaf karena mereka memang hanya beraksi ketika mendengar cerita tanpa mengecek kebenarannya. Sedangkan lelaki yang mengaku kakak Diyah telah pergi entah kemana sejak Andri selesai memutar vidio yang diperolehnya dari petugas hotel.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Masih sama seperti malam malam yang telah lewat. Kami melewati nya dengan saling bercerita dan memeluk sebelum memejamkan mata. Detak jantung dan hembusan nafas seakan menjadi pengiring tidur kami berdua.


"Makasih ya yank. Kalau nggak ada kamu,aku nggak tahu gimana jadinya aku sekarang. Aku bahkan nggak tahu jika kamu dan Andri melakukan banyak hal demi mendapatkan bukti. Padahal hanya cukup aku memberitahu mereka jika aku bermasalah pada reproduksi ku hingga membuatku sulit mendapat keturunan."


"Kamu suamiku, tentu aku akan membelamu jika itu benar. Mengenai masalah mu, biarlah itu hanya menjadi rahasia kita berdua. Aku nggak ingin orang lain tahu dan berujung mengejekmu." Aku tersenyum, benar kata mas Pri. Mencoba ikhlas dan menjalani semua dengan tenang itu lebih indah dari pada memaksakan sesuatu yang tak mungkin bisa dikejar.


"Setelah mengetahui kelemahanku, kamu masih membelaku begini. Awalnya aku mengira kamu akan pergi meninggalkan aku, Yank. Aku tak takut apapun namun kehilanganmu adalah hal yang aku takutkan walau hanya membayangkan nya saja."


Kurasakan dekapannya semakin erat. Wajar saja pemikiran nya demikian. Bahkan mungkin akan banyak orang yang menyarankan agar aku meninggalkannya. Tapi bukankah tujuan menikah untuk menyatukan perbedaan dan melengkapi kekurangan masing-masing?.

__ADS_1


Cinta memang tak bisa mencukupi kehidupan namun cinta tak hanya sebatas harus terpenuhi segala nya. Tidak demikian, cinta yang sebenarnya adalah disaat kita bisa menerima dan memenuhi segala kekurangan pasangan kita. Dan aku ingin melakukan itu semua. Terlalu banyak hal yang aku lakukan dulu demi cinta, namun aku tak pernah berkorban apapun selain perasaanku sendiri.


Dan sekarang aku tak ingin lagi egois, banyak hal dan banyak cara untuk membuat hidup kami bahagia. Semoga.


__ADS_2