Dendam Cinta Sang Mantan

Dendam Cinta Sang Mantan
DSCM bab 83


__ADS_3

#Tak ada yang tahu akan jalan hidup yang telah ditentukan dan telah digariskan. Bahkan hatipun mempunyai misterinya sendiri. Terkadang bibir dan lidah bahkan mampu berucap lirih namun belum pasti kebenarannya. Apalagi tentang Cinta, bibir yang tersenyum belum tentu hati benar-benar ikut tersenyum.


Cinta adalah hal ajaib yang semua orang bisa merasakan. Namun cinta juga bisa menghancurkan kehidupan.


Tak ada kata tidak pada jalan yang dipilih oleh cinta itu sendiri. Pada kenyataannya dialah rasa yang paling egois yang terdapat pada diri manusia. Cinta bisa bergerak dan melakukan apapun tanpa bisa dikontrol lagi.


Berani mengambil resiko dan keluar dari zona ternyaman dalam hati adalah salah satu cara yang bisa diambil dengan mengatasnamakan cinta. Namun percayalah jika jalan itu tak pernah muda untuk dilakukan.#


🍃🍃🍃🍃🍃


Seminggu sudah Resky bersama kami. Bayi yang sangat tenang tak seperti bayi bayi pada umumnya yang akan sulit tidur dan akan menangis. Namun Resky tidak, dia sangat tenang. Dalam satu malam hanya terbangun 3 kali paling banyak itupun hanya sekali tangisan dikala diapers nya sedang basah. Namun selebihnya dia akan diam bermain dengan kedua kaki dan tangannya.


Bayi mungil tersebut adalah anakku ah tidak lebih tepatnya adalah anak Diyah. Tanpa diduga, setelah keluar dari rumah sakit Diyah hanya menginap sehari semalam selebihnya dia pergi dan mengatakan bahwa dirinya tinggal dikontrakan seorang teman dekatnya.


Aku tak bisa mencegahnya, bagaimana pun kehidupan dia bukanlah menjadi tanggunganku dan Valdi. Mungkin juga dia merasa tak nyaman untuk tinggal bersama kami. Aku makhlum, bagaimanapun Diyah pernah menyimpan rasa untuk Valdi suamiku.


"Yank, gimana kerepotan nggak?"

__ADS_1


Adalah pertanyaan entah untuk keberapa kalinya terlontar dari bibir suamiku.


Dia sedang memelukku dari belakang disaat aku memberikan susu pada Resky. Dagunya bertopang pada pundakku dan kecupan kecupan kecil masih bersarang dileher dan kepalaku. Valdi tak pernah merubah kebiasaannya meskipun kami tak lagi hanya tinggal berdua.


"Dia anteng saja sejak tadi, hanya dua kali menangis pas minta ganti."


"Hem," Jawabnya hanya karena sibuk mengecupi pundakku. Awalnya aku sempat merasa risih dengan kelakuan suamiku. Namun lama kelamaan aku terbiasa dan bahkan merasa ada yang kurang disaat dirinya tak melakukan hal tersebut.


"Kalau memang kerepotan, bilang ya!! kita cari orang yang bisa membantu mu atau bisa jadi kita minta bantuan ibu untuk menemanimu disini."


Aku telah memutuskan untuk berhenti bekerja. Valdi tak pernah melarang ku bahkan itu adalah permintaannya dulu di awal menikah, dan aku selalu menolaknya dengan alasan bosan jika harus berdiam diri terus di kontrakan.


"Hemm, cuma kangen kamu yank." Manjanya dengan memeluk tubuhku erat. Aku terkekeh pelan.


Selalu menggerutu dan mengatakan kangen padahal aku selalu berada di rumah dan disisinya. Sebuah bentuk, protes karena waktu ku lebih banyak untuk mengurus Resky sekarang.


Kulangkahkan kaki ku menuju dapur sementara Valdi membersihkan dirinya sepulang kerja.

__ADS_1


*


*


Banyak hal yang terjadi dan aku sangat mensyukuri apa yang terjadi dalam hidupku. Tak ada yang ku sesali, semua kejadian mempunyai hikma yang terpendam. Tergantung pada diri kita masing-masing dapat menemukan nya atau tidak.


Aku bahagia menjalani kehidupan ku dengan keluarga kecilku saat ini. Begitu pula dengan hubungan baik yang terjalin antara aku dan para sahabat serta orang-orang di masa lalu ku.


Senyumku semakin lebar setelah membaca pesan dari Imam yang mengabarkan kalau mas Pri akhirnya menjalin hubungan disana. Namun lagi dan lagi ada hal yang membuatku tercengang. Selain Imam yang memberi nama anaknya mirip dengan namaku sekarang kekasih mas Pri pun mempunyai nama yang tak jauh dari diriku. Arsanti Anggraini nama calon istri nya yang membuat aku dan Imam tersenyum dengan sendirinya.


Entah lah aku tak dapat mengerti bagaimana perasaan mereka padaku. Disaat ku tanya mereka hanya menjawab seraya tersenyum.


"***Agar aku dapat mengingatmu dan menyebut namamu setiap waktu, walau dengan wajah dan orang berbeda." Mas Pri


"Karena aku sayang kamu, Ar" Imam.


...Cinta itu rumit ...

__ADS_1


... TAMAT*** ...


__ADS_2